About

Minggu, 15 Maret 2026

Dinas hingga Puskesmas di Cilacap 'Dipalak' buat THR Lebaran, Target Rp 750 Juta

 


KPK mengungkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman memasang target saat melakukan pemerasan ke sejumlah dinas hingga puskesmas untuk memberi THR ke Forkopimda. KPK menyebut target yang dipasang hingga Rp 750 juta.

"Sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan 'target setoran' mencapai Rp 750 juta," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Asep juga menjelaskan, dari total target tersebut, masing-masing satuan kerja (satker) diminta menyetor uang mulai dari Rp 75 juta hingga Rp 100 juta. Dia mengatakan, Kabupaten Cilacap sendiri memiliki 25 perangkat daerah, 2 rumah sakit umum daerah, dan 20 puskesmas.

"Pada awalnya setiap satuan kerja (satker) ditarget untuk bisa menyetor uang Rp 75 juta sampai Rp 100 juta. Meskipun pada realisasinya setoran yang diterima beragam, mulai Rp 3 juta hingga Rp 100 juta per perangkat daerah," ungkap Asep.

Diketahui, Bupati Cilacap Syamsul mengumpulkan uang ini dengan memerintahkan Sekda Cilacap, Sadmoko Danardono. Sadmoko diminta mengumpulkan uang sebagai kepentingan THR Lebaran 2026.

"Bahwa Saudara AUL selaku Bupati Cilacap periode 2025-2030, dalam rangka Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1447 H, memerintahkan Saudara SAD selaku Sekda Kabupaten Cilacap, mengumpulkan uang untuk kebutuhan memberikan THR untuk pribadi dan pihak-pihak eksternal," ujar Asep.

Adapun Syamsul meminta setoran diserahkan pada 13 Maret 2026. Jika belum menyetor, perangkat daerah itu akan ditagih para asisten pemkab dibantu oleh Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Cilacap.

Hingga total terkumpul sebanyak Rp 610 juta. Lalu uang itu diserahkan ke Sadmoko dari salah satu asisten bernama Ferry Adhi Dharma.

"Bahwa selanjutnya, dalam periode 9-13 Maret 2025, sebanyak 23 perangkat daerah Kabupaten Cilacap telah menyetorkan permintaan Bupati yang dikumpulkan melalui FER dengan total mencapai Rp 610 juta," ujar Asep.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK kemarin. Bupati Syamsul terjaring OTT bersama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono.

Sebelum dibawa ke Jakarta, Bupati Syamsul sempat diamankan ke Polresta Banyumas setelah terjaring OTT. Di sana ia menjalani pemeriksaan awal oleh tim KPK.

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan kasus yang menjerat Bupati Syamsul dan Sekda Sadmoko terkait dugaan pemerasan.

"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap," kata Budi.

Jumat, 13 Maret 2026

Neraka Hormuz: Hanya 5 Kapal Nekat Melintas di Bawah Ancaman Rudal

 

Konflik terbaru di Timur Tengah mengguncang salah satu jalur energi terpenting di dunia. Selat  Hormuz mendadak berubah dari jalur perdagangan minyak paling sibuk menjadi rute yang nyaris kosong.

Kapal tanker yang membawa minyak, bahan bakar olahan, dan LNG hampir berhenti melintas setelah dimulainya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Melansir dari The Economist, ketegangan ini memicu guncangan energi global yang langsung terasa di pasar.


Selat tersebut memang selalu menjadi rute yang menantang bagi pelaut. Jalurnya sempit, dangkal, padat lalu lintas, dan sering tertutup kabut debu. Dalam situasi konflik, kondisinya berubah jauh lebih berbahaya.


Pegunungan tandus di pesisir Iran memberi posisi strategis bagi sistem pertahanan. Iran disebut menyiapkan berbagai ancaman laut, termasuk ranjau laut, kapal serang cepat, drone, serta rudal balistik dan jelajah yang dapat menargetkan kapal di jalur pelayaran.




Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi peringatan keras kepada Iran. Ia menyatakan konsekuensi militer akan sangat berat jika ranjau benar-benar dipasang di selat tersebut. Menurut klaim Pentagon, 16 kapal kecil yang diduga digunakan untuk menebar ranjau telah dihancurkan oleh pasukan Amerika. Washington juga berencana memberikan pengawalan militer untuk konvoi tanker serta membantu menekan premi asuransi pelayaran yang melonjak.


