Rabu, 21 Oktober 2026

Kepung Kantor Dewan, Mahasiswa Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional!


 Sejumlah mahasiswa dan masyarakat sipil di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia menggelar demonstrasi pada Selasa (20/10). Unjuk rasa digelar bertepatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pada pagi hari, sekitar pukul 06.05 WIB, 11 aktivis Greenpeace membentangkan spanduk di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Usai menjalankan aksinya, mereka dibawa ke Polda Metro Jaya dan belum dibolehkan pulang hingga sekitar pukul 20.05 WIB.

"Saat ini, enam dari 11 orang yang tadi beraksi belum diperbolehkan pulang tanpa dasar hukum yang jelas," ujar Daniel Winatra dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). Daniel menduga polisi mencoba mencari-cari pelanggaran hukum yang tidak ada. Ia berkata sempat diminta untuk menunggu proses pemeriksaan selama enam jam.

Para aktivis ini disebut menunggu Seksi Koordinasi dan Pengawasan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Korwas reskrimsus) karena dugaan sementara terkait pelanggaran UU Cagar Budaya.Terkait hal ini, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung berkata pihaknya akan mengecek rekaman CCTV di sejumlah titik dan meminta keterangan personel yang bertugas ketika peristiwa itu terjadi.

Menurut dia, ini diperlukan untuk melihat cara para aktivis tersebut bisa sampai di atas Patung Selamat Datang yang disebut sebagai cagar budaya. Saat berita ini ditayangkan, keenam aktivis Greenpeace tersebut telah dilepaskan oleh kepolisian.

Bagaimana situasi demonstrasi di berbagai kota?

Demonstrasi menjalar di Jakarta, di Yogyakarta, dan Bandung, Jawa Barat, pada hari yang sama. Di Jakarta, ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan koalisi masyarakat sipil menggelar demonstrasi di Tugu Tani.

"Prabowo sudah gagal. Prabowo sudah gagal. Bowo-Gibran sudah gagal. Bowo-Gibran sudah gagal," ujar orator meneriakkan yel-yel diikuti massa aksi, seperti dilaporkan jurnalis BBC News Indonesia dari lokasi. Mereka membawa lima tuntutan di momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pertama, para demonstran mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional sekaligus memulihkan ekosistem terdampak. Kedua, mereka menuntut pemerintah memperbaiki tata kelola ekonomi yang berdampak terhadap pasar dan kehidupan masyarakat. Ketiga, mereka meminta pemerintah menghormati hak asasi manusia dan demokrasi. Alasannya, kata mereka, ruang sipil semakin sempit, termasuk akibat masuknya militer dalam berbagai urusan sipil.

Para pengunjuk rasa juga mengkritik berbagai kasus kriminalisasi terhadap warga yang berpendapat dan mengkritik.Keempat, mereka mendesak pemerintah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dan terakhir, mereka meminta pemerintah segera memperbaiki layanan pendidikan dan kesehatan demi kesejahteraan publik.

Salah satu peserta aksi, Nazhira dari BEM IPB mengeluhkan tingginya biaya hidup selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. "Sekarang terasa, untuk apa-apa harga barang naik semua. Sedikit-sedikit tapi lama-lama jadi bukit," katanya.Ia juga membandingkan uang jajan dua tahun lalu saat masih duduk kelas 11 SMA. Kata dia, dengan uang Rp100 ribu bisa untuk jalan-jalan, nonton bioskop, membeli makan dan minum.

"Kalau sekarang uang itu paling untuk ongkos dan nonton saja. Beli makan dan minum tidak bisa," katanya.Sekitar pukul 18.00 WIB, massa aksi yang berada di kawasan Tugu Tani menduduki salah satu patung paling ikonik di Jakarta Pusat. Mereka memampang spanduk besar berisi tuntutan terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran

Dua peserta aksi memanjat tugu sepasang petani dengan ketinggian sekitar 10 meter. Mereka dibantu peserta aksi dengan saling menyokong. Sementara itu ratusan orang menyaksikan aksi tersebut dengan memasang mata dan kamera secara takjub, seraya berteriak, "Revolusi! Revolusi!"

Setelah spanduk tuntutan berkibar satu per satu demonstran mulai meninggalkan lokasi aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB.Di lokasi berbeda, puluhan mahasiswa juga berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10) siang.

