About

Rabu, 27 Mei 2026

Chiki Fawzi Pulang ke Indonesia, Ceritakan Kondisi Aktivis Saat Ditahan Israel


 Artis sekaligus aktivis kemanusiaan, Chiki

Fauzy , akhirnya kembali ke pelukan keluarga setelah pergi untuk misi kemanusiaan ke Gaza selama berbulan-bulan. Kepulangannya ke Tanah Air disambut dengan suasana penuh emosional oleh sang ayah, musisi senior Ikang Fawzi.

Pertemuan ini menjadi puncak dari ketegangan panjang setelah Chiki Fawzi terlibat dalam upaya internasional menembus blokade Gaza yang berakhir dengan penangkapan sejumlah rekan delegasinya.


"Ayah menjemput langsung. Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, 'Welcome home, Ade'. Rasanya campur aduk banget saat itu," kata Chiki Fawzi saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Perjalanan kemanusiaan ini menempatkan Chiki Fawzi pada posisi yang sangat berbahaya. Selama berbulan-bulan, ia berpindah dari satu etape ke etape lain, mulai dari Barcelona hingga Turki.


Ketika sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) lainnya berada di atas kapal untuk berlayar menuju Gaza, Chiki Fawzi bertugas memantau situasi dari pusat komando di Istanbul. Ketegangan memuncak saat kapal-kapal bantuan tersebut dihadang secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.


"Yang berlayar itu ada sembilan orang. Ditambah aku dan koordinator kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang. Sembilan orang yang ada di atas kapal itulah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel," jelasnya.


Selama masa kritis tersebut, artis berusia 37 tahun itu menyaksikan sendiri bagaimana rekan-rekannya mengalami perlakuan tidak manusiawi. Melalui pantauan, ia melihat detik-detik intersep militer yang berujung pada penahanan rekan-rekannya.


Kesaksian yang ia terima setelah rekan-rekannya dibebaskan menggambarkan betapa brutalnya intimidasi fisik yang dilakukan oleh pihak keamanan otoritas setempat selama masa penculikan berlangsung.

Sangat parah. Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan kabel ties yang sangat kencang sampai melukai tangan. Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus," terangnya.

Baginya, rasa takut terhadap ancaman manusia harus disingkirkan demi menyuarakan kebenaran bagi rakyat Palestina yang telah lama tertindas.


"Sejujurnya, aku lebih takut sama alam. Di laut Mediterania itu kapalnya bisa miring banget sampai kita harus ikat diri pakai karabiner supaya nggak nyemplung, tapi kalau sama militer, aku nggak takut. Kita harus membebaskan pikiran kita dari rasa takut kepada Israel," pungkasnya.

Selasa, 26 Mei 2026

DPR-Pemerintah Rapat Tertutup Bahas Situasi Terkini Pascabencana di Sumatera


 Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana DPR RI dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca Bencana Sumatera Pemerintah menggelar rapat koordinasi pada Senin (25/5/2026).


Rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Untuk mengefektifkan waktu, izinkan saya membuka rapat koordinasi pada hari ini dengan mengucapkan, Bismillahirrahmanirrahim," ucap Wakil Ketua DPR sembari mengetuk palu, Jakarta, Senin (25/5/2026).Tidak lama setelah rapat dibuka, Dasco kemudian menyatakan rapat koordinasi tersebut digelar secara tertutup.

Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Selain itu hadir juga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Menteri Pariwisata Widianti Putri, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Kemudian hadir Wakil Menteri Pertanian Sudaryanto, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operation Officer (COO) Danantara Asset Management Donny Oskaria, Kepala BNPB Suharyanto.

Kondisi terkini pascabencana Sumatera

Sebelumnya, pada 13 Mei 2026, pemerintah menyebut sebagian besar fasilitas umum dan layanan publik di wilayah terdampak juga telah kembali beroperasi.

Sebanyak 130 rumah sakit dan 1.265 puskesmas yang terdampak kini beroperasi penuh.


Namun, dari 2.952 puskesmas pembantu yang terdampak, masih ada enam unit yang belum beroperasi.Enam puskesmas pembantu itu berada di Kota Sibolga, tepatnya di Kecamatan Sibolga Utara, serta di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni Kecamatan Sarudik, Manduamas, Pasaribu Tobing, dan Tukka, dengan dua unit berada di kecamatan terakhir.

Di sektor pendidikan, sebanyak 4.922 sekolah terdampak di tiga provinsi telah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah juga sedang merevitalisasi 3.002 sekolah dengan total anggaran Rp 2,86 triliun.Sementara itu, kondisi jalan dan jembatan daerah berangsur pulih.

Di Aceh, 1.521 dari 1.638 ruas jalan serta 351 dari 652 jembatan telah kembali fungsional.