Langkah pengawalan itu mengingatkan pada operasi militer era 1980-an saat perang Iran-Irak. Amerika menjalankan operasi pengawalan tanker Kuwait agar tetap bisa melintasi kawasan Teluk. Namun situasi saat ini jauh lebih kompleks. Beberapa negara Eropa dan Pakistan mulai mempertimbangkan mengirim kapal pengawal sendiri, sementara rencana konvoi militer belum benar-benar terbentuk.


Nilai strategis jalur ini sangat besar. Lebih dari seperempat ekspor minyak laut dunia melewati Strait of Hormuz.


Berbeda dengan jalur seperti Suez Canal yang memiliki rute alternatif, kapal pengangkut energi dari Teluk praktis tidak punya pilihan lain selain melewati selat tersebut. Dampaknya terlihat jelas di laut, tanker bermuatan penuh menumpuk di sisi barat selat, sementara kapal kosong menunggu di sisi timur.


Data perusahaan intelijen pasar Vortexa menunjukkan perubahan drastis dalam arus kapal. Sebelum perang pecah pada 28 Februari, rata-rata 46 tanker melewati selat setiap hari.


Setelah konflik dimulai, jumlahnya jatuh menjadi lima kapal atau bahkan lebih sedikit per hari. Beberapa kapal tetap nekat melintas karena potensi keuntungan tinggi, walau risiko serangan meningkat.




Ancaman Iran di laut tidak berdiri sendiri. Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Teheran sebelumnya sudah menekan jalur pelayaran global di sekitar Bab al-Mandab dan Laut Merah. Melansir dari The Economist, serangan drone dan rudal murah dari kelompok tersebut sempat menurunkan arus kapal di jalur yang menghubungkan Laut Merah dan Terusan Suez. Aktivitas pelayaran hingga kini belum sepenuhnya pulih.


Para analis militer melihat geografi sebagai faktor penentu dalam konflik laut seperti ini. Wilayah sempit seperti Strait of Hormuz memberi keuntungan bagi pihak yang bertahan di daratan. Kapal musuh harus mendekat ke garis pantai, sehingga lebih mudah menjadi target rudal, drone, atau kapal serang cepat.


The Economist melaporkan peneliti militer di berbagai lembaga menilai pembukaan kembali jalur tersebut tidak akan sederhana. Jika Iran benar-benar menebar ranjau, operasi pembersihan harus dilakukan setelah ancaman rudal, drone, dan kapal cepat dilumpuhkan. Kapal penyapu ranjau sendiri rentan terhadap serangan, sementara teknologi baru yang menggunakan drone laut masih jarang diuji dalam situasi perang terbuka.


Dampaknya terhadap ekonomi global langsung terasa. Jalur ini memegang peranan penting dalam aliran energi dunia. Gangguan kecil saja dapat memicu lonjakan harga minyak dan premi asuransi kapal. Jika ketegangan berlarut, pasar energi berisiko menghadapi guncangan besar karena pasokan dari Teluk Persia menjadi sulit keluar ke pasar internasional.

Kamis, 12 Maret 2026

Pemimpin Tertinggi Baru Iran Kena Rudal Israel-AS, Begini Kondisinya


 Publik jagat maya dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka parah. Ia disebut menderita cedera serius usai serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel, 28 Februari lalu, yang juga menewaskan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei.

Hal ini kemudian dikomentari putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian. Ia yang juga menjabat sebagai penasihat pemerintah menegaskan bahwa kondisi Mojtaba Khamenei saat ini dalam keadaan baik dan tidak dalam bahaya meski serangan militer besar-besaran tengah mengguncang Teheran. 

Saya mendengar berita bahwa Tuan Mojtaba Khamenei telah terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, dia dalam keadaan aman dan sehat," ujar Pezeshkian melalui sebuah unggahan di kanal Telegram resminya, dikutip Rabu (11/3/2026).


Meskipun pihak keluarga kepresidenan memberikan bantahan, media pemerintah Iran memberikan sinyal yang sedikit berbeda. Televisi negara baru-baru ini menyebut Mojtaba Khamenei sebagai "veteran perang Ramadan yang terluka" meski tidak merinci jenis cedera yang dialami.