Mereka membawa spanduk bertuliskan Rapor Merah 2 Tahun Tolak Rezim Fasis Prabowo-Gibran. Para demonstran mengajukan lima tuntutan, antara lain agar pemerintah segera menetapkan gelombang kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.

Para mahasiswa juga menuntut pemerintah segera mengadili korporasi yang bertanggung jawab terhadap karhutla, sekaligus memulihkan ekosistem yang terdampak.Mereka menuntut agar pemerintahan Prabowo segera membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan nasional."Kami hari ini membawa isu ini karhutla. 2045 Indonesia emas. Tapi anak-anak di Kalimantan bernapas susah," kata Muamar, salah satu peserta unjuk rasa.

"Kami, atas nama mahasiswa dan masyarakat Kalimantan, menyatakan Prabowo dan Gibran telah gagal menyelesaikan masalah ini," katanya Demo di Jayapura Kelompok mahasiswa di Kota Jayapura, Provinsi Papua, mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Mereka menyampaikan tuntutan itu acara bertajuk Mimbar Rakyat Papua, Selasa (20/10).

Stenly Dambujai, aktivis mahasiswa asal Papua Selatan, mengatakan kebakaran di sejumlah wilayah Merauke telah mengganggu aktivitas masyarakat adat yang bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dia berkata, dampak karhutla juga mengancam kesehatan warga, terutama perempuan dan anak-anak.

"Ini memang sangat mengganggu kesehatan, terutama ibu dan anak-anak, karena pernapasannya ISPA," kata Stenly kepada wartawan Ikbal Asra.Menurut Stenly, pemerintah daerah di Tanah Papua hingga pemerintah pusat perlu terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Dia meminta pemerintah mempercepat langkah penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masih memiliki banyak titik kebakaran. "Kami harap mungkin dalam beberapa bulan ke depan ini harus ada penanganan cepat dan juga lebih spesifik ke daerah-daerah yang hari ini titik-titik apinya masih sangat banyak," ujarnya. "Kami rasa harus ditingkatkan atau dinaikkan sebagai status bencana nasional."

"Apa yang pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten buat? Apakah hanya soal Proyek Strategis Nasional?" kata Stenly.

Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat Papua, yang juga ikut serta dalam pertemuan warga ini, juga mendesak pemerintah menghentikan dan mengevaluasi Proyek Strategis Nasional.Mereka menilai proyek itu merusak lingkungan dan mengancam hak masyarakat adat, terutama di Papua Selatan. Tuduhan ini selalu dibantah oleh para pejabat tinggi di Jakarta.

Kelompok mahasiswa ini menyebut hutan di Papua semakin terancam ekspansi perkebunan, pertambangan, pembangunan infrastruktur, serta proyek pangan dan energi. Mereka mengutip laporan Greenpeace yang menyebut pembukaan lahan untuk PSN di Papua Selatan mencapai sekitar 36.000 hektare, dengan deforestasi sekitar 19.900 hektare hingga Oktober 2025.

Di Yogyakarta, ribuan mahasiswa protes karhutla 

Sejak pukul 12 siang, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di gedung DPRD Provinsi Yogyakarta, Selasa (20/10).

Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai kelompok, termasuk Serikat mahasiswa UGM, UII Bergerak, Aliansi UMY Bergerak, BEM Nusantara DIY, HMI Cabang Yogyakarta, sampai Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Mereka berorasi bergantian menyuarakan berbagai tuntutan masing-masing terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Troy Amirul Ahmad, dari Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia, menyebut terdapat sekitar seribu rekan-rekan dari kampusnya yang mengikuti demonstrasi ini.

"Yang saat ini kami sedang sangat perhatikan adalah karhutla yang terjadi di berbagai titik di Indonesia," katanya pada jurnalis Furqon Ulya Himawan.Saya orang Sumatra, dan terdampak karhutla. Tapi pemerintah pusat dan anggota dewan hanya ongkang-ongkang," kata salah satu orator dari mahasiswa UII.Setelah berorasi, massa dari UII melanjutkan demo ke Titik Nol Kilometer.

