Lantai 2 Stasiun Bekasi Timur dipenuhi berbagai jenis bunga dengan beragam warna. Bunga-bunga ini sengaja diletakkan untuk mengenang para korban insiden kecelakaan KRL Commuter Line dengan kereta api (KA) Argo Bromo.
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (2/5/2026), bunga-bunga diletakkan persis di dekat kaca dengan akses tangga masuk stasiun sebelum mesin tap. Jejeran bunga ini memenuhi hampir semua sisi kaca dari sebelah utara dan selatan akses masuk stasiun.
Ada sejumlah pesan yang ikut terselip dalam hamparan bunga-bunga ini. Pesan yang tertulis merupakan ungkapan dukacita serta doa-doa bagi ke-16 korban insiden tabrakan Argo Bromo-KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya 16 srikandi bangsa, kebanggaan keluarga, korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Semoga almarhum bersemayam dalam damai, mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dengan ketabahan," tulis pesan dalam salah satu karangan bunga.
Selain ucapan, beberapa bunga juga tertempel foto ke-16 korban yang semuanya adalah perempuan. Bunga-bunga ini pun ramai dihampiri oleh sejumlah penumpang dan warga.
Kasus Kecelakaan Naik Penyidikan
Polisi menaikkan kasus kecelakaan kereta di Bekasi ke tahap penyidikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mendukung proses hukum.
"Investigasi dan juga semua proses harus didukung penuh untuk keselamatan perkeretaapian ke depan," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).
Tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (17/5) malam. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam insiden ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, status perkara naik dari penyelidikan ke penyidikan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti awal. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.
"Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti termasuk CCTV," kata Budi kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).
Penyidik sudah memeriksa 24 orang saksi untuk mendalami kasus tersebut. Polisi juga masih memeriksa tujuh orang lainnya yang memiliki peran penting dalam operasional perjalanan kereta, mulai dari petugas pusat pengendali perjalanan kereta (Pusdalops), PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, hingga pengendali perjalanan.
"Pemeriksaan masih berlangsung di Manggarai. Total saksi yang sudah diperiksa 24 orang, dan hari ini ada tambahan tujuh orang yang dimintai keterangan," ujarnya.
Lebih lanjut, polisi juga menggandeng tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan. Salah satu yang ditelusuri adalah kemungkinan adanya gangguan teknis, termasuk pengaruh sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian.
Perlintasan Sebidang Dijaga Petugas KAI
Saat ini, perlintasan sebidang liar di Jalan Ampera, Kota Bekasi, yang jadi lokasi taksi hijau tertemper kereta sebelum insiden tabrakan KA, kini dijaga petugas. Petugas ditempatkan berjaga di kedua sisi.
Pantauan di lokasi, petugas yang berjaga di lokasi mulai dari Dishub hingga TNI. Para petugas masing-masing berjaga di kedua titik palang serta di tengah perlintasan untuk mengatur lalu lintas kendaraan.
Adapun kondisi palang pintu kini sudah terpasang palang besi berukuran panjang dan bisa menutup seluruh ruas jalan ketika kereta melintas. Namun palang besi ini masih manual atau belum otomatis alias diturun-naikkan oleh petugas.
Sementara itu, kondisi jalan di lokasi, yang sebelumnya rusak, kini sudah tampak teraspal. Kendaraan pun dapat melaju dengan lancar karena jalan yang sudah bagus.
Sebelumnya, KAI Daop 1 Jakarta memberi penjelasan terkait pemasangan palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur. Pemasangan palang sementara ini dilakukan pada 29 April 2026
Peristiwa Kecelakaan
Sebagaimana diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka.
Saat kecelakaan, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur karena masalah korsleting. Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel.
Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.