Di sisi lain, media Barat justru melaporkan informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi fisik Mojtaba sejak awal dimulainya invasi udara. Berdasarkan data intelijen yang dihimpun, terdapat dugaan kuat bahwa sang pemimpin terkena dampak ledakan saat mendampingi ayahnya di hari pertama serangan.


"Khamenei menderita luka di kakinya pada hari pertama perang, 28 Februari, ketika ayahnya, pemimpin tertinggi Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara," 

Ketegangan antara poros AS-Israel melawan Iran ini bermula dari eskalasi panjang terkait program nuklir Teheran dan pengaruh milisi pro-Iran di kawasan Timur Tengah. Hubungan mencapai titik didih terendah setelah rentetan serangan balasan yang melibatkan proksi regional, hingga akhirnya AS dan Israel meluncurkan operasi militer langsung ke jantung pertahanan Iran guna melumpuhkan struktur komando tertinggi negara tersebut.


Konflik ini kini telah berkembang menjadi perang terbuka yang mengancam stabilitas energi global dan keamanan internasional. Operasi militer yang menargetkan figur-figur kunci seperti keluarga Khamenei dipandang sebagai upaya sistematis untuk menciptakan kekosongan kekuasaan di Iran, sementara Teheran bersumpah akan terus melakukan perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Barat.

Rabu, 11 Maret 2026

Menlu Iran Sebut Perang AS-Israel Telah Gagal




Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa perang Amerika Serikat dan Israel terhadap negara Republik Islam tersebut telah gagal.
Dengan menyerang infrastruktur energi Iran, mereka telah menyebabkan harga minyak meroket, katanya.

"Mereka gagal mencapai tujuan mereka di awal, dan sekarang, setelah 10 hari, saya pikir mereka tidak memiliki tujuan," ujar Menlu Iran itu.

Dia juga mengatakan kepada PBS News, bahwa bernegosiasi dengan AS tidak lagi menjadi agenda, setelah "pengalaman yang sangat pahit" selama putaran pembicaraan nuklir sebelumnya.

"Mereka berjanji kepada kami bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang kami, dan mereka ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran secara damai dan menemukan solusi yang dinegosiasikan," kata Araghchi. "Namun, mereka tetap memutuskan untuk menyerang kami," ujarnya.

"Saya rasa pertanyaan tentang berdialog dengan Amerika... sekali lagi tidak akan dipertimbangkan," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran saat ini sudah "sangat tuntas". Trump menyebut Washington jauh lebih cepat dari perkiraan awal soal perang akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.

Pernyataan terbaru Trump itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026), disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone- drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.
Militer AS sebelumnya mengatakan pasukannya telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer, yang diberi nama "Operation Epic Fury" ini.

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, dalam wawancara telepon itu.

Lebih lanjut, Trump juga menyebut bahwa AS "sangat jauh" melebihi perkiraan awal untuk durasi perang, yang sebelumnya diperkirakan oleh Trump sendiri akan berlangsung selama 4-5 minggu.

"Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal," sebutnya.

Ketika ditanya apakah menurutnya perang akan segera berakhir, Trump menjawab: "Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain."
"Rencana A gagal, dan sekarang mereka mencoba rencana lain, tetapi semuanya juga gagal," kata Araghchi, dilansir Al Ajazeera, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan bahwa AS dan Israel tidak memiliki tujuan akhir, dan karena itu melancarkan serangan tanpa pandang bulu terhadap daerah permukiman

Senin, 09 Maret 2026

Panglima TNI Perintahkan Siaga 1, Antisipasi Konflik Timur Tengah

 


Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan jajarannya untuk siaga tingkat 1 sebagai langkah antisipasi perkembangan situasi di dalam negeri akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Surat ini diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 maret 2026.

Ada tujuh perintah dalam telegram itu. Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alutsista serta melakukan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian.

Patroli tersebut mencakup bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara dan lain-lain.

Ada tujuh perintah dalam telegram itu. Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alutsista serta melakukan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian.

Patroli tersebut mencakup bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara dan lain-lain.

Kedua,Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan melaksanakan deteksi dini serta pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Ketiga,Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diminta memerintahkan atase pertahanan RI di negara-negara terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI), serta menyiapkan rencana evakuasi apabila diperlukan.

BAIS diminta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Keempat,Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan kawasan kedutaan besar serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusifitas DKI Jakarta.