 Di Makassar, mahasiswa memprotes karhutla

Puluhan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Makassar berdemonstrasi di depan kantor Bina Marga Sulawesi Selatan, yang menjadi kantor sementara DPRD Sulsel, Selasa (20/10). Para peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Muhamadiyah Satu ini memprotes terkait beberapa isu, termasuk karhutla, kata Koordinator lapangan Aliansi Unismuh Satu, Agung.

Sebagai protes, mereka juga membakar dua ban bekas di depan gerbang masuk perkantoran.Hari ini kami datang ke kantor sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan agar bisa menyampaikan tuntutan kami, kami menuntut usut tuntas dalang dibalik kebakaran hutan," ucap Agung.

"Yang paling penting juga hentikan deforestasi dan pengalihan fungsi lahan, karena hal ini yang dapat memperparah kebakaran hutan," ucapnya lagi. Demonstrasi mahasiswa di Makassar ini berlangsung dari siang. Hingga pukul 16.40 WITA, massa aksi masih bertahan di depan kantor DPRD Sulsel, untuk menunggu perwakilan legislator.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa di beberapa titik aksi di Makassar, termasuk di bawah flyover Pettarani, juga melangsungkan demo dengan tagar #2tahuntidakpatuh.Demonstrasi di Bandung Di Bandung, sekelompok pesepeda Bandung juga melakukan unjuk rasa dengan tema "Mengayuh ke Istana" pada Selasa (20/10).

Sebelum berangkat ke Jakarta, mereka berkumpul di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung untuk berorasi dan menyatakan sikap.Dalam aksi ini, sebanyak empat orang pesepeda Bandung akan mengayuh sepedanya hingga Jakarta, sementara yang lain mengiringi hingga batas kota  Bandung-Cimahi.

Dalam perjalanannya, para pesepeda itu akan beristirahat dan bergabung dengan pesepeda lainnya di Purwakarta, Karawang, dan Bekasi.Para pesepeda ini menargetkan akan tiba di Istana Negara pada Kamis (22/10) untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait karhutla. "Yang pertama, yang pasti kami menuntut untuk ditetapkannya status bencana skala nasional," ujar Kidung Saujana, koordinator Aksi Mengayuh ke Istana.

"Karena kebakaran bukan hanya terjadi di Kalimantan tapi juga di Sumatra, di Pulau Jawa, dan juga di Papua hari ini," kata Kidung. Kedua, mereka juga menuntut pengusutan kasus karhutla, termasuk pemeriksaan izin-izin usaha perusahaan yang terbukti bersalah. Tuntutan ketiga, lanjut Kidung, adalah revolusi tata cara penetapan status kawasan yang hingga saat ini masih mengadopsi status penetapan kawasan peninggalan Belanda.

"Yang keempat, kami menuntut semua kawasan-kawasan yang terbakar itu tidak dialihkungsikan. Jika itu awalnya hutan lindung, itu tetap hutan lindung. Jika itu kawasan konservasi, itu tetap konservasi dan tidak dialihkan, " tegas Kidung.Sementara itu, ratusan peserta demonstrasi, baik warga sipil dan mahasiswa, melakukan konvoi dari Jalan Asia Afrika ke Teras Braga Kota Bandung, Selasa (20/10).

Para demonstran membawa berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan, dari program MBG hingga sistem pajak untuk kelompok orang kaya di Indonesia. Isu karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan Papua juga menjadi isu yang menjadi perhatian mereka. Beberapa orang mengangkat poster yang berbunyi "Indonesia dibakar bukan terbakar" serta "All eyes on karhutla".

"Kami juga membawa tuntutan tentang kebakaran hutan di Kalimantan. Kami merasa itu adalah dampak dari perluasan perkebunan sawit yang terus diperbolehkan oleh rezim Prabowo-Gibran untuk investasi dan korporasi asing, " kata Dedes, koordinator demonstrasi.Dalam 14 poin tuntutannya, peserta unjuk rasa mendesak pemerintah menaikkan status karhutla menjadi bencana nasional. Mereka juga mendesak pemerintah menindak perusahaan yang terlibat karhutla.

