Sabtu, 29 Agustus 2026

6 Klaster Terduga Perusuh Usai Aksi di DPR: Perusak hingga Pendana


 Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang terduga perusuh seusai aksi di depan gedung DPR/MPR RI kemarin. Polisi membagi ratusan orang terduga perusuh tersebut ke dalam 6 klaster.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan klaster yang diamankan polisi adalah kategori anak atau di bawah 18 tahun.

"Klaster yang kedua yaitu klaster perusuh biasa. Ini tergabung di dalam satu peristiwa kerusuhan.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 91 orang dewasa yang melakukan aksi kerusuhan di depan gedung DPR MPR RI," kata Iman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/8/2026).Iman mengatakan klaster ketiga adalah terduga perusak fasilitas umum (fasum) dan penganiayaan. Dalam klaster ini, penyidik menetapkan 45 orang sebagai tersangkaDari hasil penyidikan tersebut berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami lakukan pemeriksaan dalam proses penyidikan, saat ini kami sudah menetapkan 45 orang sebagai tersangka," ungkapnya.

Klaster keempat adalah pihak yang membawa senjata tajam (sajam). Dalam klaster ini, ada tiga orang yang membawa sajam dan termasuk 45 tersangka perusak fasum dan penganiayaan.

"Dari orang-orang yang dilakukan pengamanan, penyidik melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang membawa senjata tajam yang digunakan saat kerusuhan dan penyidik telah menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka," imbuhnya.

Klaster kelima adalah pihak yang menjadi penggerak dan pendana massa ricuh. Namun, polisi masih mendalami pihak yang diduga sebagai penggerak dan pendana massa ricuhKlaster keenam adalah klaster perekrut massa. Iman mengatakan penyidik juga dalam penyidikan telah menemukan fakta hukum terkait adanya klaster yang bertugas mencari dan merekrut terhadap massa- massa yang akan digunakan di dalam proses atau di dalam kejadian kerusuhan tersebut.

"Adapun modus operandi yang dilakukan oleh orang- orang yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka adalah melakukan perusakan fasilitas umum dan melakukan penganiayaan baik terhadap orang maupun terhadap barang, melakukan kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum, berkelompok dan menimbulkan kekacauan dan penyalahgunaan senjata tajam," ujarnya.

Saat ini penyidik juga sedang mendalami pihak-pihak yang menggunakan dan memanfaatkan atau mengeksploitasi anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melawan hukum.

Dikarenakan hal tersebut dapat berpotensi melanggar norma sebagaimana diatur di dalam undang-undang perlindungan anak tentang pelibatan dan eksploitasi terhadap anak," kata Iman.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ratusan orang tersebut masih diperiksa dan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka."Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 322 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Dari kelompok usia, 162 orang dewasa berusia sekitar 18 sampai dengan 40 tahun yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta 160 anak berusia rentang 12 sampai dengan 19 tahun yang ditangani oleh Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya," kata Budi.

Kamis, 27 Agustus 2026

Iran Ancam Setop Ekspor Minyak di Teluk Buntut Sanksi Baru AS

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengancam akan menyetop ekspor minyak melalui kawasan Teluk, jika negara-negara di kawasan turut serta dalam operasi sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.

Berbicara kepada media pemerintah Iran, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (26/8/2026), Rezaei mengatakan bahwa negara mana pun yang bergabung dengan langkah-langkah ekonomi Washington, akan dianggap sebagai "musuh" oleh Teheran.

Dia memperingatkan bahwa Iran dapat merespons dengan mengganggu ekspor energi regional.

"Jika mereka memulai tindakan semacam itu, kami tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun melintasi Teluk," tegas Rezaei dalam peringatannya.

"Minyak tidak akan bisa keluar melalui Selat Hormuz ataupun Teluk Persia," ucapnya.

Rezaei, menurut kantor berita Iran, Tasnim, juga memperingatkan bahwa jalur alternatif yang digunakan untuk mengangkut minyak di luar kawasan Teluk dapat menjadi target, jika konfrontasi meningkat.

Peringatan ini memunculkan kemungkinan adanya gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat strategis bagi pasokan minyak dan gas glonal. Lalu lintas pelayaran di jalur perairan itu sangat terdampak oleh ketegangan antara Iran dan AS yang terlibat perang beberapa bulan terakhir.

Baru-baru ini, AS beralih mengerahkan tekanan ekonomi, setelah perang yang berkecamuk enam bulan terakhir melawan Iran menghadapi jalan buntu secara militer. Perundingan damai juga terhenti dan sebagian besar lalu lintas pelayaran melintasi Selat Hormuz, yang vital untuk pasokan energi global, terblokir.Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent telah bertekad untuk memberlakukan "sanksi paling berat dalam sejarah" terhadap Iran. Dia juga meyakini bahwa rentetan sanksi baru Washington akan "menumbangkan" rezim Teheran.


Pada Senin (24/8), Bessent memaparkan rencana AS untuk "mencekik ekonomi" Iran, yang disebutnya bertujuan untuk "memutus setiap penopang ekonomi yang menyokong rezim tirani ini".

Bessent , saat mengumumkan sanksi baru untuk Iran, menyatakan bahwa negara-negara yang tidak mendukung operasi ekonomi AS akan "turut merasakan isolasi" yang dialami Teheran. Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump menghubungi para pemimpin dunia untuk meminta mereka menghentikan interaksi dengan Iran.Sementara Departemen Keuangan AS, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa perluasan sanksi sekunder akan menargetkan aset digital dan sektor teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran.

Washington juga menjatuhkan sanksi baru terhadap 60 individu, perusahaan, dan kapal yang diduga membantu Teheran dalam menghasilkan pendapatan dari minyak, pengadaan senjata, dan operasi siber. Sanksi itu menargetkan berbagai entitas di seluruh dunia, termasuk di Uni Emirat Arab, Hong Kong, China Singapura dan Eropa


 

Rabu, 26 Agustus 2026

Berturut-turut, Pesawat Sukhoi-Cassa Tergelincir di Bandara Hasanuddin


 
Dua pesawat mengalami insiden di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, dalam dua hari berturut-turut. Pesawat yang terlibat yakni jet tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (AU) pada Senin (24/8) dan pesawat Cassa pada Selasa (25/8).

Insiden terbaru terjadi pada pesawat Cassa yang tergelincir di landasan pacu utara-selatan atau runway 03-21 pada Selasa sekitar pukul 11.25 WITA.PGS Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, membenarkan insiden tersebut. Dia mengatakan proses penanganan dan evakuasi pesawat masih dilakukan.

"Informasi mengenai pesawat Cassa tergelincir memang benar dan saat ini sedang dalam penanganan," kata Taufan dalam keterangan resminya, mengutip Antara.

Taufan juga membenarkan video mengenai insiden tersebut yang beredar di media sosial.

"Berdasarkan video viral yang beredar melalui media sosial, memang benar telah terjadi kejadian tersebut di Bandara Sultan Hasanuddin di landasan pacu utara-selatan (runway 03-21)," ucapnya.


Belum diketahui penyebab pesawat Cassa tergelincir maupun kondisi awak pesawat dalam insiden tersebut.Sukhoi korban pertama

Sehari sebelumnya, pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU juga mengalami insiden di Bandara Sultan Hasanuddin.

Pesawat tersebut keluar dari landasan pacu atau overrun di runway 13 pada Senin (24/8) sekitar pukul 11.00 WITA.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat Sukhoi berada di area rerumputan di sekitar landasan. Pesawat tersebut tampak keluar dari jalur landasan dan berada di dekat gundukan tanah.

Dalam rekaman lain, pesawat juga terlihat sempat mengeluarkan api. Sejumlah petugas dan dua unit mobil pemadam kebakaran kemudian terlihat berada di sekitar pesawat.Taufan mengatakan insiden tersebut tidak mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin. Penerbangan tetap berlangsung dengan menggunakan landasan pacu lainnya.

"Berdasarkan video viral di media sosial, kami sampaikan bahwa memang terjadi hal terseb di landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin. Saat ini sedang dilakukan penanganan." uiar Taufan.Taufan mengatakan insiden tersebut tidak mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin. Penerbangan tetap berlangsung dengan menggunakan landasan pacu lainnya.

"Berdasarkan video viral di media sosial, kami sampaikan bahwa memang terjadi hal tersebut di landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin. Saat ini sedang dilakukan penanganan," ujar Taufan, Senin (24/8), seperti yang dikutip dari Detik.com. Dia memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal.

"Operasional bandara dan juga operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin tetap berjalan dengan normal. Kami menggunakan runway 03-21 atau runway sisi utara dan selatan," tutup Taufan.

Senin, 24 Agustus 2026

Tinjau Karhutla di Banjarbaru, Menhut Raja Juli Sebut Titik Kebakaran Kembali Meluas


 Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (23/8/2026).

Lokasi karhutla yang ditinjau Raja Juli berada di wilayah Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin.

