About

Sabtu, 31 Januari 2026

Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Hogi Minaya

 

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sleman Kombes Pol Edy Setyanto dinonaktifkan sementara usai mencuatnya kasus Hogi Minaya, suami yang menjadi tersangka usai mengejar penjambret yang merampas tas istrinya.


Dalam pengejaran itu, dua penjambret yang menaiki sepeda motor, menabrak tembok dan meninggal dunia.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan alasan penonaktifan sementara Kapolres Sleman.


Menurut Trunoyudo, penonaktifan sementara Edy dari jabatannya untuk menjamin objektivitas selama pemeriksaan lanjutan.

Penonaktifan sementara ini dilakukan semata-mata untuk menjamin objektivitas pemeriksaan lanjutan serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” kata Trunoyudo di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, penonaktifan tersebut berdasarkan rekomendasi hasil Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) yang dilaksanakan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda DI Yogyakarta.

Trunoyudo menegaskan, ADTT pada 26 Januari 2026 itu terkait penanganan perkara pencurian dengan kekerasan (curas) dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada 26 April 2025.


Menurutnya, ditemukan dugaan lemahnya pengawasan pimpinan sehingga proses penyidikan menimbulkan kegaduhan di masyarakat serta berdampak pada menurunnya citra Polri.

Jajaran kepolisian juga telah melakukan gelar hasil sementara ADTT tersebut.


“Dalam gelar tersebut, seluruh peserta sepakat merekomendasikan penonaktifan Kapolresta Sleman untuk sementara waktu hingga pemeriksaan lanjutan selesai dilaksanakan,” katanya, seperti dikutip Antara.


Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi ADTT tersebut, Polda DI Yogyakarta menjadwalkan serah terima jabatan (sertijab) yang akan dipimpin langsung Kapolda DI Yogyakarta pada Jumat pukul 10.00 WIB, bertempat di ruang rapat Kapolda DI Yogyakarta.

 Sebagai informasi, kasus penjambretan tersebut terjadi pada April 2025. Hogi Minaya mengejar dua penjambret yang merampas tas istrinya dengan menggunakan mobil.


Namun, kejadian itu berujung kecelakaan lalu lintas usai sepeda motor pelaku oleng dan menabrak tembok, mengakibatkan dua penjambret meninggal dunia.


Polisi kemudian menetapkan Hogi sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 311 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009

Kejari Sleman telah memfasilitasi untuk tercapainya keadilan restoratif atau restorative justice (RJ) antara Hogi Minaya dengan keluarga penjambret.

Jumat, 30 Januari 2026

Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Dapat “Jam Komandan”, Apa Itu?


 TNI dan Polri akhirnya menemui Suderajat (49), pedagang es gabus yang mengalami kekerasan fisik usai dituduh berjualan menggunakan bahan spons di Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026). Pertemuan mereka berlangsung di sekitar rumah Suderajat, kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (28/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Babinsa Utan Panjang Sersan Dua (Serda) Heri dan Babinkamtibnas Ikhwan Mulachela meminta maaf kepada Suderajat atas peristiwa yang sudah terjadi. Berdasarkan video yang diterima .mereka bertemu di salah satu mushala dekat kontrakan Suderajat

Ikhwan dan Heri terlihat berdiri mengapit Suderajat. “Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan kepada Suderajat.

Lalu, Ikhwan juga mendoakan keberkahan dan mengharapkan tidak ada masalah lagi di kemudian hari. Saat itu, ia terlihat menjabat tangan Suderajat yang juga didampingi sang istri.

Setelahnya, Heri juga bersalaman dengan Suderajat dan memohon maaf. “Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke Pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya Pak, sehat selalu,” ujar Heri ke Suderajat.


Jam Komandan” dan disiplin Kini, Serda Heri dijatuhi hukuman disiplin atas perbuatannya. Terlebih, Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, Komandan Distrik Militer (Dandim) Kodim 0501/Jakarta Pusat akan melakukan evaluasi internal. “Dandim akan melakukan evaluasi internal dan memberikan jam komandan kepada seluruh anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat serta memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri, Babinsa Kelurahan Utan Panjang sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Donny dalam keterangannya, Rabu ( 28/1/2026)

Donny menjelaskan bahwa jam komandan merupakan kegiatan pimpinan dalam memberikan arahan pelaksanaan tugas keseharian serta instruksi kerja. “Jam komandan (adalah) kegiatan seorang komandan atau pimpinan memberikan arahan dalam melaksanakan tugas-tugas keseharian dan memberikan instruksi dalam bekerja,” jelas dia.


Berdasarkan hasil uji laboratorium forensik, Donny menyatakan bahwa es yang dijual Suderajat asli berbahan makanan dan aman untuk dikonsumsi. “Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga,” tegas dia.

Suderajat diberi kulkas dan dispenser Donny mengungkapkan, Kodim 0501/Jakarta Pusat memberikan dukungan kepada Suderajat. “Diawali dengan pembicaraan sebagai wujud perhatian, Kodim 0501/Jakpus akan mendukung 1 unit kulkas Polytron yang dapat digunakan untuk menyimpan bahan dagangan yang tersisa,” jelas Donny. “(Ada juga) 1 unit dispenser Miyako yang dapat digunakan untuk mempermudah pembuatan bahan jualan anak Bapak Suderajat, serta 1 unit kasur spring bed yang bermanfaat untuk memberikan kenyamanan saat beristirahat,” tambah dia.


Tak cukup minta maaf Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh dua aparat dari TNI dan Polri telah merugikan korban secara moral dan ekonomi.


Saya menilai penyelesaian kasus Pak Suderajat tidak cukup hanya dengan permintaan maaf,” kata Abdullah dikutip dari laman resmi DPR. “Jika dibiarkan selesai sebatas itu, saya khawatir akan muncul banyak korban serupa dari kalangan rakyat kecil yang dirugikan akibat arogansi aparat dan tidak memperoleh keadilan,” sambungnya. Meski para mereka menyampaikan permintaan maaf, dia menegaskan bahwa pimpinan institusi tempat mereka bernaung wajib menindaklanjuti kasus ini secara adil, objektif, dan transparan. Menurut Abdullah, sanksi etik dan disiplin harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menjadi preseden buruk.

Rabu, 28 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Resmikan Hunian Sementara bagi Ratusan Korban Bencana di Langkahan

 

Pemkab Aceh Utara terus memperkuat upaya pemulihan pascabencana dengan menyediakan hunian sementara yang layak bagi masyarakat terdampak.

Pada Rabu (28/1/2026), Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah WA, secara resmi menyerahkan kunci Hunian Sementara (Huntara) kepada warga korban bencana di Kecamatan Langkahan.

Peresmian Huntara tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus bertahan di tenda-tenda darurat.

Hunian sementara yang telah selesai dibangun diperuntukkan bagi 216 Kepala Keluarga (KK) yang berasal dari Desa Tanjong Dalam Selatan dan Desa Simpang Tiga.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan lainnya, 298 unit Huntara tambahan dan 118 unit lainnya saat ini sedang dipersiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bupati Ayah WA menegaskan bahwa Huntara yang dibangun bukan sekadar tempat berlindung sementara, tetapi dirancang sebagai hunian yang layak dan nyaman untuk ditempati.

Setiap unit Huntara telah dilengkapi dengan fasilitas dasar, seperti tempat tidur dan lemari, sehingga warga dapat langsung menempatinya tanpa harus menyiapkan perlengkapan tambahan.

“Huntara ini kami bangun agar masyarakat bisa tinggal dengan lebih layak, aman, dan nyaman sambil menunggu pembangunan hunian permanen.

Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana terpenuhi,” ujar Bupati.

Selain pembangunan di Kecamatan Langkahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga terus mempercepat pembangunan Huntara di berbagai wilayah lainnya.