Keresahan soal kebakaran hutan juga diungkapkan Rida, mahasiswi yang ikut turun ke jalan.  "Seperti yang sudah kita alami saat ini, dari tahun pertama mereka menjabat hingga saat ini, keadaan Indonesia benar-benar kacau. Apalagi di Kalimantan, Sumatra, kebakaran di mana-mana. Itu semua dibakar hanya untuk sawit, " ucap Rida, kepada jurnalis Yuli Saputra.

Selain mahasiswa, kaum ibu juga turun ke jalan, turut menyuarakan keresahannya di dua tahun rezim Prabowo-Gibran. "Dua tahun yang seperti neraka, dua tahun yang penuh penderitaan, dua tahun yang terasa seperti dua abad. Harus berhenti sekarang dua tahun yang penuh penderitaan untuk semua, " kata Susan Angelika, seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun.Susan memprotes melambungnya harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja yang semakin menipis, serta sumber daya alam dirampok dan hanya dinikmati oleh segelintir oligarki.

"Itu yang membuat Indonesia seperti neraka, " kata Susan.

Menurut Susan, karhutla yang terjadi di beberapa pulau di Indonesia, semakin membuktikan pemerintahan Prabowo-Gibran telah gagal.

Di samping isu karhutla, massa menuntut pemerintah untuk menghentikan program MBG, KDMP, dan proyek militer negara. Tuntutan lainnya di antaranya penghentian monopoli dan perampasan tanah rakyat berkedok ketahanan pangan dan transisi energi.

Demo di Aceh

Sekitar seratus orang anggota Front Mahasiswa Aceh Resistance berdemonstrasi di halaman kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10). ‎Dalam orasinya, para mahasiswa mengatakan bahwa aksi demonstrasi ini dipicu kekecewaan selama dua tahun kepresidenan Presiden Prabowo Subianto.‎Kelompok mahasiswa menilai Prabowogagal menangani berbagai permasalahan, termasuk penanganan bencana Sumatera pada 2025 dan karhutla yang kini semakin meluas.

"Seharusnya pemerintah menetapkan status bencana nasional, ini malah tidak melakukan, sehingga penanganan bencana tidak selesai sampai saat ini," kata Juru bicara aksi, yang minta disebut dengan inisialnya, H. Dia berkata, banjir bandang dan karhutla juga telah membuat sejumlah pihak di Aceh mengibarkan Bendera Bulan Bintang.

"Ini salah satu ekspresi dari perjuangan masyarakat Aceh yang masih kecewa dengan pemerintahan Prabowo-Gibran dan Gubernur Muzakkir Manaf - Zulfadli," ujarnya.Bagaimana respons pemerintah? Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI telah buka suara terkait rencana aksi demonstrasi yang digelar pada momentum dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, merespons beberapa tuntutan dari para demonstrasi seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pasar modal dan kebebasan berpendapat, hingga penegakan hukum.

Soal karhutla yang didesak menjadi penetapan bencana nasional, kata dia, pemerintah masih mampu menyelesaikan sendiri pemerintah belum berharap keterlibatan negara lain,la menambahkan, pemerintah membuktikan keseriusan penanganan karhtula dengan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah korporasi yang melanggar aturan.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga bekerja keras agar kebutuhan dasar seperti pangan dan pelayanan kesehatan serta sistem belaiar online (PJJ)te Salin URLerkecil ketebalan asap di jalan-jalan Kedua, tentang kepercayaan pasar khususnya pas modal. Syahganda menjelaskan pemerintah telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku curang di pasar modal.

Kepolisian RI juga berusaha untuk memeriksa skandal terkait MSCI agar kepercayaan investor tetap tinggi dan MSCI mempertimbangkan rencananya menurunkan peringkat bursa kita ke level standalone,i tegasnya Lebih lanjut, ihwal tuntutan mengenai kebebasan berpendapat, Bakom menyatakan hal itu merupakan bagian demokrasi.

Pemerintah hanya membatasi perusak-perusak demokrasi yang menodai tata krama dan keharmonisan bangsa. Perusak demokrasi antara lain adalah kelompok kelompok yang bersembunyi di sosial media, misalnya, sambil melakukan kampanye negatif dan vulgar," katanya.

