Pernyataan kontroversial dilontarkan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif jelang perundingan damai Iran-Amerika Serikat (AS) di negaranya.
Di media sosial X, Khawaja Asif dengan lantang menyebut Israel sebagai kanker.
Padahal, Israel merupakan sekutu AS, dan menjadi salah satu penyebab perang dengan Iran bisa terjadi.
Postingan Asif kemudian dihapus, namun telah menimbulkan reaksi khususnya dari petinggi Israel.
Pada postingannya, Asif mengatakan Israel merupakan iblis dan kutukan bagi kemanusiaan.
Ia juga menambahkan bahwa pembicaraan damai dilakukan di Islamabad, dan genosida dilakukan di Lebanon.
“Warga tak bersalah telah dibunuh olah Israel, pertama Gaza, kemudian Iran dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tulis Asif dikutip dari The Times of Israel.Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina untuk menyingkirkan orang Yahudi Eropa, terbakar di neraka,” ucapnya.
Cuitan itu direspons oleh pihak Israel dengan kemarahan. Kantor PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pernyataan itu tak bisa ditolerir
Seruan untuk pemusnahan Israel adalah hal yang keterlaluan. Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian,” bunyi pernyataan mereka.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar juga mengecam pernyataan tersebut.
“Saya mengutuk fitnah anti-Semit yang terang-terangan dari pemerintah yang mengklaim ‘menengahi perdamaian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan mengatakan Israel sebagai penyakit kanker sama dengan menyerukan pemusnahannya.Israel akan membela diri terhadap teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya,” kata Sa'ar.
Meski telah menghapus cuitannya, Asif tak memberikan pernyataan maaf atas pernyataannya







0 komentar:
Posting Komentar