Target siap huni sebelum ramadhan


Saat ini, sebanyak 2.000 unit Huntara masih dalam proses pembangunan, sementara 4.000 unit tambahan berada pada tahap pengusulan.

Seluruh unit tersebut ditargetkan selesai dan siap dihuni sebelum bulan Ramadan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.

Seiring dengan pemindahan warga ke Huntara, Bupati Ayah WA juga menginstruksikan agar tenda-tenda darurat dibongkar guna menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan lingkungan.

Ia turut mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat Huntara secara bersama-sama, mengingat hunian tersebut bersifat sementara.

Kegiatan penyerahan Huntara ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara, antara lain Kapolres Aceh Utara, Dandim 0103/Aceh Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, serta perwakilan Tenaga Ahli BNPB.(*)

Selasa, 27 Januari 2026

Ketika sawah mulai hijau lagi setelah bencana Aceh

 

Memori kelam bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 masih teringat jelas di benak Ishak. Ketika air surut, yang dilakukannya pertama kali adalah berjalan kaki menuju sawah, melewati lumpur sisa banjir bandang di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.


Di sana, sejauh mata memandang ia tidak bisa menemukan sawahnya lagi. Jalan aspal, saluran irigasi, dan sawah yang dulu penuh padi yang kuning siap untuk dipanen, berubah rata jadi hamparan lumpur. Hanya tanggul beton irigasi besar tempat ia berdiri yang tersisa di daratan itu.


"Menangis saya. Lima hari lagi sawah mau saya panen, banjir datang," kata Ishak berbagi kisahnya kepada ANTARA pada 24 Januari 2026.

Bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah merusak hampir semua sendi kehidupan masyarakat di daerah yang terdampak. Meski air sudah surut, imbas bencana itu masih terasa berat bagi warga untuk melanjutkan hidup.


Penyintas bencana tidak hanya kehilangan harta, melainkan juga terancam kehilangan mata pencaharian. Salah satunya adalah petani seperti Ishak, dan ia bukan satu-satunya petani yang bersedih. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kerusakan areal sawah akibat bencana Sumatera totalnya mencapai 98.002 hektare.


Aceh mengalami kerusakan terluas, yakni 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota. Kemudian kerusakan di Sumatera Utara seluas 37.318 hektare di 15 kabupaten/kota, dan Sumatera Barat seluas 6.451 hektare di 14 kabupaten/kota.


Bagi Ishak, bertani adalah penopang hidup keluarganya. Sudah puluhan tahun ia menjadi petani penggarap sawah di lahan seluas 23 rante atau setara 9.200 meter persegi. Sekali panen ia bisa menghasilkan hingga 2,5 ton gabah kering giling. Impian Ishak dapat untung ketika kini harga gabah mencapai Rp6.000 per kilogram, pupus sudah.


Namun, kesedihan itu tidak berlangsung lama. Pada pertengahan bulan Januari, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian meluncurkan Program Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera.


Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar program tersebut dilaksanakan secara padat karya yang melibatkan petani. Artinya, petani tetap memperoleh pendapatan selama proses pemulihan sawah berlangsung. Pemerintah mengerahkan alat berat untuk memperbaiki irigasi dari timbunan lumpur, lalu sawah yang rusak diperbaiki sendiri oleh pemilik atau petani penggarapnya, dan biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat.


Rehabilitasi berlangsung bertahap mulai dari sawah yang kriterianya kerusakan ringan dan sedang. Rinciannya untuk rehabilitasi sawah di Aceh seluas 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare.


Total luasnya mencapai 13.708 hektare di tiga provinsi tersebut, dengan target pengerjaan dimulai pada Januari hingga Februari 2026.

Program rehabilitasi sawah dampaknya mulai terlihat. Air jernih kini mengalir lancar di irigasi besar untuk mengairi sawah. Petani di Desa Pinto Makmur bisa menghidupkan kembali mata pencaharian mereka.


Ishak bersama anak lelakinya mulai menggarap lagi sawah mereka dengan pacul kayu. Tahap pertama adalah membentuk lagi pematang sawah.


Di  lumpur sisa banjir yang menimbun sawah gagal panen, padi segar akan langsung ditanam. Namun, itu tidak mudah karena kedalaman lumpur di sawah itu mencapai satu meter. Pekerjaan jadi serba manual, mustahil menggunakan traktor untuk membajak sawah karena pasti akan langsung "ditelan" lumpur.


"Dulu sebelum banjir, lumpur di sawah hanya sebetis kaki. Tapi sekarang setinggi perut saya," kata Ishak.


Meski begitu, ia merasa lega karena pemerintah menjanjikan akan menanggung biaya rehabilitasi sawah. Ishak bisa mengajak lebih banyak warga sebagai buruh tani.


Karena pekerjaan makin sulit, upah buruh tani naik jadi Rp60 ribu dibandingkan sebelumnya Rp50 ribu per orang untuk pekerjaan setengah hari. Kalau harus dengan modal sendiri, ia mengatakan tak akan sanggup membayarnya.


"Pemerintah menjanjikan pekerja akan dibayar. Kalau sudah selesai kerja harus difoto sebagai buktinya," ujarnya.

Bekerja di lumpur dalam sungguh tidak mudah. Khairu Rahmi, juga petani di Desa Pinto Makmur, berdiri memegang seutas tali di sawah yang sedang digarapnya. Tali itu dibentangkan ke arah sembilan ibu-ibu buruh tani yang menanam padi. Tujuannya menjaga agar padi yang ditanam bisa tegak lurus dan rapi.


Ini adalah penanaman perdana di sepetak sawah itu setelah bencana. Mereka bekerja sejak pagi pukul 07.30 WIB. Sekilas kerja itu terlihat mudah, tangan-tangan mereka bergerak cepat menanam satu per satu padi secara presisi. Lumpur coklat mulai menghijau dengan tanaman padi.


Tapi saat diperhatikan, setengah badan mereka terbenam di dalam lumpur. Butuh kerja keras untuk sekadar bergerak mundur ketika menanam padi. Ibu-ibu itu terlihat sampai meringis saat mengerahkan tenaga ekstra untuk menuju pematang sawah. Mereka benar-benar harus menyeret badan karena kedua kaki sulit melangkah di lumpur.


"Orang sangka kita kerja sambil duduk, padahal ini sudah berdiri dalam lumpur," kata Khairu.


Ia mengatakan saat ini bisa kembali bercocok tanam karena pemerintah sudah menyalurkan bantuan bibit padi. Petani mendapatkan bibit sesuai dengan luas sawah yang digarapnya. Khairu mendapatkan 10 kilogram bibit untuk menanami sawah 10 rante atau seluas 4.000 meter persegi yang digarapnya.


Program rehabilitasi sawah menjadi pijakan awal untuk mereka melanjutkan hidup dari bertani. Khairu awalnya mengira tak ada lagi harapan setelah sawahnya gagal panen.


"Tentu kita senang dengan bantuan ini karena gak tahu lagi mau buat apa," katanya.


Matahari bersinar tepat di atas kepala saat ibu-ibu buruh tani selesai bekerja. Mereka berkumpul duduk berjajar sambil membersihkan lumpur dari badan dengan air irigasi sawah. Khairu lalu membagikan teh di gelas-gelas plastik yang dibawanya dari rumah.


Tawa kemudian pecah saat ada seorang ibu yang bercanda tentang susahnya kerja di dalam lumpur. Wajah-wajah petani yang lelah itu mulai tersenyum.


Ishak, petani padi di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (24/1/2026), menunjukkan bekas lumpur hingga setengah badannya saat menanam kembali di  persawahan  yang terdampak bencana banjir bandang .


