About

Selasa, 05 Mei 2026

Iran Kasih Deadline 1 Bulan bagi AS Cabut Blokade-Setop Perang

 

Iran menetapkan deadline atau tenggat waktu satu bulan untuk menegosiasikan kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut Amerika Serikat (AS), dan secara permanen mengakhiri perang baik yang berkecamuk di Iran maupun di Lebanon, markas kelompok Hizbullah.


Laporan media AS Axios, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (4/5/2026), menyebutkan bahwa tenggat waktu satu bulan itu diusulkan Teheran dalam proposal revisi 14 poin berisi kerangka perjanjian yang diajukan kepada Washington pada Kamis (30/4) pekan lalu.


Dua sumber yang diberi informasi tentang dokumen itu, seperti dikutip Axios, mengungkapkan bahwa proposal Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan yang ketat untuk mengamankan kesepakatan, yang mencakup akses maritim, mengakhiri blokade angkatan laut AS, dan gencatan senjata yang langgeng di kedua front.

Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk -- tetapi saat ini, kita akan melihat. Ada kemungkinan hal itu bisa terjadi, tentu saja," kata Presiden AS Donald Trump kepada wartawan pada Sabtu (2/5), ketika ditanya apakah dia dapat memerintahkan serangan baru terhadap Iran.

Menurut sumber-sumber yang dikutip Axios, proposal Teheran tersebut memvisualisasikan fase kedua hanya setelah kesepakatan awal tercapai, meluncurkan negosiasi tambahan selama satu bulan yang berfokus pada program nuklir.


Meskipun Trump mengatakan pada Jumat (1/5) bahwa dirinya tidak puas dengan proposal terbaru Iran, dia kembali mengatakan kepada wartawan pada Sabtu (2/5) sebelum meninggalkan Palm Beach menuju Miami jika dirinya akan meninjaunya selama penerbangan.


"Saya sedang mempelajarinya. Saya akan memberi tahu Anda nanti. Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata yang tepat sekarang," kata Presiden AS tersebut.

Beberapa saat kemudian, Trump menunjukkan nada yang lebih keras saat memberikan pernyataan via Truth Social. Trump mengatakan bahwa dirinya "tidak dapat membayangkan bahwa itu akan dapat diterima".


Dia kemudian bersikeras mengatakan bahwa Iran "belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir".


Dalam pernyataan yang sama kepada media, Trump menggambarkan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai tindakan yang "sangat ramah" dan tidak terbantahkan. Dia menegaskan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan klaimnya soal permusuhan telah "diakhiri".

0 komentar:

Posting Komentar