Terkait pemberantasan korupsi, dia memastikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penegakan hukum dipastikan berjalan objektif. Kepala Negara secara terbuka telah mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses hukum siapa saja di dalam jajaran pemerintahannya jika terbukti melakukan pelanggaran atau tindak

pidana korupsi.pendidikan Presiden memastikan anak anak terlantar harus bersekolah. Sehingga beliau membangun sekolah Rakyat di berbagai daerah. Demikian pulan sektor kesehatan, program cek up gratis lebih dari 100 juta penduduk," tutur Syahganda.

Senin, 19 Oktober 2026

Andre Rosiade Ajak Rakyat Indonesia Berdoa agar Karhutla Berakhir


 Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengajak masyarakat Indonesia untuk berdoa agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah provinsi di Tanah Air segera berakhir. Di tengah upaya besar pemerintah Indonesia memadamkan api, Andre menilai doa juga menjadi bagian penting dalam menghadapi musibah tersebut. Pesan itu disampaikan Andre saat menjalankan ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi, kemarin.

Dalam sebuah percakapan bersama Ustaz Syafiq Riza Basalamah dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho di kawasan Masjidil Haram, Andre menegaskan pemerintah bersama berbagai unsur telah bekerja keras mengatasi kebakaran yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.Ia menyebutkan puluhan ribu personel dari pemerintah, TNI, Polri, serta para relawan telah dikerahkan untuk menangani karhutla di berbagai provinsi. Upaya pemadaman juga dilakukan melalui pengerahan puluhan helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing.

Namun, besarnya daya rusak kebakaran membuat penanganan di lapangan menghadapi tantangan berat. Karena itu, menurut Andre, ikhtiar melalui kerja keras harus terus berjalan, sekaligus diiringi doa meminta pertolongan dan menurunkan hujan untuk membantu memadamkan api.

"Puluhan ribu sudah bekerja, Ustaz. Bekerja di berbagai provinsi, termasuk puluhan helikopter melakukan pengeboman air. Tapi memang daya rusaknya luar biasa," ujar Andre dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).Andre menegaskan upaya pemerintah bersama para relawan tidak boleh berhenti. Pada saat yang sama, masyarakat juga diajak untuk memohon pertolongan kepada Tuhan YME agar bencana asap yang mengganggu kehidupan warga di berbagai daerah segera berakhir.

"Makanya memang kita bukan hanya ikhtiar sekarang, tapi bagaimana kita sekarang berdoa kepada Allah. Bekerja tentu iya, pemerintah bekerja keras bersama relawan iya, tapi tentu memang kita butuh pertolongan Allah bagaimana Allah menurunkan hujan," kata Andre. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja nyata dari seluruh pihak. Pengerahan personel, pemanfaatan teknologi pemadaman, dukungan relawan, serta doa masyarakat menjadi bagian dari harapan agar kebakaran segera teratasi dan dampaknya tidak semakin meluas.

Ia berharap pertolongan Tuhan YME menyertai seluruh upaya yang tengah dilakukan sehingga hujan segera turun, api dapat dipadamkan, dan masyarakat di wilayah terdampak kembali memperoleh udara bersih. "Mari kita berdoa bersama-sama," lanjutnya.Percakapan tersebut bermula ketika Ustaz Syafiq meminta Agung menyampaikan doa yang ingin dipanjatkan untuk Indonesia. Agung berharap hujan segera turun untuk memadamkan kebakaran, termasuk api yang masih bertahan di bawah permukaan lahan gambut.

Agung menyebutkan, Kota Pekanbaru saat itu masih menghadapi kondisi yang dipenuhi asap. Ia berharap hujan dapat membantu memadamkan titik-titik api yang belum tuntas sehingga asap tidak kembali menyelimuti wilayah tersebut. Menanggapi harapan itu, Ustaz Syafiq mengingatkan bahwa ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan. Ia mengajak masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah umrah, untuk memanfaatkan kesempatan berdoa di Tanah Suci demi keselamatan bangsa.

Ustaz Syafiq juga mengajak masyarakat memohon agar Tuhan YME menurunkan hujan yang membawa manfaat, memadamkan kebakaran, serta menjauhkan Indonesia dari bencana lain yang dapat timbul akibat cuaca ekstrem. Momentum tersebut memperlihatkan pesan kebersamaan tiga tokoh yang sedang berada di Mekkah untuk menjalankan ibadah umrah. Di tengah musibah yang dihadapi sejumlah daerah, mereka menyampaikan harapan agar seluruh upaya penanganan karhutla membuahkan hasil dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas tanpa ancaman asap.