Minggu, 25 Januari 2026

8 Orang Meninggal-82 Orang Masih Hilang Akibat Longsor di Bandung

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, sebanyak 8 orang meninggal jadi korban tanah longsor yang melanda wilayah di Bandung Barat, Jawa Barat, pada hari Sabtu (24/1/2026) dini hari.  Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 10.30 WIB, puluhan warga dilaporkan selamat dan 82 orang masih dalam proses pencarian.

BNPB menjelaskan, peristiwa longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak.


"Selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.



"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban," tambahnya.

Ditambahkan, saat ini Kabupaten Bandung Barat dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor. Hal itu ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.


Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.


"Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat," ujarnya

Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Menurut Abdul Muhari, seiring dengan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan. OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.


Dalam pelaksanaannya, pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram selama periode 13-22 Januari 2026. Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16-22 Januari 2026.


Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.


BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.

Berita ini telah mengalami pembaruan setelah BNPB mengoreksi rilis, dari sebelumnya korban meninggal 7 orang menjadi 8 orang.

Sabtu, 24 Januari 2026

ACF dirikan sekolah darurat di pedalaman Aceh Timur

 

Lembaga nirlaba Atjeh Connection Foundation (ACF) mendirikan sekolah darurat di sejumlah desa terdampak bencana hidrometeorologi di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.


Pendiri ACF Amir Faisal Nek Muhammad di Aceh Timur, Jumat, mengatakan pendirian sekolah tenda tersebut untuk membantu pemerintah menyediakan sarana pendidikan bagi anak-anak yang sekolahnya rusak akibat bencana akhir November 2025.


"Sekolah darurat di antaranya di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sekolah di desa tersebut sebagian bangun rata dengan tanah," katanya.


Selain sekolah darurat, kata dia, relawan ACF berkeliling di sejumlah desa di Kecamatan Pante Bidari yang merupakan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi paling parah di Kabupaten Aceh Timur.


Di setiap titik, kata dia, relawan membawa tenda sederhana untuk dijadikan kelas agar anak-anak tetap bisa belajar meski tanpa gedung sekolah. Anak-anak antusias mengikuti proses belajar mengajar di kelas tenda tersebut.

Amir Faisal mengatakan perjalanan menuju wilayah bukan perkara mudah. Relawan harus menyusuri sungai dengan perahu, menembus jalan berlumpur yang sulit dilalui. Bahkan bermalam di perjalanan demi mencapai anak-anak di pedalaman.


"Bagi kami, pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Sekolah darurat ini adalah ikhtiar agar anak-anak tetap punya semangat dan harapan," kata Amir Faisal Nek Muhammad.


Selain menggelar kegiatan belajar mengajar, kata dia, relawan ACF juga membagikan peralatan dan perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis, dan lainnya.


"Program pendidikan ini melengkapi aksi kemanusiaan ACF yang sejak awal masa tanggap darurat menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, obat-obatan, hingga menghadirkan jaringan internet gratis, dengan fokus utama pada wilayah pedalaman yang terisolasi," katanya.


Ia mengatakan aksi kemanusiaan ACF telah berlangsung sejak 3 Desember 2025. Selain di Kabupaten Aceh Timur, relawan ACF juga bergerak di wilayah terdampak banjir lainnya seperti Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten, Pidie Jaya, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, dan lainnya.


"Tantangan terbesar penanganan bencana di pedalaman adalah minimnya akses dan distribusi bantuan. Kami memilih hadir di wilayah yang jarang tersentuh. Selama anak-anak belum bisa kembali ke sekolah dan akses masih sulit, kami akan terus mendampingi," kata Amir Faisal Nek Muhammad.

Jumat, 23 Januari 2026

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Lagi Jadi 132 RT, Tinggi Air Capai 1,5 Meter

 

Titik banjir di Jakarta bertambah malam ini. Sebanyak 132 RT dan 22 ruas jalan dilaporkan terendam banjir.

Jumlah tersebut berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Kamis (22/1/2026) pukul 20.00 WIB. BPBD Jakarta mengungkap ketinggian air ada yang mencapai 1,5 meter.


"BPBD mencatat saat ini terdapat 132 RT dan 22 ruas jalan tergenang," tulis BPBD Jakarta dalam keterangannya.

Berikut data banjir di Wilayah Jakarta malam ini per pukul 20.00 WIB:


1. Jakarta Barat terdapat 31 RT


- Kelurahan Duri Kosambi: 5 RT

Ketinggian: 50 s.d 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Angke


- Kelurahan Kapuk: 3 RT

Ketinggian: 40 s.d 65 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Kedaung Kali Angke: 8 RT

Ketinggian: 70 s.d 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Rawa Buaya: 5 RT

Ketinggian: 45 s.d 150 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Kedoya Utara: 7 RT

Ketinggian: 15 s.d 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Sukabumi Selatan: 2 RT

Ketinggian: 20 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Sukabumi Utara: 1 RT

Ketinggian: 30 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


2. Jakarta Pusat terdapat 27 RT


- Kelurahan Karet Tengsin: 27 RT

Ketinggian: 30 s.d 70 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

3. Jakarta Selatan terdapat 46 RT


- Kelurahan Pondok Labu: 1 RT

Ketinggian: 50 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut


- Kelurahan Cipete Utara: 3 RT

Ketinggian: 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Petogogan: 26 RT

Ketinggian: 50 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut


- Kelurahan Cipulir: 1 RT

Ketinggian: 60 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Pondok Pinang: 4 RT

Ketinggian: 70 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Pesanggrahan


- Kelurahan Pela Mampang: 9 RT

Ketinggian: 90 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Mampang


- Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT

Ketinggian: 55 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut

4. Jakarta Timur terdapat 26 RT


- Kelurahan Rawa Terate: 1 RT


LIVE


Hukum


Ketinggian: 90 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi


Kelurahan Lubang Buaya: 1 RT


Ketinggian: 30 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali


Sunter


- Kelurahan Bidara Cina: 4 RT


Ketinggian: 65 s.d 85 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Ciliwung


- Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT


Ketinggian: 75 s.d 100 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi


- Kelurahan Cawang: 5 RT


Ketinggian: 50 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali


Ciliwung


- Kelurahan Cililitan: 2 RT


Ketinggian: 50 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali


Ciliwung


- Kelurahan Cipinang Melayu: 5 RT


Ketinggian: 75 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali PHB sulaiman.

- Kelurahan Makasar: 4 RT


Ketinggian: 30 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi

5. Jakarta Utara terdapat 2 RT


- Kel. Kapuk Muara: 2 RT


Ketinggian: 40 cm


Penyebab: Curah Hujan Tinggi


Daftar 22 ruas jalan tergenang:


1. Jl. Percetakan Negara II RT 12/RW 06, Kel. Johar Baru, Jakarta Pusat


Ketinggian: 20 cm


2. JI. GBI, Kel. Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara


Ketinggian: 25 cm


3. Jl. Srengseng Raya, Kel. Srengseng, Jakarta Barat


Ketinggian: 35 cm


4. Jl. Daan Mogot KM 13 (Seberang Victoria / Pabrik Gelas), Kel. Cengkareng Timur, Jakarta Barat


Ketinggian: 50 cm


5. Jl. Pertenakan 2 RT.06 RW 07, Kel. Kapuk, Jakarta Barat


Ketinggian: 20 cm


6. Jl. Gotong Royong RT.06 RW 08, Kel. Kapuk, Jakarta Barat


Ketinggian: 40 cm


7. Jl. Manyar 1 RT.01/011, Kel. Tegal Alur, Jakarta Barat 

8. ⁠Ketinggian: 10 cm


10. Jl. Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat


Ketinggian: 20 cm


11. Perumahan BTN JI. Delima VIII, Kel. Kembangan Utara, Jakarta Barat


Ketinggian: 40 cm


12. Jl. Strategi Raya, Kel. Joglo, Jakarta Barat


Ketinggian: 65 cm


13. Jl. Basoka Raya, Kel. Joglo, Jakarta Barat


Ketinggian: 65 cm


14. Jl Pulo Raya IV RT 6 RW 1 (Akses Jalan), Kel. Petogogan, Jakarta Selatan


Ketinggian: 50 cm


15. Jl. Kemang Utara IX Rt 004/04, Kel. Bangka, Jakarta Selatan


Ketinggian: 30 cm


16. Kantor Kelurahan Ciganjur Jl. Anda No.1B 7, RT.7/RW.3, Kel. Ciganjur, Jakarta Selatan


Ketinggian: 10 cm


17. Jl. Kemang Utara IX, Kel. Duren Tiga, Jakarta Selatan


Ketinggian: 30 cm


18. Jl. Bintaro Permai Raya, Kel. Bintaro a, Jakarta Selatan


Ketinggian: 30 cm


19. Jl. Taruna Pahlawan Revolusi (Titik Kenal SMPN 117), Kel. Pondok Bambu, Jakarta Timur


Ketinggian: 60 cm


20. Jl. Raya Cipinang Indah, Kel. Pondok Bambu, Jakarta Timur


Ketinggian: 40 cm


21. Jl. Kebon Pala II RW 04 Kel Kebon Pala , 5 Jakarta timur 

22. Jl. Kebon Pala II RW 05, Kel. Kebon Pala,


Jakarta Timur


Ketinggian: 40 cm


Ketinggian: 60 cm

Rabu, 21 Januari 2026

Terkuak Misteri Data Jejak Langkah di Smartwatch Kopilot ATR 42-500

 

Terungkap misteri data jejak langkah kaki di smartwatch Kopilot Farhan Gunawan yang terhubung ke ponselnya usai ditemukan. Smartwatch tersebut disebut sempat mencatat 13.647 langkah sejak pesawat ATR 42-500 kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Sulsel, namun Basarnas kini mengungkap asal usul data tersebut.
Dirangkum detikcom, Rabu (21/1/2026), keluarga kopilot Farhan Gunawan sempat mengungkap smartwatch milik Farhan masih terpantau aktif usai pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Perangkat itu bahkan merekam adanya pergerakan langkah kaki yang diduga berasal dari Farhan.

Informasi ini disampaikan oleh pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30) usai menerima informasi dari adiknya Dian Mulyana Hasibuan yang merupakan pacar dari Farhan Gunawan. Menurutnya, ponsel pintar milik Farhan telah ditemukan di Gunung Bulusaraung dan langsung diserahkan oleh tim SAR kepada pihak keluarga sejak Sabtu (17/1).

"Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia," kata Pitri dilansir detikSulsel, Senin (19/1/2026).
Pitri mengaku smartwatch Farhan teridentifikasi masih aktif berdasarkan pengecekan ponsel korban. Dia berharap temuan itu bisa dijadikan acuan untuk melacak posisi Farhan.

"Karena dari HP dia yang terhubung ke smartwatch-nya itu kan masih bergerak. Kemungkinan kan masih bisa dilacak yah dari situnya," ujar Pitri.

Pitri mengaku kabar ini diterimanya dari adiknya yang saat ini berada di Bulusaraung untuk memantau proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Menurut dia, adiknya itu langsung berangkat ke Makassar usai mendapat kabar pesawat ATR 42-50 mengalami kecelakaan.

"(Informasi smartwatch Farhan aktif) Dari adik saya (Dian), kan adik saya di lokasi sana. Iya lagi di sana, naik ke atas gunung," ungkap Pitri.
Tim SAR Tak Dengar Suara Minta Tolong

Basarnas menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan setelah pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim SAR mengungkapkan momen ponsel Farhan ditemukan. Basarnas mengatakan tim tidak mendengar suara minta tolong atau pergerakan di sana.

"Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya," ujar Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas Arman dilansir detikSulsel, Selasa (20/1/2025).

Arman mengatakan tim pencarian saat itu dibagi dua tim. Satu tim ada di atas tebing dan satu tim lainnya berada di bawah tebing.

"Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan," terangnya.
Arman menjelaskan ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan ke pacar korban, namun ponsel tersebut sudah diserahkan ke Polda Sulsel. Dia juga mengakui adanya aktivitas smartwatch Kopilot Farhan seperti yang diklaim oleh keluarga korban.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda- tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa," jelasnya.

"Intinya, hp ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. Makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka," sambungnya.

Terungkap Data Langkah Kaki di Smartwatch Kopilot

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i meluruskan informasi terkait rekaman langkah kaki di smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan. Syafi'i memastikan data langkah kaki tersebut bukan terekam setelah pesawat jatuh, melainkan data beberapa bulan lalu.
Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan (pihak keluarga korban) sudah dimintai keterangan," ujar Syafi'i usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

"Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi," sambungnya.

Syafi'i mengatakan keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut. Namun, dia memahami harapan keluarga yang sempat muncul akibat informasi pergerakan langkah kaki tersebut.
"Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi," sambungnya.

Syafi'i mengatakan keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut. Namun, dia memahami harapan keluarga yana sempat muncul akibat informasi pergerakan langkah kaki tersebut.
"Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di- broadcast," tuturnya.

"Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik," imbuh Syafi'i.

Selasa, 20 Januari 2026

Ponakan Prabowo ke BI, Purbaya Bakal Tarik Juda Agung Jadi Wamenkeu

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dukungan diberikan agar keponakan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki lebih banyak pengalaman.

"Ya baguslah biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Tadi fiskal, sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).


Terkait pengganti Thomas Djiwandono sebagai Wamenkeu, akan diisi Juda Agung yang telah mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur BI.

Soal tukar posisi ini diungkap Purbaya dan dinilai sebagai pertukaran posisi yang seimbang.


Sebelum diputuskan untuk jadi Wamenkeu, Juda Agung akan bertemu dengan Purbaya. Pertemuan direncanakan akan berlangsung Selasa siang (20/1/2026).


"Itu suatu pertukaran yang saya pikir seimbang, nggak ada yang aneh. Kalau independensi nggak ada hubungannya, kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah, selama ini kan nggak ada," ujar Purbaya.


"Jadi BI independen. Kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter, kita koordinasi di KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk memastikan kebijakannya. Walaupun sama-sama independen, tetapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," tambahnya.


Proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI akan segera dilaksanakan oleh parlemen. Selain Thomas, ada dua calon lainnya Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.

Minggu, 18 Januari 2026

Progres pesat pembangunan jembatan, akses warga Aceh segera pulih

 


Percepatan pemulihan akses warga di Provinsi Aceh terus dilakukan pemerintah, dimana jembatan menjadi salah satu infrastruktur yang pembangunannya dipercepat.


Tidak hanya melibatkan personel TNI dan kontraktor jembatan, warga tampak semangat terlibat dalam percepatan pemulihan akses ini.


Melalui keterangan resmi Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu, disebutkan bahwa pembangunan jembatan Bener Pepanyi terus dikebut. Sejumlah personel TNI terpantau bergotong royong menyambungkan rangka baja jembatan bailey.


Meski bekerja di bawah terik matahari, para prajurit tetap menunjukkan semangat tinggi. Mereka tak kenal lelah demi memastikan akses transportasi warga segera pulih. Kehadiran jembatan ini sangat dinantikan masyarakat karena menjadi jalur vital penghubung antar-wilayah.


Sementara itu, di Kecamatan Telaga Barat, Kabupaten Aceh Singkil, progres pembangunan jembatan Gosong juga mendekati tahap akhir. Rangka jembatan bailey telah tersambung dengan baik. Personel TNI bersama warga setempat bergotong royong memasang lempeng baja yang akan menjadi dasar jembatan.


