Senin, 03 Agustus 2026

Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa: 5 Meninggal, 227 Selamat


 Jumlah korban meninggal dalam musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura kembali bertambah lagi. Berdasarkan pembaruan data Kantor SAR Surabaya hingga pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia kini sebanyak 5 orang.


Dilansir detik Jatim, Minggu (2/7/2026), total penumpang dan awak kapal yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat terus bertambah mencapai 227 orang. Dengan demikian total keseluruhan korban yang telah diangkat dari laut maupun dek kapal oleh tim gabungan mencapai 232 orang.

Proses evakuasi massal di perairan terus bergerak dinamis dengan mel sedikitnya sembilan armada kapal r hingga kapal tanker yang bergotong merapat ke titik koordinat musibah.


Berdasarkan data resmi Basarnas pukul 17.00 WIB, berikut rincian sebaran evakuasi korban oleh sembilan kapal penolong di lokasi kejadian:

1. KM Meratus Pematang Siantar: Evakuasi 109 orang selamat dan 2 orang meninggal dunia.

2. TB Hasnur 26: Evakuasi 65 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.

3. KM Transco Arafura: Evakuasi 17 orang selamat.

4. KM Meratus Project 3: Evakuasi 13 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.

5. KM Icon Daniel: Evakuasi 1 orang meninggal dunia.

6. KM Selaras Mas: Evakuasi 7 orang selamat.

7. KM Prakarsa Mas: Evakuasi 7 orang selamat.

8. KM SC Aila XVII: Evakuasi 7 orang selamat.

9. KM British Mentor: Evakuasi 2 orang selamat.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Mengenal 3 Kandidat Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026

 


Acara puncak Hoegeng Awards 2026 akan digelar pada Jumat, 31 Juli. Dalam acara itu akan diumumkan satu sosok polisi teladan sebagai penerima Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas.

Malam penganugerahan Hoegeng Awards 2026 akan dilangsungkan mulai pukul 19.00 WIB, Jumat (31/7/2026), di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, dan disiarkan live di detikcom. Penyanyi ternama Tanah Air, Pongki Barata, akan memeriahkan acara malam nanti.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Chairman of CT Corp Chairul Tanjung (CT) akan menghadiri acara tersebut. Para menteri dan pimpinan lembaga negara juga dijadwalkan akan hadir.

Satu dari tiga besar kandidat penerima penghargaan Polisi Berintegritas ini telah dipilih oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026. Ketiganya adalah Kombes Norul Hidayat, Kombes Yimmy Kurniawan, dan Kombes Muhammad Arsal Sahban.

Adapun Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 yaitu Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., ММ, Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., anggota Kompolnas Gufron Mabruri, dan Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.

1. Kombes Muhammad Arsal Sahban

Saat ini, Kombes Arsal menjabat sebagai Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri. Dia dikenal sebagai sosok yang tegas dan berintegritas. Saat menjadi Kapolres Lumajang, Arsal membentuk Tim Cobra untuk menumpas kejahatan seperti begal hingga peredaran narkoba.

Kesaksian tentang ketegasan dan integritas Arsal datang dari mantan anak buahnya di Polres Lumajang. Arsal disebut tidak pandang bulu dan antisuap ketika membongkar sejumlah kejahatan yang melibatkan 'orang penting' serta jaringan besar.

Lewat operasi Tim Cobra, angka kriminalitas di Lumajang turun cukup drastis pada tahun 2019. Semula dalam setahun tercatat 500 lebih kasus, saat Arsal menjabat turun menjadi 312 kasus per tahun dengan penyelesaian kasus 88,46%. Setelah Arsal dimutasi, angka kejahatan di Lumajang kembali naik menjadi lebih dari 500 kasus per tahun.

Kepemimpinan Arsal saat menjadi Kapolres Lumajang dirasakan betul oleh warganya. Bahkan warga mengusulkan Arsal untuk menjadi Bupati Lumajang pada 2024 lalu.

2. Kombes Norul Hidayat

Kombes Norul merupakan Kepala SPN Polda Bangka Belitung sejak akhir tahun 2023. Dia dinilai sebagai sosok pemimpin yang menjunjung kedisiplinan, ketegasan, dan integritas.

Sejumlah anggota SPN Polda Balel, orang tua peserta didik, hingga warga sipil menyebut Norul selalu menekankan pemberantasan pungutan liar, transparansi anggaran, tertib administrasi, serta penegakan aturan di lingkungan pendidikan. la menolak segala bentuk pemberian dari peserta didik maupun pihak lain, dan meminta personel menjaga marwah institusi, serta menindak tegas pelanggaran.

Selain itu, Kombes Norul juga sosok yang sederhana. Pangkat tinggi tidak membuat Norul bergaya mewah. Selama masa kepemimpinannya, ia juga dikenal menghindari kegiatan yang menghabiskan anggaran besar serta mengutamakan penghematan dan efisiensi dana.

Kesederhanaan Norul juga terlihat dari penampilan sehari-hari saat berkebun di SPN Polda Babel. Bahkan pada awal bertugas di SPN, pernah ada peserta didik yang mengira dirinya sebagai tukang kebun.

3. Kombes Yimmy Kurniawan

Saat ini, Kombes Yimmy menjabat Karo SDM Polda Kepulauan Riau. Dia dikenal sebagai sosok yang berintegritas dan sederhana. Kesederhanaannya terlihat dari sikap yang humble, rendah hati, dan tidak suka menonjolkan diri.

Kombes Yimmy merupakan peraih Adhi Makayasa tahun 2000. Teman seangkatannya bersaksi jika Yimmy sosok yang sangat cerdas dan salah satu yang paling menonjol dalam hal intelegensi di angkatannya. Yimmy disebut selalu meraih nomor satu, termasuk saat menempuh pendidikan lanjutan di kepolisian.

Meski memiliki kemampuan akademik yang menonjol, Yimmy tidak pernah menunjukkan sikap ingin pamer. Yimmy justru terlalu humble dibandingkan teman-teman seangkatannya. Yimmy disebut menjaga integritas dan mempertahankan karakter yang sama sejak dulu.

Yimmy dinilai bukan sosok yang ambisius terhadap jabatan. Yimmy tidak menjadikan karir sebagai obsesi dan memilih berkarir secara normal. Namun setiap tugas yang diperoleh, Yimmy selalu mengerjakannya dengan baik dan maksimal tanpa banyak hal lain di luar pekerjaan.

Kamis, 30 Juli 2026

Kepala BGN Tolak Bertemu Mitra hingga Pemilik Dapur MBG di Ruang Kerja, Hindari Fitnah

 

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menolak untuk bertemu pengelola dapur, mitra, ataupun supplier di ruang kerjanya.


"Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier-lah, dia entah apalah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya," ujar Sudaryono saat konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).Meskipun belum tentu membahas hal-hal yang tidak etis, kata Sudaryono, ia tetap membatasi pertemuan di ruang kerjanya untuk menghindari fitnah.Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis, tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga- duga. Jadilah yang namanya fitnah," kata dia.Oleh sebab itu, Sudaryono menyediakan Pusat Pelayanan Terpadu di kantor BGN yang diresmikan pada hari ini.


Menurut dia, Pusat Pelayanan Terpadu ini membuktikan komitmen BGN untuk memperbaiki pelayanan sekaligus tata kelola MBG dari penyimpangan dan penyelewengan."Ini menunjukkan komitmen sebagaimana sudah saya sampaikan di awal-awal dulu. Kita ini maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap, semuanya harus terang benderang," ucap Sudaryono.


Sudaryono menuturkan, ia bersama kedua wakil kepala BGN berupaya untuk menghindari praduga demi mencegah prasangka buruk.Eks Wakil Menteri Pertanian ini juga memperingatkan jajarannya untuk menolak pertemuan diam-diam dengan pihak yang berkepentingan di program MBG.

Di level eselon 1, eselon 2, dan seterusnya, saya larang dengan keras menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara gelap-gelap, diam-diam. Semuanya harus direspon dengan cara yang proper, yang baik," kata Sudaryono.


"Saya ingin Badan Gizi ini memiliki standar layanan yang betul-betul andal. Jadi pusat pelayanan terpadu itu adalah tempat curhatnya orang, tempat mengadu orang," ujar dia.

Rabu, 29 Juli 2026

Kiamat Cuaca? Ilmuwan Beri Peringatan Ngeri Soal Ancaman Super El Nino 2026!

 

Fenomena El Nino 2026 terus menunjukkan tanda-tanda penguatan yang sangat cepat. Menurut analisis terbaru yang dirangkum The Weather Channel, kondisi saat ini sudah berada di ambang Super El Nino, yakni kategori El Nino yang paling kuat dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Dalam pembaruan yang dirilis 23 Juli 2026, para ahli menyebut respons atmosfer kini mulai mengikuti pemanasan laut di Samudra Pasifik tropis. Kondisi ini menjadi salah satu tanda penting bahwa El Nino semakin matang dan dampaknya akan meluas dalam beberapa bulan mendatang.El Nino menguat dengan cepat dan kini mulai mengetuk pintu status Super El Nino yang telah lama diperkirakan, seiring atmosfer mulai merespons pemanasan laut yang berlangsung sangat cepat," demikian laporan yang dikutip dari The Weather Channel.Laporan tersebut menjelaskan bahwa suhu permukaan laut di kawasan Pasifik ekuator meningkat jauh lebih cepat daripada pola El Nino pada umumnya. Pemanasan ini memperkuat interaksi antara laut dan atmosfer sehingga mempercepat perkembangan fenomena tersebut.

Menurut para meteorolog, ketika respons atmosfer semakin kuat, peluang El Nino berkembang menjadi peristiwa yang sangat kuat juga meningkat. "Ketika atmosfer mulai sepenuhnya merespons pemanasan laut, penguatan El Nino biasanya berlangsung lebih cepat dan dampaknya menjadi lebih luas," tulis laporan tersebut.Musim Badai hingga Cuaca Musim Dingin Akan Berubah

The Weather Channel menyebut pengaruh El Nino tidak hanya dirasakan di kawasan tropis. Salah satu dampak pertama yang diperkirakan muncul adalah perubahan aktivitas badai tropis di Samudra Pasifik, sementara pola cuaca musim dingin di belahan Bumi utara juga diprediksi ikut berubah.

Pada fase El Nino yang kuat, wilayah Pasifik timur biasanya mengalami peningkatan pembentukan badai tropis. Sebaliknya, beberapa kawasan lain dapat mengalami musim yang lebih kering, sementara wilayah tertentu berpotensi menerima curah hujan jauh di atas normal.

Fenomena Super El Nino merupakan kejadian yang jarang terjadi. Peristiwa serupa pernah berlangsung pada 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016. Ketiganya memicu berbagai cuaca ekstrem, mulai dari kekeringan berkepanjangan, banjir besar, gelombang panas, hingga gangguan terhadap produksi pangan di berbagai negara.

Meski begitu, ilmuwan menegaskan bahwa perkembangan El Nino masih terus dipantau. Intensitas akhirnya akan bergantung pada evolusi interaksi antara laut dan atmosfer dalam beberapa bulan ke depan.Namun, tren saat ini menunjukkan fenomena tersebut berkembang jauh lebih cepat dibandingkan pola El Nino biasa sehingga meningkatkan kewaspadaan para peneliti iklim di seluruh dunia.

Minggu, 26 Juli 2026

Tribun Penonton Kejurnas Drift di Purwokerto Ambruk, Sejumlah Penonton Dilarikan ke Rumah Sakit


 Tribun penonton dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompeks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk, Minggu (26/7/2026). Akibatnya, sejumlah penonton harus dilarikan ke rumah sakit.

Sejauh ini, belum diketahui jumlah korban dalam peristiwa tersebut. Ambulans hilir mudik

Pantauan di lokasi, hingga pukul 15.30 WIB sejumlah mobil ambulans masih hilir mudik membawa penonton yang mengalami luka-luka ke rumah sakit.Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa ambruknya tribun non-permanen tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat usai acara dibuka oleh Bupati Banyumas.