Kamis, 15 Oktober 2026

Bareskrim Polri Tetapkan 9 Tersangka Korporasi Bidang Kelapa Sawit Terkait Karhutla Kalimantan

Bareskrim Polri menetapkan sembilan tersangka korporasi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Pipit Subiyanto menyebutkan, kesembilan tersangka korporasi diselidiki berdasarkan laporan polisi yang ditangani Polda jajaran wilayah Kalimantan.Laporan tersebut ditangani 10 Polda dan

Dittipidter Bareskrim Polri, dengan total luas lahan terbakar mencapai 25.600,26 hektar. Dari jumlah tersebut, Polda Kalimantan Barat menangani 33 laporan dengan tujuh korporasi tersangka.Polda Kalimantan Tengah menangani 14 laporan dengan satu tersangka, sedangkan Polda Kalimantan Selatan menangani 11 laporan dengan satu tersangka.

Sementara itu, Polda Sumatera Selatan menangani 17 laporan, Polda Kalimantan Timur tujuh laporan, Polda Riau enam laporan, Polda Kalimantan Utara tiga laporan, Polda Lampungtiga laporan, Polda Jambi dua laporan, Polda Kepulauan Bangka Belitung satu laporan, dan Dittipidter Bareskrim Polri satu laporan."Korporasi bertanggung jawab dengan apa

yang menjadikan kewajiban, apa yang sudah harus dilaksanakan dengan adanya kebakaran nutan dan lahan," tegasnya.Saat ditanya mengenai bidang usaha dan dugaan modus korporasi yang menjadi tersangka, Pipit menyebut perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor perkebunan kelana sawit.Namun, ia belum memastikan apakah kasus-kasus itu berkaitan dengan pembukaan lahan.

"Kalau sementara itu dari kelapa sawit. Enggak (belum tentu pembukaan lahan). Itu nanti ada mekanismenya, nanti akan kita putuskan dalam kesempatan lain," ungkapnya. Penetapan 223 orang tersangka Selain korporasi, polisi juga menetapkan 223 orang sebagai tersangka kasus karhutla.Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 196 orang.

"Sampai dengan 13 Oktober 2026 penegakan hukum karhutla yang dilakukan oleh perorangan di 12 Polda dengan rincian laporan polisi 273 dan jumlah tersangka 223 tersangka. Sedangkan untuk luasan lahan yang terbakar 5.157,89 hektar," jelas dia.

Pipit menambahkan, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yang memuat ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.la berharap penegakan hukum tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat yang menganggap pembakaran sebagai cara mudah dan murah untuk membuka lahan."Ini agar bisa menjadi perhatian daripada

saudara-saudara kita, masyarakat sekalian yang masih mempunyai pemikiran bahwasanya pembukaan lahan dengan cara membakar adalah hal yang murah, yang gampang, yang efektif, itu dihilangkan," pungkas dia.

 

Selasa, 13 Oktober 2026

Prabowo Ingin Karhutla Ditangani Cepat, Kalteng dan Sumsel Jadi Prioritas

 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditangani secara cepat. Pemerintah kini mengoptimalkan operasi darat karena banyak titik yang sulit dijangkau dari udara."Ya, Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Ya, beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini," kata Dudung seusai rapat membahas karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin

(12/10/2026).Dudung mengatakan, berdasarkan laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat enam provinsi yang menjadi konsentrasi penanganan karhutla. Dari sejumlah wilayah tersebut, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua provinsi yang mendapat perhatian khusus.

"Dari Bapak Presiden ada laporan dari Kepala BNPB itu ada enam provinsi yang menjadikonsentrasi dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatera Selatan," terang Dudung.  "Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah itu adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional karena memang ini harus dilindungi karena ada satwa di situ," lanjutnya.la mengatakan operasi pemadamanmenggunakan helikopter terus dilaksanakan.