Jembatan ini nantinya menggantikan jembatan kayu darurat yang selama ini digunakan warga. Dengan struktur yang lebih kokoh, akses masyarakat diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman.


Di Aceh Utara, pembangunan jembatan wisata Laut Bangka juga terus berjalan. Personel Babinsa bersama TNI lainnya tampak merangkai besi baja rangka jembatan di depan rumah warga.


Mengenakan sarung tangan dan topi pengaman, para prajurit terlihat ceria dan ikhlas membantu pemulihan akses tersebut. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan.


Progres serupa terlihat di jembatan Seuneubok, Kabupaten Bireuen. Puluhan personel TNI dikerahkan untuk mengerjakan jembatan ini.


Dalam prosesnya, alat berat digunakan untuk mengangkat besi-besi baja yang telah dirangkai dan akan menjadi rangka utama jembatan. Kolaborasi antara tenaga manusia dan peralatan modern membuat pekerjaan berjalan lebih efisien.


Sedangkan di jembatan Lhok Kuyuen, Aceh Utara, pembangunan telah rampung. Saat ini, personel TNI dan warga fokus pada tahap finishing.


Mereka mengecat jembatan dengan warna merah putih, sementara warga lainnya memasang bendera di sepanjang jembatan. Pemandangan tersebut mencerminkan rasa bangga sekaligus harapan akan akses yang lebih baik.


Pembangunan jembatan-jembatan ini menjadi bukti nyata sinergi TNI dan masyarakat Aceh. Tak hanya membangun infrastruktur, semangat gotong royong yang terjalin juga memperkuat kebersamaan demi kesejahteraan warga.


Sabtu, 17 Januari 2026

TMT Group Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Percepat Pemulihan Korban Bencana di Aceh

 

AcehGround melaporkan bahwa PT Tiara Marga Trakindo (TMT Group) menegaskan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp2,5 miliar bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra yang terjadi pada November 2025. Bantuan ini secara simbolis diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Aceh pada Jumat, 16 Januari 2026, dalam agenda Serah Terima Donasi TMT Group untuk Korban Bencana di Aceh.

Direktur Utama TMT, Muki Hamami, menyampaikan bahwa donasi tersebut difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan masyarakat di Aceh, khususnya di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara yang mengalami dampak paling parah. “Bencana ini berdampak sangat luas terhadap masyarakat. Karena itu, melalui program ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat dan mendukung proses pemulihan di Aceh agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak,” ungkap Muki Hamami, Jumat (16/1/2026).

Bantuan yang disalurkan, sebagaimana dihimpun AcehGround, terdiri dari berbagai kebutuhan esensial. Ini mencakup paket sembako, shelter kits (terpal, tikar, paku), cooking utensils (alat masak), hygiene kits (alat kebersihan diri), dan dignity kits (pakaian dalam). Selain itu, ada juga bedding kits (kasur, selimut, bantal, kelambu), pengadaan air bersih melalui water trucking, alat kebersihan rumah, community working tools (alat kerja), hingga layanan pembersihan puing-puing melalui penyewaan truk sampah.


Corporate Communication TMT, Rani Hartanti, menambahkan bahwa fokus utama perusahaan adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan sanitasi. “Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan sanitasi,” kata Rani Hartanti.


Dalam menyalurkan bantuan ini, TMT Group berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat dan Human Initiative. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga di lapangan. Turut hadir dalam sesi penyerahan donasi tersebut Iwan Hermawan, CEO PT Reswara Minergi Hartama, salah satu entitas di bawah naungan TMT Group yang mengelola area operasional perusahaan di Aceh, beserta perwakilan Grup TMT.


Sebelumnya, TMT Group juga telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Aceh melalui dua anak perusahaannya, PT Trakindo Utama (Trakindo) dan PT ABM Investama Tbk (ABMM). Pada tahap tanggap darurat, Trakindo bekerja sama dengan pelanggan mengerahkan lima unit alat berat Caterpillar untuk membantu pembukaan akses jalan, sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih lancar. Sementara itu, ABMM bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengirimkan Emergency Response Team (ERT) ke wilayah bencana guna mendukung evakuasi korban serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar sekaligus mendirikan dapur umum.

Melalui kedua anak usahanya itu, TMT Group juga menyalurkan paket sembako, kebutuhan rumah tangga, sekolah, kebersihan, dan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat terdampak. Komitmen kepedulian yang sama juga diwujudkan TMT Group melalui kedua perusahaan dengan menggulirkan bantuan ke wilayah bencana Sumatra lainnya, yakni Sumatra Utara dan Sumatra Barat, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Agam.


Bantuan kemanusiaan seperti yang disalurkan TMT Group ini sangat krusial bagi masyarakat yang terdampak bencana. Selain meringankan beban finansial, dukungan ini juga mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi, memungkinkan warga untuk kembali membangun kehidupan mereka setelah menghadapi musibah.

Kamis, 15 Januari 2026

Gibran Pantau Program MBG di Wamena, Siswa Dapat Makan Rendang

 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Wamena Kab. Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (14/1).

Mengutip keterangan Sekretariat Wapres, peninjauan ini disebut guna memastikan program MBG bisa dirasakan para siswa, serta jadi upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini, khususnya di wilayah pegunungan Papua.


Gibran menekankan pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi penting bagi anak-anak agar dapat belajar dengan optimal dan tumbuh sehat.

Selain itu, Gibran juga berdialog dengan kepala sekolah, para guru, serta siswa penerima manfaat MBG.


Dalam peninjauan MBG ini, menu yang disajikan ke para siswa meliputi rendang, tahu goreng, oseng wortel dan kubis, serta buah melon

Program MBG di Papua Pegunungan diluncurkan pada 17 Maret 2025 di Kabupaten Jayawijaya dan menjangkau sekitar 3.500 siswa dari kurang lebih 20 sekolah di Distrik Wamena.


Program yang dikoordinasikan Badan Gizi Nasional (BGN) ini menetapkan nilai satu porsi MBG di Papua Pegunungan sekitar Rp35 ribu, dengan lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut.


Selain itu, Pemerintah Kab. Jayawijaya juga membentuk satuan tugas khusus guna mengawasi distribusi dan keamanan pangan

Target 2.500 SPPG di Papua

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan 2.500 SPPG beroperasi di wilayah Papua pada Maret 2026. Ia menyampaikan saat ini, sekitar 275 investor sudah mendaftar ke masing-masing pemda.


"Nanti yang membangun di sana, di Papua itu, kurang lebih sekitar 300-an investor," ucap Dadan saat rapat bersama Prabowo dan kepala daerah se-Papua, Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12).

Mendengar ucapan Dadan, Prabowo menyebut agar BGN tetap bekerja sesuai target. Namun, mengingat kondisi yang cukup rumit di Papua, ia pun menargetkan agar 2.500 SPPG itu beroperasi pada 17 Agustus 2026.


"Anda katakan Maret tapi kita mengerti kondisi fisik tidak mudah jadi bekerja dengan target itu tapi kita siap kalau ada kemunduran. Saya kira yang jelas kita berharap Agustus, kita berharap 17 Agustus 2026 untuk Papua semua 2500 SPPG sudah berfungsi," ucap Prabowo.


Selain itu, Dadan juga melaporkan perihal tingginya harga bahan pokok di Papua. Ia melaporkan kondisi itu membuat anggaran program MBG melonjak.


Ia mengatakan dengan jumlah penerima manfaat sekitar 750 ribu orang, dana yang dikucurkan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan di Pulau Jawa.


"Jadi kalau 750 ribu itu (penerima) kalau di Jawa kan Rp7,5 triliun. Untuk di Papua kemungkinan akan mencapai sekitar Rp25 triliun, uang badan gizi akan turun ke Papua. Harga kemahalan pak. Indeks kemahalan," ucap Dadan.

