About

Rabu, 18 Februari 2026

BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat saat Awal Puasa Ramadan 2026, Ini Penyebabnya

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan atau periode 17-23 Februari 2026.


Periode tersebut bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2026 dan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah.


BMKG mengatakan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.


Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.

Penyebab Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan


Dilansir siaran pers BMKG, dalam sepekan ke depan, aktivitas fenomena atmosfer pada skala global, regional, dan lokal diprakirakan masih akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cuaca di Indonesia.


Pada skala global, BMKG menjelaskan nilai SOI dan Niño3.4 menunjukkan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. 


Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi turut memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.


Aktivitas MJO diprakirakan masih berada pada fase Indian Ocean dalam beberapa hari ke depan, sehingga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah. 

Selanjutnya, kata BMKG, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator dan Low Frequency terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera hingga barat daya Jawa, perairan barat Sumatera, Sumatera bagian utara hingga tengah, Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Samudra Pasifik utara Papua hingga timur laut Papua Nugini.


Dalam beberapa hari ke depan, Monsun Asia juga masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan.


Kondisi tersebut diperkuat dengan Indeks Surge yang diprediksi signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Lebih jauh lagi, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung, barat Aceh, perairan barat Kalimantan Barat, dan Samudera Pasifik utara Papua.


Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.


Sebagai dukungan bagi keselamatan perjalanan, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.

Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir sesuai kebutuhan, dan dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.

0 komentar:

Posting Komentar