Kelima,satuan intelijen TNI diperintahkan melakukan deteksi dini dan pencegahan adanya kelompok yang memanfaatkan situasi di Timur Tengah untuk membuat situasi dalam negeri tidak kondusif.

Keenam, Badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing.

Ketujuh, setiap perkembangan situasi yang terjadi harus segera dilaporkan kepada Panglima TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan instruksi Panglima TNI itu.

Ia mengatakan sesuai amanat UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara.

Ia menjelaskan TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional.

"Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin," kata Aulia saat dihubungi, Minggu (8/3).

Minggu, 08 Maret 2026

PBB Mulai Bergerak, Serangan AS Bom SD Iran Bakal Ditindak


 Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Türk mendesak dilakukan penyelidikan cepat atas serangan mematikan yang menghantam sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Desakan ini muncul setelah sebuah investigasi media menyebutkan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh militer Amerika Serikat.

Serangan itu terjadi pada hari pertama perang, Sabtu pekan lalu, ketika sebuah sekolah dasar di kota Minab dilaporkan terkena serangan udara. Pejabat Iran menyebutkan sedikitnya 150 orang tewas dalam insiden tersebut.


Türk mengecam keras peristiwa itu dan menyebutnya sebagai tragedi besar. Ia menegaskan bahwa penyelidikan harus dilakukan dengan cepat dan terbuka.



"Ini adalah insiden yang benar-benar tragis. Saya berharap investigasi dilakukan dengan segera dan secara penuh transparan," ujar Türk kepada wartawan di Geneva, Swiss dilansir dari AFP.


Ia juga menegaskan pentingnya pertanggungjawaban atas insiden tersebut.


"Kami juga berharap ada akuntabilitas, karena jelas kesalahan telah terjadi," katanya.


Hingga kini baik Israel maupun Amerika Serikat belum secara resmi mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Lokasi sekolah yang terkena serangan berada tidak jauh dari sejumlah fasilitas yang dikuasai oleh Islamic Revolutionary Guard Corps.


Departemen Pertahanan AS sendiri menyatakan sedang melakukan investigasi terkait insiden itu.

Laporan investigasi yang dipublikasikan oleh The New York Times pada Kamis menyebut pernyataan militer AS mengenai operasi serangan terhadap target angkatan laut di sekitar Selat Hormuz mengindikasikan bahwa pasukan AS kemungkinan besar berada di balik serangan tersebut.


Analisis terhadap unggahan media sosial pada saat kejadian, serta foto dan video dari para saksi, menunjukkan bahwa sekolah Shajare Tayyebeh School terkena serangan pada waktu yang sama dengan target pangkalan angkatan laut IRGC di wilayah tersebut.


Dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan kepada Reuters bahwa penyelidik militer "meyakini kemungkinan besar" pasukan AS bertanggung jawab atas serangan itu.


AFP menyatakan belum dapat mengakses langsung lokasi kejadian untuk memverifikasi secara independen jumlah korban maupun kronologi peristiwa.


Kepala perwira militer tertinggi AS, Dan Caine, sebelumnya menyampaikan bahwa Amerika Serikat memang tengah melakukan serangan di wilayah Iran selatan pada waktu yang sama.


Menurut laporan The New York Times, Caine bahkan menunjukkan sebuah peta yang menggambarkan area yang mencakup Minab sebagai bagian dari wilayah yang menjadi target serangan dalam 100 jam pertama operasi militer tersebut.


Kota Minab sendiri berada sekitar 25 kilometer dari Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.


Caine juga menyebut bahwa operasi militer Israel lebih banyak berlangsung di wilayah Iran bagian utara.

Türk menyambut baik pernyataan pemerintah AS yang menyatakan akan melakukan penyelidikan. Namun ia menegaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan dengan cepat.


"Kami membutuhkan hal ini dilakukan dengan sangat cepat, dan kami juga harus memastikan ada akuntabilitas serta pemulihan bagi para korban," ujarnya.


Ia juga menyoroti adanya kekhawatiran serius terkait kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional dalam konflik yang sedang berlangsung.


"Ada kekhawatiran signifikan terkait penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, terutama terkait cara operasi militer dilakukan, termasuk langkah-langkah kehati-hatian, prinsip pembedaan target, serta proporsionalitas," kata Türk.


Ia menegaskan bahwa sekolah merupakan institusi sipil yang seharusnya tidak pernah menjadi sasaran serangan.