Selasa, 13 Januari 2026

DPW PPP Aceh Salurkan Bantuan Obat-obatan untuk Korban Banjir, Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana

 

Akses layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh masih menghadapi berbagai kendala. Menjawab kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh menyalurkan bantuan obat-obatan guna memperkuat pelayanan kesehatan bagi korban banjir, khususnya di daerah yang sulit dijangkau.


Bantuan obat-obatan tersebut diserahkan Ketua DPW PPP Aceh, Dr H Amiruddin Idris SE MSi, kepada Tim Medis Universitas Syiah Kuala (USK) yang dipimpin Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr dr Safrizal Rahman MKes SpOT, di Kantor DPW PPP Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/1/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono, ke Aceh pada 5 Januari 2026 lalu.

Amiruddin Idris menegaskan, bantuan obat-obatan ini sengaja tidak disalurkan langsung kepada masyarakat, melainkan melalui tenaga medis yang berkompeten agar penggunaannya tepat sasaran dan aman.


“Dalam bantuan ini terdapat berbagai jenis obat-obatan. Khusus obat-obatan, tidak boleh kami serahkan langsung ke masyarakat. Ada ahlinya, yaitu dokter. Karena itu kami serahkan kepada Fakultas Kedokteran USK untuk kemudian disalurkan ke posko-posko kesehatan,” jelas Amiruddin.


Sementara itu, Dr dr Safrizal Rahman menjelaskan, hingga saat ini tantangan utama di lapangan bukan hanya ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga akses masyarakat untuk menjangkaunya. Sebagian warga masih bertahan di lokasi yang belum layak huni, sementara lainnya berada di pengungsian dengan keterbatasan transportasi dan kondisi geografis yang sulit.


Pemerintah dengan subsistemnya sebenarnya sudah banyak menyediakan layanan kesehatan, namun belum sepenuhnya bisa bekerja optimal. Kalaupun sudah optimal, masyarakat masih kesulitan untuk menjangkaunya karena berbagai kendala. Itu sebabnya kami melakukan pendekatan jemput bola melalui layanan mobile klinik,” ujar Safrizal.


Ia menambahkan, layanan mobile klinik tersebut berupa kendaraan yang membawa dokter dan tenaga medis secara bergantian untuk mendatangi lokasi-lokasi yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.


Obat-obatan yang disalurkan difokuskan untuk menangani penyakit pascabencana yang umum dialami warga, seperti gatal-gatal, diare, demam, serta infeksi saluran pernapasan.


Sebagian bantuan tersebut akan dibawa langsung oleh tim medis USK ke sejumlah posko pengungsian di daerah terdampak banjir, di antaranya Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, guna memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Senin, 12 Januari 2026

Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan Trading Kripto

 

Nama pendiri Akademi Crypto Timothy Ronald disebut dalam laporan kasus dugaan penipuan trading kripto. 

Senin (12/1/2026) Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan penipuan trading kripto tersebut dari seseorang berinisial Y. 

Saat ini laporan tersebut tengah dalam proses pendalaman. Polda akan mengundang pelapor untuk mendapatkan klarifikasi.


Laporan soal dugaan penipuan trading kripto juga diunggah oleh akun Instagram @cryptoholic.idn. Akun tersebut mengatakan bahwa laporan tersebut diinisiasi oleh @skyholic888.


Sementara itu dalam satu unggahan @skyholic888 mengatakan bahwa selama ini para korban dibungkam dan dimanipulasi, sehingga tidak berani membuat laporan. 

Merujuk pada keterangan dalam laporan, kasus ini bermula saat pelapor tergabung dalam grup Discord Akademi Crypto dan menerima tawaran terkait aktivitas trading kripto.


Kemudian, pada Januari 2024, korban diberi sinyal untuk membeli koin Manta dengan janji potensi naik 300% hingga 500%.


Setelah korban membeli koin Manta Rp3 miliar, tetapi setelah itu yang terjadi harga koin Manta turun sampai minus 90% atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

"Benar ada laporan terkait Kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam lidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Minggu (11/1/2026).

Sabtu, 10 Januari 2026

AS Tangkap Presiden Venezuela, Megawati: Wujud Neokolonialisme dan Imperialisme Modern `

 



Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri menilai tindakan militer Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern. Pernyataan itu disampaikan Megawati saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa," kata Megawati, Sabtu.


Megawati menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.


Ia menyebut intervensi militer semacam itu sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hubungan antarbangsa. “Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain," jelasnya.

Demokrasi sejati, lanjut Megawati, tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa.

Presiden ke-5 RI ini juga mengaitkan sikap tersebut dengan sejarah politik luar negeri Indonesia sejak era Presiden pertama RI Soekarno.


Ia menegaskan bahwa sejak Konferensi Asia Afrika, Indonesia secara konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya. “Sejak Konferensi Asia Afrika digagas Bung Karno, Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya," tegas dia.


Karena itu, Megawati menyatakan PDI-P menyerukan agar setiap konflik internasional diselesaikan melalui dialog, diplomasi, dan mekanisme hukum internasional, bukan melalui kekerasan bersenjata. “PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil," pungkasnya. Presiden Venezuela ditangkap AS Warga ibu kota Venezuela, Caracas, dikejutkan oleh dentuman keras disertai suara pesawat yang terbang rendah pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.


Dari kejauhan, nyala api terlihat membubung, sedangkan asap pekat mengepul ke langit. Kegelapan dini hari berubah menjadi merah menyala, menandai awal dari serangan besar-besaran yang mengguncang negara Amerika Selatan tersebut


Beberapa jam setelah kejadian itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa "Negeri Paman Sam" telah melancarkan operasi militer berskala besar ke Venezuela. Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa pasukan gabungan militer dan penegak hukum AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu menerbangkan keduanya keluar dari negara tersebut

Jumat, 09 Januari 2026

Nadiem Sebut Kasusnya Tak Masuk Akal: Pengadaan Dikawal Kejagung dan Diaudit Dua Kali

 

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjeratnya tidak masuk akal. Pasalnya, pengadaan laptop berbasis Chromebook sudah didampingi oleh kejaksaan serta pernah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Apakah masuk akal? Dua ini, pengadaan ini sudah didampingi kejaksaan, diaudit BPK, diaudit BPKP dua kali,” ujar Nadiem usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, (8/1/2026


Nadiem mengatakan, setelah ia ditahan oleh Kejaksaan Agung, tiba-tiba BPK menerbitkan hasil audit yang menyebut ada kerugian negara dalam pengadaan Chromebook.


Tiba-tiba setelah saya ditahan, audit BPK soal kerugian keuangan negara keluar, menyebut ada kerugian karena kemahalan,” imbuh Nadiem. Dalam nota perlawanan atau eksepsinya, Nadiem menyebutkan, pengadaan Chromebook sudah pernah diaudit oleh BPK.

Misalnya, pada tahun 2023/2024, audit BPK menyebut tidak menemukan ketidaktepatan atau ketidakwajaran harga yang digunakan dalam pengadaan

Nadiem mengatakan, audit BPK itu tidak menyinggung adanya temuan mengenai pengadaan Chromebook


Sementara, dalam eksepsi yang dibacakan tim pengacara, pengadaan Chromebook disebut telah meminta pendampingan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung. “Faktanya, sebelum pelaksanaan pengadaan, Terdakwa telah melibatkan Jamdatun dengan mengirimkan surat tanggal 17 Juni 2020 perihal Permohonan Pendampingan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Bantuan TIK,” ujar kuasa hukum Nadiem, Zaid Mushafi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026).