Di Sumatera Utara, 607 dari 616 ruas jalan dan 343 dari 366 jembatan telah berfungsi.

Adapun di Sumatera Barat, 149 dari 167 ruas jalan serta 97 dari 163 jembatan telah kembali digunakan.

Minggu, 24 Mei 2026

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Toko Mesin Genset di Medan Diserbu Warga



 Pemadam listrik sejak kemarin masih terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Listrik yang telah padam selama berjam-jam itu membuat toko mesin generator set atau genset diserbu warga.

Dilansir detikSumut, Sabtu (23/5/2026), sejumlah toko di Jalan Pandu, Kota Medan, yang menjual mesin genset ramai didatangi warga. Para warga itu berbondong-bondong membeli genset sebagai persediaan cadangan pembangkit listrik di rumah.


Salah seorang pembeli warga Delitua, Dedy, mengatakan memilih membeli mesin genset karena takut pemadaman bergilir masih akan berlangsung. Ia mengaku sangat terganggu dengan pemadaman listrik yang terjadi sejak Jumat (22/3) sore lalu

Saya takut listrik akan lama pulih dan memilih siap sedia untuk berjaga-jaga. Listrik begitu penting, kita membutuhkan listrik untuk menerangi rumah, menyalakan kulkas agar bahan makanan tidak busuk, dan mengisi daya batre handphone," ucap Dedy kepada detikSumut.


Dedy mengaku harus membeli mesin genset untuk keperluan rumah tangga. Ia juga menyinggung harga mesin genset mengalami kenaikan.


"Mau tidak mau, mesin genset harus dibeli karena sangat dibutuhkan. Selain itu, kasihan juga orang tua di rumah yang sudah tua. Untuk harganya tadi berkisar Rp 4 jutaan," imbuhnya

Menurut Dedy, kondisi rumahnya serta warga sekitar Delitua saat terjadi pemadaman gelap gulita. Suhu udara di rumahnya pun sangat panas akibat tidak bisa menyalakan kipas angin maupun alat pendingin ruangan lainnya.

Kondisi semalam ketika mati lampu begitu panas dan gelap-gelapan. Aktivitas terganggu mulai dari jaringan internet tidak ada atau total mati," imbuhnya.


Saat listrik padam, Dedy mengaku, ia bersama keluarganya terpaksa menggunakan handphone untuk penerangan. Namun tak bertahan lama karena baterai handphone tidak bisa di-charge.


"Kami hanya menerangi rumah menggunakan handphone, sampai saat ini lampu belum hidup di sana," tambahnya.


Ia menyampaikan, pekerjaanya juga terganggu karena listrik padam. Dedy yang berjualan sayur mayur mengaku turut mengalami kerugian dan penurunan penghasilan imbas pemadaman listrik.


"Saya berjualan sayur di pekan dan keliling-keliling di sekitar Delitua. Penjualan juga sepi, sehingga berdampak terhadap pendapatan saya turun," pungkasnya.

Sabtu, 23 Mei 2026

Listrik di Aceh Padam Total, Warga Serbu Kafe yang Punya Genset


 Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam membuat warga Banda Aceh dan Aceh Besar ramai-ramai mendatangi warung kopi (warkop) untuk mencari penerangan. Pantauan Kompas.com, sejak usai magrib hingga selepas isya, aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan mulai padat dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat.


Salah satu titik keramaian terlihat di kawasan Jalan Laksamana Malahayati, Aceh Besar, menuju Simpang Mesra, Banda Aceh. Banyak warga terlihat memadati warung kopi yang masih beroperasi menggunakan genset. Samsuddin (45), warga Aceh Besar, mengaku sengaja membawa keluarganya keluar rumah setelah salat magrib untuk mencari tempat yang masih memiliki aliran listrik.

Kenapa warkop jadi pilihan, karena di sini hidup lampu ada genset,” kata Samsuddin saat ditemui Menurut dia, pemadaman listrik juga membuat pasokan air di rumah ikut terhenti sehingga kondisi menjadi tidak nyaman.


Air sudah pasti matilah. Cuaca panas ditambah banyak nyamuk, makanya kami langsung cari warkop karena takut penuh,” ujarnya. Hal serupa dilakukan Sayid, warga Banda Aceh, yang memilih membawa keluarganya keluar rumah demi kenyamanan anak-anaknya

Karena di rumah panas sayang anak-anak, makanya kami juga memilih ikut keluar (ke warkop),” ucapnya. Meski begitu, Sayid mengaku tidak terlalu panik menghadapi kondisi tersebut karena pernah mengalami situasi serupa saat masa awal bencana tsunami Aceh. “Kalau pemadam gini yang kasihan cuma anak-anak, kepanasan mereka,” katanya


Padam Massal di Sumatera Diketahui, pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam dan berdampak pada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau. General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim, mengatakan gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT). “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” kata Arjun dalam keterangan singkat.

