About

Kamis, 19 Februari 2026

Mendag Bantah MBG Jadi Biang Kerok Harga Daging Ayam Naik

 


Menteri Perdagangan Budi Santoso membantah kenaikan harga daging ayam di atas Harga Acuan Penjualan Rp 40.000 per kilogram dipicu serapan program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai harga ayam saat ini cenderung stabil. Produksi disebut mengikuti permintaan pasar.

Ada kepastian justru produksi itu ngikutin ya linear gitu, ngikutin permintaan. Sehingga harga malah cenderung stabil ya,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Budi menyebut sudah berdiskusi dengan pelaku usaha. Mereka menjelaskan kondisi pasar kini berbeda dibanding sebelumnya.

Fluktuasi harga pada periode lalu dipengaruhi naik turunnya permintaan. Saat ini, produksi disebut menyesuaikan kebutuhan pasar. “Coba teman-teman lihat Apakah banyak terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan enggak ada,” ujar Busan.

Ia menirukan pernyataan peternak terkait dampak program MBG terhadap serapan produksi. “Ini justru bagus pak Karena kami produksinya terus meningkat dan, pasti Karena permintaan menjadi pasti Kalau dulu permintaan naik turun kan tergantung pasar,” kata Budi.

Sejumlah daerah melaporkan harga ayam ras melampaui Rp 40.000 per kilogram menjelang Ramadhan. Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mencatat harga ayam ras di Pasar Batang mencapai Rp 42.000 per kilogram. Harga normal berada di kisaran Rp 38.000 per kilogram. Pasar Jungke, Karanganyar, juga mencatat kenaikan. Mengutip TribunSolo, harga ayam di pasar tersebut mencapai Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 35.000 per kilogram. Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag mencatat rata-rata nasional harga ayam ras per 13 Februari sebesar Rp 40.259 per kilogram. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional menunjukkan angka lebih tinggi. Per 18 Februari, rata-rata nasional harga ayam ras mencapai Rp 41.562 per kilogram. Panel Harga Bapanas mencatat harga tertinggi berada di Papua Tengah sebesar Rp 66.429 per kilogram, Papua Selatan menyusul Rp 53.333 per kilogram, Kalimantan Utara tercatat Rp 50.248 per kilogram, Papua Rp 49.765 per kilogram, dan Kalimantan Barat Rp 48.750 per kilogram.


0 komentar:

Posting Komentar