Zaid mengatakan, permohonan dari Nadiem ini ditindaklanjuti oleh Jamdatun yang menerbitkan surat perintah agar Kejaksaan Agung melakukan telaah dan pendampingan hukum pada proses pengadaan tersebut. “Yang kemudian ditindaklanjuti Jamdatun melalui Surat Perintah tanggal 24 Juni 2020 untuk melakukan telaah dan pendampingan hukum,” kata dia. Menurut kubu Nadiem, keterlibatan Jamdatun membantah tuduhan adanya konflik kepentingan Nadiem dalam pengadaan Chromebook. “Bahwa dengan demikian, tuduhan JPU terkait konflik kepentingan sudah terbantahkan, karena Terdakwa telah melalui proses dan prosedur transparansi sebagaimana dituangkan dalam hukum administrasi negara,” ujar Zaid.

Kasus korupsi Chromebook Empat orang terdakwa sedang disidang dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.

Mereka adalah Nadiem Makarim, eks konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief, eks Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek Mulyatsyah, dan eks Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih. Jaksa mendakwa keempat terdakwa telah merugikan negara Rp 2,1 triliun dalam kasus korupsi pengadan laptop ini.

Perhitungan kerugian negara ini terbagi menjadi dua unsur, yaitu untuk pengadaan laptop berbasis Chromebook dan pengadaan Chrome Device Management (CDM)

Jaksa menilai, pengadaan CDM ini merugikan negara karena tidak diperlukan dan tidak dibutuhkan dalam program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek saat itu. Selain itu, proses pengadaan Chromebook juga dinilai bermasalah karena tidak melalui proses kajian yang patut. Laptop Chromebook ini disebut tidak bisa digunakan untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) karena keterbatasan sinyal internet .

Selain itu, Nadiem juga didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 809,5 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.


Nadiem dinilai telah menyalahgunakan wewenangnya dengan mengarahkan spesifikasi pengadaan agar Google menjadi satu-satunya penguasa ekosistem pendidikan di Indonesia. “Bahwa terdakwa Nadiem Anwar Makarim yang telah menyalahgunakan dengan mengarahkan spesifikasi laptop Chromebook menggunakan Chrome Device Management (CDM)/Chrome Education Upgrade menjadikan Google satu-satunya yang menguasai ekosistem pendidikan di Indonesia,” lanjut jaksa. Jaksa menyebutkan, keuntungan pribadi yang diterima Nadiem berasal dari investasi Google ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yang melalui PT Gojek Indonesia.


Adapun sumber uang PT AKAB sebagian besar merupakan total investasi Google ke PT AKAB sebesar 786.999.428 dollar Amerika Serikat. Hal tersebut dapat dilihat dari kekayaan terdakwa Nadiem Anwar Makarim yang tercatat dalam LHKPN pada tahun 2022 perolehan harta jenis surat berharga sebesar Rp 5.590.317.273.184,” ujar jaksa. Nadiem dan terdakwa lainnnya dinilai telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Rabu, 07 Januari 2026

Istana Minta Polri Investigasi Asal Teror yang Sasar Influencer Pasca-kritik Pemerintah

 


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta Kepolisian RI (Polri) menginvestigasi asal teror yang diterima influencer usai mengkritik sejumlah program pemerintah. Kendati demikian, ia juga mengingatkan agar kritik sebaiknya disampaikan dengan cara yang benar.


Iya lah, kita minta semua dilakukan investigasi. Tapi, kalau kami berpendapat bahwa yang paling penting adalah kalaupun ada kekurangan atau ada kritik, ada masukan, mohon disampaikan dengan jalur-jalur yang selama ini sudah kita bangun komunikasi," kata Prasetyo, usai mengikuti retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). Pemerintah tidak menghendaki adanya teror terhadap siapapun dalam bentuk apapun

Ia pun mengaku prihatin atas kejadian teror yang menimpa beberapa pihak akhir-akhir ini. "Ya tentunya kita tidak menghendaki adanya begitu-begitu. Iya, dong (prihatin). Masa hari begini Pak? (masih ada teror)," ujar Prasetyo.


Ia menyatakan akanmengawal peristiwa tersebut.

Tetapi di sisi lain, ia meminta kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk mendewasakan diri dalam bernegara.

Tapi, marilah kemudian kita menjadikan masalah itu, kalau kami ya berpendapat bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa. Intinya kalau ada sesuatu, mungkin disampaikan dengan baik juga. Enggak ada masalah juga," ujar Prasetyo. Sebelumnya diberitakan, influencer dan kreator konten Ramond Dony Adam, yang lebih dikenal sebagai DJ Donny, kini menjadi sorotan publik setelah mengalami serangkaian aksi teror yang mengancam keselamatan dirinya dan keluarga


Dari kiriman bangkai ayam hingga pelemparan bom molotov ke rumahnya, rentetan intimidasi ini telah ia laporkan secara resmi ke Polda Metro Jaya. Peristiwa pertama bermula pada Senin malam, 29 Desember 2025, ketika istrinya menemukan paket mencurigakan di rumah mereka. Saat dibuka, paket tersebut berisi bangkai ayam tanpa kepala beserta selembar kertas berisi ancaman yang ditujukan kepada Donny.

Dalam pesan itu, pengirim anonim mengancam keselamatan Donny jika ia terus bersuara di media sosial, terutama dalam mengkritisi kebijakan dan isu publik. Motivasi di balik teror ini diduga kuat terkait dengan kritik Donny terhadap beberapa kebijakan pemerintah, termasuk dalam isu bencana dan penanganannya.

Teror berlanjut pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025. Sekitar pukul 03.00 WIB, kamera CCTV di kediaman Donny merekam dua orang tak dikenal yang melempar bom molotov ke halaman rumahnya.

Beruntung, api dari bom tersebut padam sebelum menyebar dan menyebabkan kerusakan besar.

Namun kejadian ini langsung meningkatkan kekhawatiran Donny atas keselamatan keluarga dan lingkungan sekitarnya, sehingga ia segera mengambil langkah hukum. Tak hanya dirinya, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik mendapat teror bangkai ayam yang dikirim ke rumahnya pada Selasa (30/12/2025). Bangkai ayam itu disertai dengan kertas yang berisi pesan ancaman berbunyi, "JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak menduga, kiriman bangkai ayam itu sebagai bentuk teror kepada kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace dan upaya pembungkaman. "Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini," kata Leonard, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025

Selasa, 06 Januari 2026

Serba-serbi Penjelasan Pemerintah Tepis Isu Liar soal KUHP-KUHAP Baru

 


Pemerintah meluruskan soal berbagai isu atau narasi liar yang tersebar di media sosial terkait KUHP dan KUHAP baru. Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej menegaskan bahwa KUHAP baru malah memberikan kepastian hukum, contohnya.

Belakangan memang di media sosial, tersebar narasi bahwa KUHP dan KUHAP baru memiliki dampak negatif atau bisa dikatakan melemahkan aturan dari yang sebelumnya. Eddy lalu menjawab soal kekhawatiran sebagian pihak terkait kewenangan polisi dalam KUHAP baru.


"Kan muncul di media, bahwa ini polisi superpower, polisi tidak bisa dikontrol. Siapa bilang polisi tidak bisa dikontrol, dengan KUHAP baru ini kontrolnya sangat ketat," kata Eddy dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Dia juga menjelaskan mengenai hubungan koordinasi penyidik dan penuntut umum yang diatur dalam KUHAP. Menurut Eddy, KUHAP ini memastikan tak ada saling sandera perkara yang menyebabkan tidak adanya kepastian hukum.


"Kalau dengan KUAHP yang lama itu bisa terjadi saling sandera perkara, perkara bisa bolak balik, bolak nggak balik-bali, tidak ada kepastian hukum. Kalau sekarang sudah tidak bisa, no way. Pasti ada kepastian hukum. Karena jangka waktu itu diatur secara strict dalam KUHAP antara hubungan koordinasi penyidik dan penuntut umum," kata Eddy.