Kamis, 21 Mei 2026

Prabowo Subianto Pidato di DPR, Rupiah Menguat ke Rp17.710/ US$


 Nilai tukar rupiah masih berada di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Namun, tekanan terhadap rupiah mulai berkurang menjelang pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Merujuk data Refinitiv, per pukul 10.16 WIB, rupiah bergerak di level Rp17.710/US$ atau melemah 0,08%.


Posisi tersebut membaik dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi, dimana rupiah dibuka di level Rp17.730/US$ atau melemah 0,20% terhadap dolar AS.



Meski pelemahan mulai berkurang, rupiah masih bergerak di dalam tren pelemahan. Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (19/5/2026), rupiah ditutup melemah 0,31% ke level Rp17.695/US$. Posisi tersebut menjadi level penutupan terlemah terbaru rupiah sepanjang sejarah.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan banyak dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan atau BI Rate. Hasil Rapat Dewan Gubernur BI akan diumumkan siang nanti.


Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda paling penting yang ditunggu pelaku pasar, terutama di tengah tekanan berat terhadap rupiah dan pasar keuangan domestik.


Berdasarkan polling CNBC Indonesia, dari 15 lembaga/institusi yang berpartisipasi, sebanyak sembilan lembaga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.


Sementara itu, enam lembaga lainnya memproyeksikan BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 4,75%.


Mayoritas pelaku pasar kini melihat kenaikan suku bunga sebagai skenario utama pada RDG kali ini. Tekanan terhadap rupiah yang semakin besar, ditambah meningkatnya risiko eksternal, membuat ruang BI untuk mempertahankan suku bunga dinilai semakin sempit.


Jika hasil RDG kali ini sesuai dengan mayoritas konsensus, maka ini akan menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam dua tahun terakhir.


Terakhir kali BI menaikkan suku bunga terjadi pada April 2024, ketika bank sentral mengerek BI Rate sebesar 25 basis poin dari 6,00% menjadi 6,25%.

Rabu, 20 Mei 2026

Total 9 WNI di Armada Flotilla ke Gaza Palestina Diculik Israel

 


Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina diculik militer Israel (IDF).


Empat dari sembilan orang itu merupakan jurnalis. Dua di antaranya wartawan Republika Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai. Kemudian jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan jurnalis lain dari GPCI yakni Rahendro Herubowo.


Akun selebritas Chiki Fawzi yang juga terlibat sebagai relawan Global Sumud Flotilla menulis posisi masing-masing dari sembilan WNI itu.Thoudy Badai (Jurnalis), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre Prasetyo (Jurnalis), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As'ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis), dan Bambang Nuryono (Jurnalis)," demikian poster yang dikutip dari akun Instagram Chiki dan diunggah ulang akun GPCI

Terpisah, Kemlu RI mengecam keras tindakan pasukan Israel tersebut.


"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang 


Yvonne mendesak Pemerintah Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta meniamin kelanjutan penyaluran bantuan.kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

Selain itu, Kemlu juga menyiapkan rencana kontingensi pemulangan terhadap sembilan WNI yang ditangkap Israel itu.


la menekankan bahwa perlindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama oleh pemerintah.


Yvonne juga mengatakan pemerintah terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI.


"Sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan," kata Yvonne.


Sebelumnya, dari sembilan WNI yang ikut berlayar, lima delegasi terkonfirmasi telah diculik atau ditangkap tentara penjajah Israel atau IDF.


Mereka berasal dari berbagai latar belakang aktivis hingga jurnalis.


Kelimanya yakni, Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kanal Borlize Andre Nugroho

Kelimanya yakni, Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kapal BorAlize, Andre Nugroho (jurnalis Tempo) di Kapal Ozgurluk, Rahendra Herubowo (jurnalis Inews) di kapal Ozgurluk, Thoudy Badai (jurnalis Republika) di kapal Ozgurluk, dan Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat).


Sedangkan, empat delegasi Indonesia lain dalam misi tersebut dikonfirmasi masih berlayar. Mereka yakni Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.

Senin, 18 Mei 2026

2 Jurnalis Republika Ditangkap Israel Saat Ikut Kapal Global Sumud Flotila

 

Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai ditangkap oleh tentara Israel. Republika mengecam keras tindakan tentara Israel tersebut.

Republika membenarkan bahwa dua jurnalisnya ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Keduanya tengah ikut meliput di sana.

"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya, Senin (18/5/2026).

Republika mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel ini. Sebab, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," ungkapnya.

Adapun Bambang Noroyono dan fotografer Thoudy Badai ikut dalam rombongan kemanusiaan tersebut. Kapal ini membawa logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina.

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," katanya.


Republika menegaskan sikapnya untuk berpihak pada relawan. Republika menolak segala bentuk kriminalisasi.


"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," katanya.