Namun, penanganan di lapangan saat ini lebih banyak mengandalkan operasi darat karena kondisi asap yang terlalu tebal menyulitkan proses pemadaman melalui udara."Dan kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa helikopter, operasional helikopter ini sudah dilaksanakan dan lebih dominan kepada operasi darat ya, karena memang sulit untuk dijangkau dari udara akibat asapnya terlalu tebal," ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung menyebut Presiden Prabowo menginginkan agar upaya pencegahan dilakukan secara presisi dan terintegrasi dengan melibatkan seluruh unsur di daerah. Koordinasi diperlukan agar penanganan tidak hanya dilakukan saat api sudah muncul. "Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa

pencegahan ini harus presisi, lalu dimitigasi dari tingkat daerah. Bahkan Masyarakat Peduli Api ini dibentuk juga untuk dikoordinasikan baik dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun Karang  Taruna," ujarnya. "Pemerintah daerah yang terintegrasi sehingga

penanganan itu tidak serta-merta pada saat api itu sudah ada, tetapi sebelum kemungkinan-kemungkinan api itu ada, sudah dilakukan pencegahan seperti itu," lanjut Dudung.

Senin, 12 Oktober 2026

Polri Mutasi 199 Personel: Anom Setyadji Jabat Wakabaintelkam, Aries Syahbudin Jadi Kakorlantasn


 Polri kembali melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.Penempatan personel, kata dia, dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. "Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting

agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab," ujar Johnny dalam keterangannya, Minggu (11/10/26).Adapun sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, di antaranya Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung.

Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri dan digantikan Brigjen Anom Setyadji.Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Wibowo kini diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin.Di tingkat kewilayahan, Irjen Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing.Jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini dijabat Brigjen Andi Syahriful Taufik, menggantikan Irjen Agus Wijayanto.

Adapun jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustani Alpianimenggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.Johnny berharap agar para pejabat yang mendapat amanah baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah.Dengan begitu, pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah dilaksanakan."Setiap pejabat diharapkan segera

menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat," katanya.la turut menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik. "Semangat tersebut sejalan dengan tagline

Polri "Polisi Bersama Masyarakat". Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutup Johnny.

Sabtu, 10 Oktober 2026

Negara Malaysia Memburuk ,Sehingga Sekolah Sekolah di Tutup.


 


Kondisi udara di Malaysia makin memburuk karena kabut asap.Hal ini memaksa sekolah-sekolah di sejumlah wilayah ditutup Jumat (9/10/2026). Mengutip Channel News Asia (CNA), kualitas udara sebagian besar Negeri Jiran mencapai level "tidak sehat". Wilayah ini mencakup negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor, serta ibu kota Kuala Lumpur dan pusat administrasi Putrajaya."Saya telah meminta seluruh dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau situasi kabut asap dan mengambil tindakan segera jika situasi

mengharuskannya," kata Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek dalam sebuah unggahan."Ke depannya, kami akan memastikan bahwa setiap keputusan mengenai penutupan sekolah.diumumkan lebih awal agar orang tua memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan," ujarnya menekankan bahwa pemerintah memahami penutupan sekolah akan memengaruhi rutinitas dan pengaturan sehari-hari orang tua.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, serta seluruh anggota komunitas pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama," tambahnya.Secara rinci, Indeks Pencemar Udara (API) Malaysia mengklasifikasikan kualitas udara sebagai "tidak sehat" pada rentang 101 hingga 200. Kondisi "sangat tidak sehat" pada rentang

201 hingga 300 dan "berbahaya" di atas 300. Mengutip laman The Star, Jumat pagi, 37 wilayah mencatat tingkat API kategori tidak sehat. Kementerian Pendidikan Malaysia menyatakan bahwa sekolah dan institusi pendidikan wajib ditutup jika angka API melampaui 180 atau tetap berada di atas 150 selama tiga hari berturut-turut.

Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia, Mohd Azam Ahmad, mengatakan pemerintah menindaklanjuti imbauan Raja Malaysia Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar untuk menutup sekolah di wilayah-wilayah terdampak. Khususnya di lokasi di mana angka API bertahan di kisaran 150 hingga 180 dalam waktu yang cukup lama.