"Ketika yang terkena serangan adalah sebuah sekolah, itu jelas merupakan institusi sipil yang seharusnya tidak pernah diserang," ujarnya.


Selain itu, menurutnya masih ada pertanyaan mengenai jenis senjata yang digunakan serta waktu terjadinya serangan.


"Serangan itu terjadi pada pagi hari, saat anak-anak kemungkinan besar sedang berada di sekolah. Faktor-faktor ini harus dipertimbangkan," tambahnya.

Kelompok pemantau HAM berbasis di Norwegia, Hengaw Organization for Human Rights, melaporkan bahwa sekolah tersebut sedang menjalankan sesi belajar pagi ketika serangan terjadi dan diperkirakan sekitar 170 siswa berada di lokasi.


Türk mengatakan tragedi tersebut menyimpan pelajaran pahit bagi komunitas internasional.


"Ada pelajaran yang sangat mengerikan dan tragis ketika anak-anak perempuan terbunuh dengan cara seperti ini," katanya.


Ia berharap insiden tersebut tidak hanya diikuti jaminan agar kejadian serupa tidak terulang, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasi militer yang berlaku.


"Saya berharap tidak hanya ada jaminan bahwa hal ini tidak akan terulang, tetapi juga dilakukan peninjauan terhadap seluruh prosedur operasi standar yang berkaitan dengan situasi seperti ini," ujarnya.


Türk menegaskan tanggung jawab penyelidikan kini berada pada pihak yang melakukan serangan tersebut.


"Beban tanggung jawab sekarang benar-benar ada pada pihak yang melakukan serangan ini untuk melakukan penyelidikan seperti itu," kata dia.


"Kami berharap akuntabilitas benar-benar ditegakkan." lanjutnya.

Kamis, 05 Maret 2026

Baru 4 Hari Perangi Iran, AS Sudah Tekor Rp33 T

 


-- Amerika Serikat (AS) rugi hingga mencapai Rp33 triliun (asumsi kurs Rp16.880 per dolar AS) hanya dalam empat hari perang melawan Iran. Kerugian AS dihitung dari kehilangan peralatan militer sejak Sabtu (28/2).

Mendia Tukri, Anadolu, melaporkan kerugian peralatan militer tersebut meliputi terminal komunikasi satelit (SATCOM), pesawat tempur F-15E Strike Eagle, dan peralatan radar.

Faktor utama penyebab kerugian tersebut adalah sistem radar peringatan dini AS AN/FPS-132 yang rusak akibat serangan rudal Iran pada Sabtu (28/2). Sistem radar senilai US$1,1 miliar atau setara Rp18,56 triliun tersebut ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.

Pada serangan awal, Iran menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, serta menghancurkan dua terminal SATCOM dan beberapa gedung besar. Menurut laporan intelijen sumber terbuka, terminal SATCOM tersebut diidentifikasi sebagai AN/GSC-52B senilai US$20 juta atau Rp337,5 miliar.

Kemudian, Iran juga mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 senilai US$500 juta atau setara Rp8,5 triliun dari Sistem Pertahanan Rudal Balistik (ABM) THAAD, yang dipasang di Kota Industri Al-Ruwais di Uni Emirat Arab.

Selain itu, pada Minggu (1/3), sebanyak tiga pesawat F-15E Strike Eagle rusak ditembak pertahanan udara Kuwait, yang diperkirakan senilai US$282 juta atau setara Rp4,75 triliun. Meski armada rusak, keenam awak pesawat dilaporkan selamat.

Dengan menggabungkan biaya kerugian tersebut, Iran diduga telah merusak aset militer AS senilai US$2 miliar atau setara Rp33 triliun.

Iran menargetkan setidaknya tujuh lokasi militer AS di Timur Tengah, yakni markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem, dan Camp Buehring di Kuwait.

Kemudian, Pangkalan Erbil di Irak, Pelabuhan Jebel Ali di UEA (pelabuhan terbesar Angkatan Laut AS di Timur Tengah), dan Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar.

Perang Iran melawan AS dan Israel pecah sejak 28 Februari silam.

Gara-garanya, AS dan Israel melancarkan serangan provokasi kepada Iran. Kedua negara itu 'mengeroyok' Teheran dengan melancarkan serangan militer besar‑besaran, sehingga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran.