About

Sabtu, 30 Mei 2026

Perintah Prabowo Bahasa Prancis Diajarkan di Seluruh Sekolah


 Hubungan Indonesia dan Prancis dalam


kondisi yang sangat erat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron. Kelekatan itu membuat Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mengajarkan bahasa Prancis kepada siswa.


Bertemu dengan Macron di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026), Prabowo sudah dua kali berkunjung ke Paris, yakni pada 23 Januari 2026 usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Selanjutnya, pada 14 April 2026, Prabowo bertemu dengan Macron setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.


"Terima kasih atas penerimaan yang begitu besar, baik, dan penuh penghormatan kepada saya serta delegasi saya. Saya menyampaikan terima kasih. Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis," kata Prabowo.

Prabowo menilai Indonesia mendapat kehormatan besar karena diundang dalam defile Prancis tahun lalu. Acara tersebut digelar pada 14 Juli 2025 untuk memperingati Hari Nasional Republik Prancis atau Bastille Day.

Tahun lalu, Indonesia juga mendapat penghormatan besar karena diundang ikut dalam defile 14 Juli, Hari Nasional Republik Prancis. Ini merupakan kehormatan besar bagi kami," katanya.


"Mungkin kita adalah negara Asia pertama yang ikut defile di benua Eropa," ujarnya.


Menurut Prabowo, hubungan antara Indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik. Mantan Menteri Pertahanan itu pun menyampaikan terima kasih kepada Macron atas hubungan baik yang terjalin selama ini.


"Saya sempat menyampaikan kepada Yang Mulia bahwa hubungan Indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik selama ini. Kami berterima kasih dan menghormati kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron," katanya.

Instruksikan Sekolah di Indonesia Mengajarkan Bahasa Prancis


Dalam pertemuan yang sama, Prabowo memuji kepemimpinan Macron di dunia internasional. Menurut dia, ada beberapa kesamaan sikap antara Indonesia dan Prancis.


"Kepemimpinan Presiden Macron di dunia internasional sangat terasa. Presiden Macron selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas, sesuai prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Prancis. Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama," katanya.


Prabowo menyebutkan ada sejumlah kerja sama yang terjalin baik antara Indonesia dan Prancis, mulai dari bidang pertahanan, sains dan teknologi, hingga pendidikan.

Saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, tak lain karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan, hubungan kita sangat baik. Di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik. Di bidang pendidikan, kita ingin meningkatkan kerja sama lebih jauh lagi," katanya.


Prabowo lalu menginstruksikan kepada seluruh sekolah di Indonesia untuk mengajarkan bahasa Prancis kepada siswa. Prabowo mengatakan hal itu dilakukan melihat perkembangan dunia ke depan.


"Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo di hadapan Macron.Harapan Instruksi Prabowo Bukan Cuma soal Diplomasi


Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian berharap instruksi Prabowo soal mengajarkan bahasa Prancis itu bukan sekadar bagian dari diplomasi internasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadria instruksi Prabowo soal mengajarkan ba itu bukan sekadar bagian dari diplomasi internasional. Lalu menyampaikan pihaknya akan lebih dulu memanggil Kemendikdasmen terkait arahan terbaru Prabowo tersebut.


"Untuk kejelasan wajib belajar bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada raker dengan kami nanti. Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut, baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya," kata Lalu kepada wartawan, Jumat (29/5).


Lalu memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting untuk para siswa dan siswi. Namun, menurut dia, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik.

Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan vang matang," ucap dia. 80


Karena itulah dia akan memastikan terlebih dahulu dengan Mendikdasmen terkait instruksi Prabowo ini.

Jangan sampai publik melihat kebijaka sebagai bagian dari agenda diplomasi i tanpa perencanaan pendidikan yang matang, dia. dnon 16


Karena itulah dia akan memastikan terlebih dahulu dengan Mendikdasmen terkait instruksi Prabowo ini. "Apakah rencana ini benar-benar menjadi prioritas pendidikan nasional ataukah masih wacana," imbuh dia.


Terakhir, ia juga mengusulkan agar pelajaran bahasa asing dijadikan program khusus saja. Pasalnya, lanjut dia, butuh persiapan khusus.


"Menurut kami, jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu," tutur dia.

Kamis, 28 Mei 2026

Habiburokhman: Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tak Salahi Hukum

 



Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman

turut merespons sorotan terhadap Presiden Prabowo Subianto lantaran menyalurkan kurban 1.098 sapi menggunakan APBN dengan skema Bantuan Pemerintah ke Masyarakat.

Habiburokhman  mengatakan yang dilakukan Prabowo tidak melanggar hukum ataupun syariah.

"Penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto melalui skema Bantuan Presiden tidak salah secara hukum maupun syariah," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026.

Habiburokhman mengatakan bantuan hewan kurban tersebut justru merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, pondok pesantren, masjid, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lain di seluruh Indonesia dalam momentum Hari Raya Idul Adha. "Negara memang memiliki fungsi sosial untuk membantu masyarakat, apalagi dalam momentum keagamaan dan kemanusiaan," imbuhnya.


Kemudian, ia memandang, secara hukum, program bantuan untuk masyarakat dari Presiden memiliki dasar hukum yang jelas dalam sistem keuangan negara. la memaparkan hal tersebut diatur dalam Pasal 3 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


"Selanjutnya, Undang-Undang APBN Tahun 2026 juga memberikan ruang anggaran terhadap program bantuan kemasyarakatan Presiden, Banpres atau Banmaspres, melalui Kementerian Sekretariat Negara," ucap dia.


Selain itu, Waketum Gerindra ini menyinggung Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga menyatakan bahwa penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden tidak bertentangan dengan syariat Islam. "Hal ini bukan hanya sekadar tentang ibadah kurban, tetapi juga bentuk keberpihakan Presiden Prabowo kepada.

bentuk keberpihakan Presiden Prabowo kepada rakyat kecil, peternak sapi lokal, dan masyarakat," tutur dia.


Habiburokhman juga merespons narasi bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya pemeluk agama Islam atas bantuan hewan kurban tersebut. la memastikan Prabowo juga memperhatikan pemeluk agama lainnya.


"Tentu kita sudah tahu pemerintahan Prabowo Subianto juga concern terhadap kepentingan umat beragama lainnya. Berbagai bantuan dan berbagai kebijakan juga sudah dilakukan untuk membantu umat beragama lainnya," ujarnya.


Penjelasan Istana Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menjelaskan penyaluran sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha tahun ini merupakan bagian dari program bantuan pemasyarakatan Presiden atau banpres. Penyaluran bantuan disebut telah berlangsung sejak lama dari tahun ke tahun.

Juri menyampaikan penjelasan tersebut merespons munculnya pertanyaan publik yang mempersoalkan penggunaan APBN dalam pengadaan sapi kurban Prabowo. Menurutnya, sapi kurban tersebut adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat agar warga, khususnya yang membutuhkan, dapat ikut merayakan Idul Adha dan menikmati daging kurban.


"Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama," ujar Juri dalam keterangannya, Rabu (27/5).Pada tahun ini sebanyak 1.098 ekor sapi disalurkan Prabowo ke berbagai penjuru Indonesia. Sebagai bantuan kepada masyarakat, penggunaan alokasi anggaran Banpres dinilai hal yang lazim dan telah menjadi praktik pemerintahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Juri menegaskan bantuan sapi kurban tersebut tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi Prabowo, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat di berbagai daerah. Pemerintah ingin kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama melalui momentum keagamaan yang memiliki nilai sosial tinggi seperti Idul Adha.


Juri juga menambahkan bahwa secara personal, Prabowo tetap menunaikan ibadah kurban atas nama pribadi menggunakan dana sendiri. Hewan kurban pribadi Prabowo tersebut juga disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.

Mendikti Dalami Dugaan WNI Palsukan Riset: Bukan Dosen- Peneliti Aktif

 

Media sosial ramai memperbincangkan soal dugaan pemalsuan riset yang dilakukan oleh warga negara Indonesia (WNI) dalam konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Denmark. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, merespons hal tersebut.


"Kemdiktisaintek memberikan perhatian terhadap informasi yang berkembang terkait dugaan pelanggaran integritas akademik dan etika penelitian yang melibatkan pihak yang menggunakan afiliasi institusi di Indonesia," kata Brian saat dihubungi, Rabu (27/5/2026).

Brian menuturkan pihaknya tengah melakukan pendalaman mengenai dugaan riset palsu yang dilakukan oleh WNI. Dia mengatakan pendalaman dilakukan untuk mencari fakta dan status WNI dalam forum tersebut.

"Saat ini kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman bersama pihak terkait untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya, termasuk status yang bersangkutan, bentuk afiliasi yang digunakan, serta keterkaitannya dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset di Indonesia," ujarnya.


"Namun demikian, kita juga harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Semua pihak perlu diberikan ruang klarifikasi, dan setiap dugaan perlu diverifikasi secara objektif berdasarkan bukti serta mekanisme yang berlaku di lingkungan akademik dan penelitian," lanjutnya.


Brian mengungkap para WNI itu tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif. Dia mengatakan pihaknya tetap menaruh perhatian dalam kasus tersebut karena berpengaruh terhadap persepsi ekosistem riset nasional.


"Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia. Meski demikian, persoalan ini tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi terhadap ekosistem riset nasional secara lebih luas," ucapnya.


"Indonesia memiliki mekanisme evaluasi integritas riset melalui perguruan tinggi, komite etik, LPPM, sistem penjaminan mutu akademik, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi dari Kemdiktisaintek maupun BRIN sesuai kewenangannya," jelasnya.

Konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 berlangsung pada 17-21 Mei 2026. Sekelompok periset asal Indonesia yang terdiri atas Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti mempresentasikan sejumlah hasil penelitian yang dianggap sangat impresif.


Usut punya usut, muncul dugaan bahwa penelitian yang dibawakan mereka hasil fabrikasi dan tidak pernah benar-benar dilakukan. Pelaku juga diduga memalsukan identitas. Hal itu diungkap oleh peneliti bernama Ida Bagus Mandhara Brasika melalui akun Threads-nya.


"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia. Hal ini terungkap di konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi ilmiah bergengsi untuk ahli pneumonia di seluruh dunia yang tahun ini diadakan di Kopenhagen, Denmark," tulis Mandhara Brasika di akun Threads-nya, Rabu (27/5).


"Salah seorang pelaku melakukan pemalsuan identitas. Modusnya pelaku berganti-ganti nama saat presentasi, bermodal ganti jilbab dan nametag. Yang lebih gila... Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu! Dibuat dengan Al dan/atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di generate Al, gambar dan tulisannya juga," lanjutnya.

Rabu, 27 Mei 2026

Chiki Fawzi Pulang ke Indonesia, Ceritakan Kondisi Aktivis Saat Ditahan Israel


 Artis sekaligus aktivis kemanusiaan, Chiki

Fauzy , akhirnya kembali ke pelukan keluarga setelah pergi untuk misi kemanusiaan ke Gaza selama berbulan-bulan. Kepulangannya ke Tanah Air disambut dengan suasana penuh emosional oleh sang ayah, musisi senior Ikang Fawzi.

Pertemuan ini menjadi puncak dari ketegangan panjang setelah Chiki Fawzi terlibat dalam upaya internasional menembus blokade Gaza yang berakhir dengan penangkapan sejumlah rekan delegasinya.


"Ayah menjemput langsung. Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, 'Welcome home, Ade'. Rasanya campur aduk banget saat itu," kata Chiki Fawzi saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Perjalanan kemanusiaan ini menempatkan Chiki Fawzi pada posisi yang sangat berbahaya. Selama berbulan-bulan, ia berpindah dari satu etape ke etape lain, mulai dari Barcelona hingga Turki.


Ketika sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) lainnya berada di atas kapal untuk berlayar menuju Gaza, Chiki Fawzi bertugas memantau situasi dari pusat komando di Istanbul. Ketegangan memuncak saat kapal-kapal bantuan tersebut dihadang secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.


"Yang berlayar itu ada sembilan orang. Ditambah aku dan koordinator kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang. Sembilan orang yang ada di atas kapal itulah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel," jelasnya.


Selama masa kritis tersebut, artis berusia 37 tahun itu menyaksikan sendiri bagaimana rekan-rekannya mengalami perlakuan tidak manusiawi. Melalui pantauan, ia melihat detik-detik intersep militer yang berujung pada penahanan rekan-rekannya.


Kesaksian yang ia terima setelah rekan-rekannya dibebaskan menggambarkan betapa brutalnya intimidasi fisik yang dilakukan oleh pihak keamanan otoritas setempat selama masa penculikan berlangsung.

Sangat parah. Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan kabel ties yang sangat kencang sampai melukai tangan. Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus," terangnya.

Baginya, rasa takut terhadap ancaman manusia harus disingkirkan demi menyuarakan kebenaran bagi rakyat Palestina yang telah lama tertindas.


"Sejujurnya, aku lebih takut sama alam. Di laut Mediterania itu kapalnya bisa miring banget sampai kita harus ikat diri pakai karabiner supaya nggak nyemplung, tapi kalau sama militer, aku nggak takut. Kita harus membebaskan pikiran kita dari rasa takut kepada Israel," pungkasnya.

Selasa, 26 Mei 2026

DPR-Pemerintah Rapat Tertutup Bahas Situasi Terkini Pascabencana di Sumatera


 Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana DPR RI dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca Bencana Sumatera Pemerintah menggelar rapat koordinasi pada Senin (25/5/2026).


Rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Untuk mengefektifkan waktu, izinkan saya membuka rapat koordinasi pada hari ini dengan mengucapkan, Bismillahirrahmanirrahim," ucap Wakil Ketua DPR sembari mengetuk palu, Jakarta, Senin (25/5/2026).Tidak lama setelah rapat dibuka, Dasco kemudian menyatakan rapat koordinasi tersebut digelar secara tertutup.

Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Selain itu hadir juga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Menteri Pariwisata Widianti Putri, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Kemudian hadir Wakil Menteri Pertanian Sudaryanto, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operation Officer (COO) Danantara Asset Management Donny Oskaria, Kepala BNPB Suharyanto.

Kondisi terkini pascabencana Sumatera

Sebelumnya, pada 13 Mei 2026, pemerintah menyebut sebagian besar fasilitas umum dan layanan publik di wilayah terdampak juga telah kembali beroperasi.

Sebanyak 130 rumah sakit dan 1.265 puskesmas yang terdampak kini beroperasi penuh.


Namun, dari 2.952 puskesmas pembantu yang terdampak, masih ada enam unit yang belum beroperasi.Enam puskesmas pembantu itu berada di Kota Sibolga, tepatnya di Kecamatan Sibolga Utara, serta di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni Kecamatan Sarudik, Manduamas, Pasaribu Tobing, dan Tukka, dengan dua unit berada di kecamatan terakhir.

Di sektor pendidikan, sebanyak 4.922 sekolah terdampak di tiga provinsi telah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah juga sedang merevitalisasi 3.002 sekolah dengan total anggaran Rp 2,86 triliun.Sementara itu, kondisi jalan dan jembatan daerah berangsur pulih.

Di Aceh, 1.521 dari 1.638 ruas jalan serta 351 dari 652 jembatan telah kembali fungsional.

Di Sumatera Utara, 607 dari 616 ruas jalan dan 343 dari 366 jembatan telah berfungsi.

Adapun di Sumatera Barat, 149 dari 167 ruas jalan serta 97 dari 163 jembatan telah kembali digunakan.

Minggu, 24 Mei 2026

Pemadaman Listrik Berjam-jam, Toko Mesin Genset di Medan Diserbu Warga



 Pemadam listrik sejak kemarin masih terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Listrik yang telah padam selama berjam-jam itu membuat toko mesin generator set atau genset diserbu warga.

Dilansir detikSumut, Sabtu (23/5/2026), sejumlah toko di Jalan Pandu, Kota Medan, yang menjual mesin genset ramai didatangi warga. Para warga itu berbondong-bondong membeli genset sebagai persediaan cadangan pembangkit listrik di rumah.


Salah seorang pembeli warga Delitua, Dedy, mengatakan memilih membeli mesin genset karena takut pemadaman bergilir masih akan berlangsung. Ia mengaku sangat terganggu dengan pemadaman listrik yang terjadi sejak Jumat (22/3) sore lalu

Saya takut listrik akan lama pulih dan memilih siap sedia untuk berjaga-jaga. Listrik begitu penting, kita membutuhkan listrik untuk menerangi rumah, menyalakan kulkas agar bahan makanan tidak busuk, dan mengisi daya batre handphone," ucap Dedy kepada detikSumut.


Dedy mengaku harus membeli mesin genset untuk keperluan rumah tangga. Ia juga menyinggung harga mesin genset mengalami kenaikan.


"Mau tidak mau, mesin genset harus dibeli karena sangat dibutuhkan. Selain itu, kasihan juga orang tua di rumah yang sudah tua. Untuk harganya tadi berkisar Rp 4 jutaan," imbuhnya

Menurut Dedy, kondisi rumahnya serta warga sekitar Delitua saat terjadi pemadaman gelap gulita. Suhu udara di rumahnya pun sangat panas akibat tidak bisa menyalakan kipas angin maupun alat pendingin ruangan lainnya.

Kondisi semalam ketika mati lampu begitu panas dan gelap-gelapan. Aktivitas terganggu mulai dari jaringan internet tidak ada atau total mati," imbuhnya.


Saat listrik padam, Dedy mengaku, ia bersama keluarganya terpaksa menggunakan handphone untuk penerangan. Namun tak bertahan lama karena baterai handphone tidak bisa di-charge.


"Kami hanya menerangi rumah menggunakan handphone, sampai saat ini lampu belum hidup di sana," tambahnya.


Ia menyampaikan, pekerjaanya juga terganggu karena listrik padam. Dedy yang berjualan sayur mayur mengaku turut mengalami kerugian dan penurunan penghasilan imbas pemadaman listrik.


"Saya berjualan sayur di pekan dan keliling-keliling di sekitar Delitua. Penjualan juga sepi, sehingga berdampak terhadap pendapatan saya turun," pungkasnya.

Sabtu, 23 Mei 2026

Listrik di Aceh Padam Total, Warga Serbu Kafe yang Punya Genset


 Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam membuat warga Banda Aceh dan Aceh Besar ramai-ramai mendatangi warung kopi (warkop) untuk mencari penerangan. Pantauan Kompas.com, sejak usai magrib hingga selepas isya, aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan mulai padat dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat.


Salah satu titik keramaian terlihat di kawasan Jalan Laksamana Malahayati, Aceh Besar, menuju Simpang Mesra, Banda Aceh. Banyak warga terlihat memadati warung kopi yang masih beroperasi menggunakan genset. Samsuddin (45), warga Aceh Besar, mengaku sengaja membawa keluarganya keluar rumah setelah salat magrib untuk mencari tempat yang masih memiliki aliran listrik.

Kenapa warkop jadi pilihan, karena di sini hidup lampu ada genset,” kata Samsuddin saat ditemui Menurut dia, pemadaman listrik juga membuat pasokan air di rumah ikut terhenti sehingga kondisi menjadi tidak nyaman.


Air sudah pasti matilah. Cuaca panas ditambah banyak nyamuk, makanya kami langsung cari warkop karena takut penuh,” ujarnya. Hal serupa dilakukan Sayid, warga Banda Aceh, yang memilih membawa keluarganya keluar rumah demi kenyamanan anak-anaknya

Karena di rumah panas sayang anak-anak, makanya kami juga memilih ikut keluar (ke warkop),” ucapnya. Meski begitu, Sayid mengaku tidak terlalu panik menghadapi kondisi tersebut karena pernah mengalami situasi serupa saat masa awal bencana tsunami Aceh. “Kalau pemadam gini yang kasihan cuma anak-anak, kepanasan mereka,” katanya


Padam Massal di Sumatera Diketahui, pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam dan berdampak pada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau. General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim, mengatakan gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT). “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” kata Arjun dalam keterangan singkat.