"Selama periode ini, pihak sekolah harus memastikan kelangsungan kegiatan belajar-mengajar siswa melalui metode yang tepat, dengan mempertimbangkan kemampuan, akses, dan kebutuhan siswa, serta kesiapan para guru,"katanya. "Guru dan staf pendukung juga diperbolehkanuntuk bekerja dari rumah selama masa penutupan tersebut," tambah Mohd Azam. "Kementerian akan terus memantau

perkembangan situasi dari waktu ke waktu serta meminta saran dari Kementerian Kesehatan dan instansi terkait guna memastikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa maupun tenaga kependidikan tetap terlindungi," ujarnya.Kabut asap Malaysia berasal dari kebakaran

hutan dan lahan (karhutra) di Sumatera dan Kalimantan. Indonesia menghadapi kesulitan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi, yang telah menyebabkan kabut asap pekat hingga ke negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.Kemarin, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Prabowo Subianto telah sepakat untuk

mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi kabut asap tersebut. Malaysia pun siap memberikan bantuan.Anwar menyatakan telah meminta Menteri Luar Negeri Malaysia untuk mengupayakan pertemuan para menteri dari blok Asia Tenggara (ASEAN). Ini untuk mengoordinasikan respons regional serta mendukung upaya Indonesia.Perayaan Olahraga Nasional Ditunda Sementara itu, dalam sebuah pernyataan Jumat,

Kementerian Pemuda dan Olahraga (KBS) Malaysia mengumumkan bahwa perayaan Hari Olahraga Nasional yang dijadwalkan Sabtu di tujuh negara bagian dan wilayah federal ditunda. Kabut asap menjadi penyebab.

"Tanggal baru akan diumumkan kemudian, bergantung pada kondisi kualitas udara yang kembali ke tingkat aman untuk aktivitas luar ruangan," ujar pihak kementerian. Keputusan ini diambil setelah diskusi dengan

instansi pemerintah terkait, serta sebagai langkah pencegahan untuk menghindari risiko kesehatan bagi peserta,penyelenggara dan  masyarakat umum. Kementerian memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih kepada pihak-pihak terkait atas pengertian serta kerja sama mereka.

Rabu, 07 Oktober 2026

Dapat Subsidi Pemerintah, Jamaah Haji 2027 Cuma Bayar Rp23,24 Juta Lunasi BPIH


 Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M. Jamaah haji reguler rata-rata membayar pelunasan Rp26.248.825. Angka itu masih dikurangi subsidi pemerintah Rp3 juta, sehingga jamaah secara efektif hanya membayar sekitar Rp23.248.825.

“Jamaah secara efektif hanya membayar sekitar Rp23,24 juta. Ini setelah pelunasan Rp26,24 juta dikurangi subsidi pemerintah Rp3 juta,” ujar Anggota Panja BPIH Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq di Kompleks DPR RI, Rabu (7/10/2026).

Dewan Syuro DPP PKB itu mengatakan, angka tersebut merupakan hasil kesepakatan Panja BPIH Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah yang telah diketok dalam rapat Komisi VIII. “Ini sudah disepakati dan diketok di Komisi VIII DPR RI. Jadi yang penting bagi jamaah adalah berapa uang yang harus disiapkan untuk pelunasan. Setelah subsidi, sekitar Rp23,24 juta,” katanya.

Dia menyebut kesepakatan biaya haji tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi antara DPR RI dan pemerintah. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi dengan Presiden RI terkait skema pembiayaan haji.

“Komunikasi pimpinan DPR dengan Presiden menjadi bagian dari upaya mencari formula agar beban jamaah bisa lebih ringan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan haji,” ujar Kiai Maman. Dalam hasil keputusan rapat antara DPR RI dengan Kementerian Haji dan Umrah, rata-rata BPIH 1448 H/2027 M ditetapkan Rp98.466.351,35 per jamaah. Sementara komponen Bipih yang menjadi tanggungan jamaah sebesar Rp54.648.825, sedangkan Rp43.817.526,35 bersumber dari Nilai Manfaat.

Perhitungan pelunasan memperhitungkan setoran awal Rp25 juta dan Nilai Manfaat rata-rata Rp3,4 juta pada rekening virtual jamaah.Untuk haji 1448 H/2027 M, Indonesia mendapatkan kuota 221.000 jamaah, terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.“Prinsipnya sederhana, biaya jamaah harus terjangkau dan pelayanan harus tetap baik. Jangan sampai biaya turun, tetapi kualitas pelayanan ikut turun,” kata Kiai Maman menutup.