Lokasi ini merupakan salah satu lokasi terparah, sebab api sudah mendekati permukiman warga.

Raja Juli sempat melihat langsung petugas pemadam melakukan pembasahan agar api tak lagi muncul setelah dipadamkan.

Usai melihat kondisi karhutla, Raja Juli mengatakan bahwa lahan gambut yang terbakar di Banjarbaru tak mudah dipadamkan.Walaupun di atas lahan telah dipadamkan, api masih memungkinkan tersimpan di bawah gambut."Ini terlihat sudah padam, tapi dari dalam masih terlihat ada api. Dan ini memang gambut jadi asapnya memang lebih banyak dan potensi untuk munculnya api masih tetap besar," ujar Raja Juli kepada wartawan, Minggu.

Laporan perkembangan titik api di Kalsel berdasarkan data dari Sipongi atau sistem pemantauan karhutla milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut), titik api sempat menurun ke level terendah pada Sabtu (22/8/2026) malam.Namun saat ini, ungkap Juli, titik api kembali melonjak mencapai 44 titik.

"Kemarin itu sempat hanya 11 titik api di Kalsel setelah sebelumnya 157. Tapi saat saya mendarat tadi, saya dilihatkan data baru itu sudah menjadi 44 kembali," ungkap Juli.

Karena luasnya lahan di Kalsel yang sudah terdampak karhutla, Juli mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.Yang masih punya tradisi bukan lahan dengan dibakar, mohon dihentikan, jangan dilakukan lagi karena dampaknya luar biasa," imbau Juli.

Pemadaman karhutla di seluruh provinsi yang terdampak, kata Juli, memerlukan kerja sama semua pihak.

Untuk memaksimalkan pemadaman karhutla di Kalsel, Juli memastikan penambahan helikopter water bombing dari Badan Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB).

"Ada penambahan dari BNPB helikopter water bombing yang dibawa dari Riau. Kebetulan di Riau relatif rendah angka karhutlanya," pungkas Juli.

Minggu, 23 Agustus 2026

Tak Pakai Masker, Prabowo Tinjau Titik Karhutla di Sungai Raya Kalbar



Presiden Prabowo Subianto meninjau salah satu titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Prabowo didampingi sejumlah menteri turun langsung ke titik karhutla.

Adapun titik peninjauan berada di Jalan A Yani III, Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Prabowo tiba di lokasi Sabtu (22/8/2026), sekitar pukul 13.20 WIB.

Saat turun dari mobil, Prabowo yang mengenakan baju safari krem dan topi biru dongker langsung turun ke salah satu titik karhutla. Prabowo tampak tidak mengenakan masker selama peninjauan berlangsung.Turun mendampingi Prabowo dalam peninjauan ini Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Mereka juga terlihat tidak mengenakan masker.

Selama peninjauan, Prabowo tampak mengamati titik lokasi sambil menerima laporan pejabat setempat. Sementara itu, sejumlah petugas di lokasi tampak memegang selang melakukan proses pemadaman.Di area peninjauan, asap atau kabut tipis tampak menyelimuti sehingga jarak pandang ke bagian belakang lokasi menjadi terbatas. Akses menuju lokasi terlihat berupa jalur tanah gambut di atas parit kering.

Prabowo sebelumnya memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Satgas Udara, Lanud Supadio, Kalimantan Barat. Prabowo menegaskan kedatangannya untuk melihat keadaan nyata proses penanganan karhutla.

"Baik, terima kasih, Saudara-saudara sekalian. Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata," kata Prabowo membuka rapat.

Prabowo lalu meminta pejabat daerah untuk melaporkan situasi terkini penanganan karhutla. "Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi?" ujarnya.Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen Purnawirawan Asrianus Bulo lantas memberikan laporan. la menyebut berdasarkan data satelit 24 jam terakhir ada 198 titik api dengan tingkat tinggi.

"Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat," ujar Asrianus Bulo.


 

Jumat, 21 Agustus 2026

2 Orang Tewas Tertemper KRL Hari Ini: Siswa SMA di Kalideres dan Lansia di Tebet


 Dua insiden orang tertemper kereta rel listrik (KRL) terjadi di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), dan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel). Seorang pelajar dan pria lanjut usia (lansia) tutup usia akibat kecelakaan itu.

Dua peristiwa itu juga terjadi pada waktu yang relatif sama, yakni pukul 06.30 WIB. Sebagai informasi, kecelakaan tersebut terjadi di 2 lintas yang berbeda, yakni Bogor-Jakarta Kota dan Duri- Tangerang.

Insiden temperan KRL di Kalideres mengakibatkan siswa SMA berinisal DK (18) tewas. Korban tertemper KRL di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper, Jakarta Barat (Jakbar).

Polisi menyebutkan korban membonceng ayahnya saat motor yang dikendarainya tertemper. Saat itu korban hendak berangkat sekolah.Infonya ayah dan anak. Korban yang bonceng," kata Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Ayah korban terluka akibat kecelakaan itu. Namun belum diketahui detail kondisi terkini ayah korban.

"Kalau keadaan korban sekarang belum monitor. Karena ditangani unit Laka Polres," tuturnya.

Lansia di Tebet Tewas

Sementara insiden temperan KRL di Tebet mengakibatkan tewasnya seorang pria lansia yang merupakan warga sekitar. Polisi telah mengecek lokasi kecelakaan di jalur KRL rute Bogor-Jakarta Kota, tepatnya di Jalan Kebon Baru RT 06 RW 06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jaksel.

"Korbanya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi, Kamis (20/8).Joko menerangkan, korban sempat berjalan di pinggir rel kereta sebelum tertemper. Kemudian, korban meninggal dunia.


"Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, terlihat korban berjalan di sekitaran pinggir rel kereta api dan sesaat setelah melintas kereta listrik dari arah Bogor menuju Jakarta diketahui korban terserempet kereta listrik dimaksud. Atas kejadian korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jenazah korban dibawa ke rumah sakit," katanya.

Pramono Dorong Perkuat Pengamanan Rel


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI perlu berkoordinasi dengan PT ΚΑΙ untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pramono menyebut sejumlah ruas rel di Jakarta sebenarnya telah dipasangi pagar agar warga tidak bisa menyeberang rel secara sembarangan.


"Beberapa ruas sebenarnya sudah kami bangun pagar untuk masyarakat tidak, apa, dengan bebas menyeberangi rel kereta yang ada. Saya terus terang

baru mendengar ini," kata Pramono di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).


Pramono mengatakan insiden orang tertemper kereta harus menjadi perhatian bersama antara Pemprov DKI dan PT KAI. Menurut dia, diperlukan langkah untuk meningkatkan keamanan di sekitar jalur rel.

Selasa, 18 Agustus 2026

Siasat Penyelundupan Emas ke Dubai: Dilebur, Diberi Pewarna Jadi Gel


 Dittipidter Bareskrim Polri membongkar praktik penyelundupan emas di kawasan Sunter, Jakarta Utara (Jakut). Dalam penggeledahan ini polisi mengungkapkan siasat pelaku yang mengubah emas batangan menjadi gel agar lolos dari pemeriksaan bandara.

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, mengatakan penggeledahan dilakukan, Senin (17/8) malam. Operasi ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua warga negara (WN) India yang sebelumnya kedapatan menyelundupkan emas ke Dubai.

"Dari hasil penggeledahan, ditemukan dugaan modus baru dengan cara melebur emas menjadi serbuk," kata Irhamni dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).Irhamni menjelaskan para pelaku menghancurkan emas batangan menjadi serbuk. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan zat kimia dan pewarna khusus hingga teksturnya berubah menyerupai gel.

"Di situ kemudian diberikan pewarna sesuai denganjenis kainnya, kemudian diberikan obat kimia dan pewarna sehingga serbuk emas menjadi seperti gel," jelasnya.

Emas yang telah berbentuk gel ini kemudian dimasukkan ke dalam celana dalam dan bra yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Penggunaan zat kimia dan pewarna ini bertujuan untuk mengelabui pemeriksaan petugas di Bandara Soekarno-Hatta.Sehingga tidak terdeteksi sebagai logam di x-ray bandara. Dan ketika diraba atau digeledah, terkesan tidak seperti logam, tetapi seperti kulit biasa atau kenyal," ungkap Irhamni.

Pada saat ini, Bareskrim tengah melakukan pengembangan lebih lanjut untuk memburu anggota sindikat lainnya. Irhamni menyebut ada terduga pelaku yang diduga telah melarikan diri ke luar negeri.

"Melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap terduga para pelaku, baik yang masih berada di Indonesia maupun yang sudah melarikan diri ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Filipina," imbuhnya.

Sebelumnya, sindikat ini diketahui bisa mengumpulkan emas hingga 30 kilogram per hari dari seluruh Indonesia untuk diselundupkan. Dengan estimasi tersebut, total emas yang diselundupkan bisa mencapai 1 ton per bulan.