Tribun dari rangka besi sepanjang kurang lebih 10 meter itu tiba-tiba ambruk. Tribun yang ambruk yaitu empat baris teratas dari total delapan baris.Dipasang garis polisi

Saat ini, area tribun yang ambruk telah dipasang garis polisi. Sejumlah personel polisi dan TNI tampak berjaga di lokasi.

Untuk diketahui, kejurnas drift ini merupakan putaran ketiga.Event ini berlangsung aelama dua hari, Sabtu- Minggu.

Salah satu pedagang kaki lima yang berada di area belakang tribun, Umi (38) mengatakan, peristiwa tersebut membuat orang di sekitar kaget.

"Sebelum kejadian sempat ada suara engket- engket gitu di tribun, tidak lama kemudian tiba- tiba ambruk," kata Umi.

Sabtu, 25 Juli 2026

Satpam dan Sopir Alphard yang Cekcok di Bundaran HI Sepakat Damai


 Satpam bernama Fiktor Harefa (27) sepakat berdamai dengan sopir mobil Toyota Alphard yang sempat cekcok di kawasan Bundaran HI. Kedua pihak berdamai setelah dimediasi Polsek Metro Menteng.

"Telah dilaksanakan upaya atau mediasi antara pihak pengendara dan saudara Fiktor dari pihak keamanan. Dan yang mana telah disepakati bahwa persoalan perselisihan antara pengemudi dan saudara Fiktor diselesaikan secara kekeluargaan, kedua belah pihak saling memaafkan, mengakui kesalahan dan saling memaafkan," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Ronald Arnold Rondonuwu kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/7/2026).


Braiel menyampaikan proses pelanggaran lalu lintas yang terjadi yakni menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, tetap dijalani sopir Alphard dan kedua penumpangnya. Termasuk penggunaan pelat nomor tak sesuai peruntukan yang digunakannya.

Jadi saya sampaikan bahwa terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi, ini malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya," jelas Briel.


"Nanti untuk teknis silakan komunikasikan dengan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya," ungkapnya.Braiel juga menyebutkan sopir maupun kedua penumpang mobil Alphard tersebut merupakan anggota Polisi. Dia mengatakan dugaan arogansi yang dilakukan kini sedang diusut.


Kuasa Hukum Satpam


Kuasa Hukum Fiktor, Wiradarma Harefa menjelaskan, kliennya ingin kasus dengan pengemudi Alphard cepat selesai. Dia mengatakan kliennya turut menyampaikan unek-unek.


"Klien kami, Fictor Harefa, dia pengin bagaimana cepat selesai, dia bekerja, melanjutkan kerjanya seperti biasa. Nah, dari teman-teman dari pengemudi dan penumpang dari kendaraan Alphard juga akan melanjutkan perjuangan untuk bisa menyelesaikan hal-hal yang menurut internal ada hal-hal yang perlu diluruskan atau dicaritahu atau di sini dan segala macam. Itu dari mereka," ucapnya.


"Dan pada akhirnya, dengan apa yang kami lakukan atau yang difasilitasi oleh Pak Kapolsek dan tim di sini, masing-masing telah menerima, semua mengakui bahwa ada kesalahan, ada arogansi yang terjadi pada saat itu spontan. Jadi kepada teman-teman, itu yang terjadi hari ini," sambungnya.Dia mengatakan kliennya juga sudah menganggap peristiwa di Bundaran HI sudah berlalu. Dia mengatakan kedua pihak sudah saling memaafkan.


"Kami anggap bahwa yang lalu sudah berlalu. Bahwa memang ada pernah ada perselisihan? Ya. Tapi dengan apa yang dilakukan sekarang, saling memaafkan satu sama lain, akhirnya mereka menerima pengakuan dan kekhilafan masing-masing," katanya.


Diketahui, percekcokan antara Fiktor Harefa selaku seorang sekuriti dengan pengemudi dan dua penumpang mobil Toyota Alphard terjadi pada Rabu (22/7) siang di pelican cross atau tempat penyeberangan orang Halte Transjakarta Bundaran HI.


Percekcokan itu diduga dipicu adanya tindakan menerobos lampu merah oleh pihak mobil Alphard hingga menimbulkan tindakan penggedoran mobil oleh Fiktor yang saat itu tengah menyeberang.

Kamis, 23 Juli 2026

Sudaryono resmi menjabat Kepala BGN gantikan Nanik Deyang, pengamat sebut 'tidak akan membawa perbaikan'

gambar, Kepala BGN, Sudaryono (tengah); Gubernur Universitas RI, Donny Ermawan Taufanto (kanan); dan Wakil Gubernur Universitas RI, Yos Sunitiyoso (kanan), menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/07).

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, menggantikan Nanik Deyang, disebut sejumlah pengamat "tidak akan membawa perbaikan apa-apa bahkan bisa lebih buruk" di tengah banyaknya persoalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Sebabnya, Sudaryono yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pertanian merupakan orang dekat lingkaran Presiden Prabowo. Dia pernah menjadi asisten pribadi Prabowo pada 2010 dan menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sebelum dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.


"Dia itu politikus, pengusaha, dan dari Partai Gerindra. Dia [ditunjuk] bukan berdasarkan meritokrasi atau capable [mampu], tapi karena nepotisme," ujar Ahli Kebijakan dan Kesehatan Pangan di MBG Watch, Isnawati Hidayah.


Setelah dilantik, Sudaryono mengakui perlu adanya perbaikan dalam tata kelola MBG termasuk transparansi. Lebih dari itu, dia menegaskan dirinya tidak mempunyai dapur MBG atau SPPG. Begitu juga keluarganya.


Apa saja pekerjaan rumah Sudaryono di tengah berbagai masalah yang dialami BGN, termasuk tuduhan korupsi?

Apa alasan Presiden Prabowo memilih Sudaryono?

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono menjadi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Pelantikan Sudaryono digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/07) sore. Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir dalam pelantikan Sudaryono.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo, berkata Sudaryono dipilih karena sejak awal mengikuti program MBG sejak masih berbentuk konsep hingga dilahirkan.

Sudaryono, klaimnya, dinilai mengikuti, berdiskusi, menggagas dan mengonsep pelaksanaan tekbis MBG sebagai wamentan.

"Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian," kata Prasetyo, Rabu (22/07)

Mengapa Sudaryono di ragukan ?

Namun, pengamat bersikap skeptis atas pemilihan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru.

Ahli Kebijakan dan Kesehatan Pangan di MBG Watch, Isnawati Hidayah, meragukan latar belakang Sudaryono yang tidak punya keahlian dalam bidang pemenuhan gizi.

Selain itu, Sudaryono dikenal sebagai "orang dekat" Prabowo di Partai Gerindra.


"Dia itu kan politikus, pengusaha, dan dari Partai Gerindra. Dia dipilih bukan berdasarkan meritokrasi, bukan karena capable [mampu]. Tapi memang nepotisme," ujarnya.

"Kami melihatnya dia ditunjuk karena memiliki jejaring [yang dekat dengan Presiden] seperti Dadan Hindayana dan Nanik Deyang…"


"Mereka memang bukan meritokrasi di bidang itu yang berhubungan dengan pemenuhan gizi anak. Buktinya Ibu Nanik, baru sebulan sudah menyerah," sambungnya.


Melihat posisi Sudaryono, Isnawati menilai sulit bagi pria tersebut untuk mengambil keputusan secara transparan, objektif, dan akuntabel alias tanpa dipengaruhi oleh "kedekatan dan kekuasaan.

gambar, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono (kiri) meninjau inovasi pertanian berupa pestisida nabati yang dipamerkan pada kegiatan Temu Tani di Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Direktur Riset Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Askar Wahyudi, sependapat.

Dia berkata, penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN tak lepas dari konflik kepentingan dengan Partai Gerindra yang dia klaim memiliki sebagian besar dapur MBG.

Klaim itu sejurus dengan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut setidaknya ada tujuh yayasan pengelola dapur MBG yang memiliki kaitan dengan individu dari Partai Gerindra.

Itu mengapa, dia tak heran kalau pucuk pimpinan BGN tidak memiliki latar belakang yang berkaitan dengan kesehatan atau gizi.

"Kalau dilihat dari kacamata tata kelola kelembagaan, tidak masuk [penunjukan Sudaryono]," sebut Media Askar.

Apa saja permasalahan yang harus diselesaikan Sudaryono?

Terlepas dari pro-kontra penunjukan Sudaryono, Isnawati Hidayah mengatakan persoalan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) sudah terlalu rumit.

Selain didera pusaran dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan pejabat BGN seperti Dadan Hindayana, sedari awal lembaga ini tidak punya strategi yang jelas dalam menjalankan programnya.

"Artinya mau seperti apa program makan bergizi gratis di Indonesia dan yang paling penting tata kelolanya sudah salah dari awal," ucap Isnawati.

"Ditambah para pemimpinnya tidak memiliki kepakaran dan meritokrasi di bidang itu."

gambar, Siswa berdoa sebelum menyantap makanan dari porsi makan bergizi gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqan, di Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (22/7/2026).


Hal lain, BGN tidak pernah melakukan evaluasi dan audit terbuka setelah satu tahun lebih program MBG berjalan. Apalagi di tengah banyaknya kasus dugaan keracunan.

Merujuk laporan Komnas HAM, dalam 1,5 tahun MBG, ditemukan 449 kejadian luar biasa keracunan pangan yang berdampak pada 38.000 orang.

Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sejak awal tahun 2005 hingga April 2026, terdapat 33.626 pelajar di Indonesia mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.

"Yang paling basic, evaluasi dan audit. Sudah satu tahun lebih MBG secara serampangan berjalan. Kami masyarakat sipil menginginkan ada evaluasi, katanya saat libur sekolah, tapi faktanya tidak ada perubahan."

Persoalan lain, menurut Media Askar Wahyudi, BGN masih kelimpungan membereskan persoalan dapur-dapur MBG yang lokasinya tidak sesuai dengan kebutuhan.

Untuk diketahui, dari 27.469 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia, jumlah dapur MBG yang beroperasi di wilayah dengan stunting tertinggi seperti Papua tidak sampai 1%.

Bandingkan dengan jumlah SPPG di Jawa dengan angka stunting paling rendah, mencapai 53%.

"Padahal sebetulnya kan, lokasi SPPG itu asal-asalan karena BGN juga. Jadi bukan awalnya SPPG terbentuk karena desain kebijakan yang tepat, tapi afiliasi dan konflik kepentingan," jelas Media Askar.

"Yang penting dapurnya sekian, kemudian partai ini minta jatah. Nah sekarang setahu saya, exit plannya belum ada bagaimana dapur ini ke depan. Terus kalau yang sudah kontrak bagaimana nasibnya."

gambar, Pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026).


Masih terkait perkara dapur, Media Askar menilai jika Sudaryono betul-betul ingin membenahi program andalan Presiden Prabowo, maka dia dan lima pejabat baru MBG harus berani menghentikan ribuan dapur milik Polri dan TNI, bahkan yang terafiliasi dengan partai politik.

Sebab, sedari awal pembentukan dapur-dapur itu melanggar aturan terkait pengadaan barang dan jasa.


"Itu salah satu pelanggaran awal terjadi kenapa titik-titik SPPG dimiliki oleh orang-orang yang punya konflik kepentingan. Karena itu harusnya enggak akan terjadi kalau mengikuti aturan. Sedari awal sudah bermasalah, inkonstitusional."


"Sekarang sudah terlanjur hancur," cetusnya.


"Jadi, solusinya, hentikan semua [SPPG bermasalah]. Meskipun, saya rasa enggak mungkin berani secara politik."

Setelah penghentian dapur-dapur yang disebutnya melanggar aturan dan salah sasaran itu, barulah BGN bisa menata ulang lokasi SPPG sesuai kebutuhan dan target penerima manfaat. Semisal di daerah dengan angka stunting tinggi serta wilayah 3T.


Dengan begitu, hitungan Celios, anggaran untuk program MBG hanya membutuhkan Rp67 triliun, bukan Rp287 triliun per tahun.

"Jadi tidak perlu institusi besar seperti BGN untuk pelaksanaan program MBG. MBG bisa dikelola tersentralisasi oleh sekolah, komunitas, puskesmas."

"Itu idealnya, tapi secara politik sepertinya enggak memungkinkan. Melihat pidato Presiden Prabowo kemarin, dia justru merasa diserang," ia menambahkan.

"Kalau sekarang ada lima pimpinan baru mau memperketat keuangan, pengawasan, saya enggak yakin akan efektif. Lagi-lagi soal konflik kepentingan siapa yang punya SPPG."

Sudaryono klaim tidak punya SPPG

Setelah dilantik, Sudaryono berkata penunjukan ini adalah amanah besar yang harus dijalankannya. Sebab, MBG merupakan program besar dan satu dari prioritas Presiden.

"Insyallah saya akan bekerja sebaik mungkin," ucapnya.

Ia kemudian mengakui perlu adanya perbaikan dalam tata kelola MBG termasuk transparansi. Sebagai Kepala BGN, Sudaryono bilang memiliki pekerjaan rumah yang harus diperbaiki dengan dukungan seluruh jajaran BGN dan kabinet.

"Ini anggaran besar dan harus diperuntukkan untuk rakyat, yang tidak transparan dibuat transparan. Yang manual dibuat tidak manual atau digital dan ada record-nya. Yang sembunyi-sembunyi, tidak boleh terjadi dan segalanya harus terang benderang," katanya di Istana Kepresidenan.

gambar, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono (kanan) meninjau produk pertanian yang dipamerkan pada kegiatan Temu Tani di Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).


Setiap tetes rupiah dikeluarkan harus sesuai dengan tujuan program, bukan hanya menyediakan makanan tapi gizi yang sesuai dan baik untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui," sambungnya.


Sudaryono lantas menekankan bahwa nantinya jika ada pihak-pihak yang mengklaim sebagai "orang kepercayaannya" atau keluarganya, maupun sahabatnya namun "menawarkan jasa", ia memastikan hal itu tidak dibenarkan.

Dia bahkan meminta supaya orang tersebut dilaporkan ke aparat penegak hukum.

"Semua yang mengenal saya, minta maaf, barangkali saya tidak memberikan atensi khusus, tidak memberikan prioritas kalau yang dibahas seputar pekerjaan. Saya ingin penyelesaian masalah dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme."

Lebih dari itu, dia menegaskan dirinya tidak mempunyai SPPG. Begitu juga keluarganya.

"Enggak ada. Enggak ada (keterlibatan ke SPPG) dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur (MBG)," klaimnya.

Apa alasan Nanik Deyang mundur?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengundurkan diri dari jabatannya. Dia belum genap dua bulan menjalankan jabatannya, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni lalu.

Kabar pengunduran diri Nanik dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia menyebut Nanik mundur karena hendak menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ucap Dirga seperti dilansir Kompas.com, Rabu (22/07).

Kepada wartawan, Dirga menyebut Nanik merupakan sosok yang peduli, terutama "ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan".

Selama dipercaya memangku jabatan Kepala BGN, klaim Dirga, Nanik telah membongkar masalah di lembaga tersebut dan "meletakkan fondasi perbaikan".

gambar, Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di KPK, Jakarta, Selasa (07/07).


Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik Deyang menyatakan akan berangkat ke luar negeri dalam rangka pengobatan jantung, Rabu (22/07). Namun tak jelas, negara mana yang akan dia tuju.

Meskipun sudah tak lagi menjabat, Nanik bilang akan tetap mengawasi implementasi Makan Bergizi Gratis.

"Ini bukan karena saya tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tulisnya.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya dan Presiden menyetujui. Namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulis Nanik.

Nanik berkata akan "tetap berjuang dan mendukung Presiden Prabowo".

Nanik mengeklaim, merujuk rentang 14 tahun dia menjadi pendukung Prabowo, MBG bukan untuk kepentingan politis atau demi Pemilihan Presiden 2029.

Pesan tertulis dengan berbagai klaim

Dalam tulisannya, Nanik membuat berbagai klaim lainnya.

Salah satunya, kata Nanik, meski periode kepemimpinannya di BGN pendek, tapi dia telah meletakkan dasar-dasar perbaikan pada program MBG. Penggantian lima pejabat eselon I yang diambil dari lima kementerian berbeda disebut Nanik sebagai bukti dari klaim ini.

"Saat ini juga sudah dibuat 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai dari tim refocusing untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran," tulis Nanik.

"Pak Presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (balita, busui, dan bumil), anak-anak SD-SMP, serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis. Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T yang sebagian besar masih sulit dijangkau."

"Insyallah pengganti saya adalah 'adik saya' di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," tulis Nanik.

Nanik dalam pusaran dugaan korupsi MBG?

Pengunduran diri Nanik Deyang terjadi tak lama setelah namanya disebut-sebut dalam pusaran dugaan korupsi MBG yang kini ditangani Kejaksaan Agung.

Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menuduh Nanik terlibat dalam perubahan nama yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang diduga terafiliasi dengan Nanik.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyebut kliennya mengungkap tuduhan terkait Nanik saat diperiksa selama kurang lebih 9,5 jam di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, 18 Juni lalu.

"Tadi dalam BAP (berita acara pemeriksaan), Pak Sony menjelaskan NSD (Nanik Sudaryati Deyang) ada merubah-ubah yayasan. Yayasan ini namanya diubah dengan namanya ini, diubah lagi dengan namanya ini, jadi tiga kali mengubah," kata Krisna kepada wartawan

Krisna mengklaim yayasan SPPG yang diduga dimiliki Nanik kini telah berubah nama. Dapur MBG yang dituduhkan Sony itu dituding berada di sejumlah daerah, seperti Bogor dan Madiun.

Krisna, merujuk tuduhan Sony, menyebut perubahan nama yayasan SPPG itu dilakukan tanpa melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Nanik membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, terkait afiliasi dengan sejumlah yayasan pengelola dapur MBG ini.

"Apa kaitannya yayasan ini dengan saya? Silakan cek PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), apakah ada aliran uang dari yayasan ini kepada saya," kata Nanik kepada Majalah Tempo.

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).


Nanik juga membantah terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di BGN.

Dugaan intervensi dalam pengadaan barang dan jasa kini menjerat eks Kepala BGN, Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Nanik membuat klaim, pengadaan barang dan jasa yang dipersoalkan Kejaksaan Agung mulai dilakukan pada Juni 2025 atau tiga bulan sebelum dirinya resmi masuk sebagai salah satu petinggi BGN.


Nanik dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.


"Kalau ada pengadaan-pengadaan, enak aja, gua enggak ikut. Pengadaan kan bulan Juni 2025. Selain enggak ikut, gue ini kagak pernah diajakin rapat [oleh Dadan dan petinggi lainnya]," kata Nanik, dalam siniar Total Politik, 14 Juni lalu.


Apa kata Kejaksaan Agung terkait Nanik?

Menanggapi tuduhan yang disampaikan Sony Sanjaya kepada Nanik, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut penyidik tidak bisa bergantung pada keterangan satu orang.

Tuduhan itu, kata dia, harus diperkuat dengan bukti dan keterangan saksi lain, serta dokumen pendukung.


Syarief bilang, penyidikan kasus di BGN terus berjalan dan Nanik Deyang berpotensi diperiksa penyidik.


"Semua orang yang mengetahui, mengalami, itu berpotensi diperiksa sebagai saksi, berpotensi ya. Tapi semua orang sebagai saksi itu belum tentu dia melakukan penyimpangan," ucapnya, Selasa (23/06).