Eddy mengutip pernyataan Jampidum Kejagung, Asep Mulyana, bahwa kini polisi yang memulai perkara, kemudian jaksa yang mengakhiri. Hubungan koordinasi antara penyidik dan jaksa ini, kata Eddy, tidak memberikan peluang adanya perkara yang digantung.


"Jadi tidak akan ada perkara yang digantung. Sekali lagi, tidak akan pernah ada perkara yang digantung, karena hubungan koordinasi penyidik dan penuntut umum. Dan itu tertuang secara detail dalam 7 pasal. Jadi polisi ini dikontrol ketat oleh penuntut umum," imbuh Eddy.

Tentang Pasal Penghinaan Presiden

Eddy Hiariej juga memberi penjelasan tentang pasal 218 KUHP yang mengatur ancaman pidana bagi orang yang menyerang martabat Presiden dan Wakil Presiden. Dia menjelaskan mengapa pasal itu ada di KUHP.


"Di mana pun, di dunia ini, ada pasal ada bab di KUHP masing-masing negara bab itu berbunyi penyerangan terhadap harkat dan martabat kepala negara asing. Teman-teman bisa berpikir juga, harkat dan martabat kepala negara asing dilindungi kok harkat dan martabat kepala negara sendiri tidak dilindungi. Coba itu dijawab," ujar Eddy.

Dia mengatakan hukum pidana dibuat untuk melindungi negara, masyarakat dan individu. Dia mengatakan hal yang dilindungi dari negara antara lain kedaulatan serta harkat dan martabat negara.


"Presiden dan Wakil Presiden itu adalah personifikasi suatu negara sehingga mengapa pasal ini harus ada. Yang ketiga mengapa pasal ini harus ada, ini adalah pengendalian sosial," ucapnya.

Dia mengatakan Presiden dan Wapres punya pendukung minimal 50% plus 1 dalam Pilpres yang diikuti. Dia membuat analogi bagaimana jika ada penghinaan terhadap Presiden dan Wapres lalu para pendukung Presiden dan Wapres tak terima.


"Kemudian terjadi anarkis, lalu apa yang mau kita katakan. Tapi dengan ada pasal ini, kalau ada bahasanya kan seperti ini 'Wong Presiden saja yang dihina tidak apa-apa kok pendukungnya sewot'. Kan kira-kira seperti itu. Ini adalah kanalisasi," ucapnya.


Dia juga meminta pasal 218 KUHP dibaca hingga penjelasan. Dia mengatakan penjelasan dalam pasal 218 telah mengatur pasal ini tidak ditujukan melarang kritik.


"Kritik dan menghina itu adalah dua hal berbeda. Yang dilarang betul dalam pasal 218 itu adalah menista atau memfitnah, menista itu contohnya ya adalah 'kebun binatang' keluarlah dengan menghujat seseorang atau memfitnah," ucapnya.


Dia mengatakan salah satu wujud kritik adalah unjuk rasa. Dia mengatakan tak ada larangan mengkritik pemerintah dalam KUHP yang telah berlaku sejak 2 Januari 2026.


Eddy juga menjelaskan alasan mengapa penghinaan Presiden dan Wapres tak disatukan saja dalam pasal penghinaan biasa. Dia menegaskan hal tersebut bukan karena diskriminasi.


"Ini bukan salah satu bentuk diskriminasi, bukan. Kalau dikatakan tidak perlu ada pasal penyerangan harkat dan martabat Presiden karena itu masaih bisa penghinaan biasa. Maka saya katakan, pasal makar yang pembunuhan terhadap Presiden dan Wakil Presiden itu dihapus saja. Toh ada pembunuhan biasa, mengapa tidak menggunakan pasal pembunuhan biasa tapi ada tentang makar terhadap nyawa presiden dan wakil presiden. Artinya apa? Penyerangan harkat dan martabat Presiden itu sama sekali bukan bentuk diskriminasi tapi ini adalah primus inter pares. Apa artinya primus inter pares? Presiden dan Wakil Presiden itu adalah yang utama di antara yang sederajat," ucapnya.


Pasal Penghinaan Lembaga Negara

Pemerintah mengatakan pasal penghinaan lembaga negara pengaturan dan aplikasinya sangat dibatasi. Pasal penghinaan lembaga negara diatur dalam Pasal 218 dan Pasal 240 KUHP baru.


Eddy Hiariej menjelaskan dasar pasal tersebut yakni pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 013-022/PUU-IV/2006 membatalkan Pasal 134, 136 bis, dan 137 KUHP.


"Berdasarkan pertimbangan MK itu lah pemerintah dan DPR membentuk pasal penghinaan terhadap lembaga negara. Cuma kita batasi. Kalau pakai KUHP lama, itu kalau ketua pengadilan negeri dihina, kapolres dihina, itu bisa kena pasal itu," kata Eddy Hiariej.


Eddy menjelaskan pasal penghinaan lembaga negara membatasi lembaga negara yang dilindungi dalam KUHP. Lembaga negara yang dilindungi itu yakni Presiden, DPR hingga Mahkamah Konstitusi.


"Tetapi pasal yang ada di KUHP itu sudah dibatasi, jadi penghinaan terhadap lembaga negara itu hanya dibatasi, satu Presiden-Wakil Presiden, dua MPR, tiga DPD, empat DPR, lima Mahkamah Agung, enam Mahkamah Konstitusi. Jadi sangat terbatas," ujarnya.

Pasal penghinaan lembaga, kata Eddy, juga dibatasi sebagai pasal delik aduan. Sehingga, pasal tersebut dapat berlaku jika laporan atau aduan dibuat oleh pimpinan enam lembaga negara tersebut.


"Dan itu delik aduan, delik aduan yang harus mengadukan itu adalah pimpinan lembaga. Apa dasar DPR dan pemerintah membentuk pasal itu? Dasarnya adalah putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2004 ketika Pasal 134 bis itu dibatalkan," imbuhnya.

Soal Restorative Justice

Eddy Hiariej menjelaskan soal mekanisme restorative justice dalam KUHAP baru. Eddy menyebutkan perkara akan dilanjutkan jika korban tidak setuju.


"Restorative justice ini terus terang saja yang diprotes itu adalah restorative justice pada tahap penyelidikan. Saya kasih contoh konkret, misalnya, antara si A dan si B lah, si A ini menipu si B uang Rp 1 miliar, si A ini lapor ke penyidik, kalau di lapor itu lidik atau sidik? Lidik dulu, lidik dulu bukan sidik," kata Eddy.


"Begitu A lapor kepada polisi, kan lidik, B dipanggil, A bilang ke B, kamu bayar dan saya tidak akan meneruskan perkara, begitu dia bayar selesai, itu restorative bukan? Restorative itu," imbuhnya.


Eddy menyebutkan restorative justice ini harus diinformasikan kepada penyidik. Kemudian, restorative justice ini didaftarkan ke pengadilan.


"Hanya saja dari restorative di penyelidikan itu dia harus memberi tahu kepada penyidik untuk kemudian itu diregister, mengapa diberi tahu kepada penyidik? Karena restorative justice itu syaratnya ada beberapa," ucap dia.

Eddy mengatakan restorative justice bisa dilakukan jika pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana. Dia juga menjelaskan mengenai ancaman hukuman penjara dalam penerapan restorative justice ini.


"Satu pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana. Yang kedua ancaman pidananya tidak lebih dari 5 tahun, yang ketiga yang paling penting, persetujuan korban," kata dia.


Eddy mengatakan, jika korban tidak setuju untuk melakukan restorative justice, perkara akan dilakukan.


"Jadi, saudara-saudara, mau perkara apa pun, kalau korban itu tidak setuju perkara jalan terus, sekali lagi, mau perkara apa pun, kalau korban tidak setuju, perkara jalan terus. Jadi tidak ada restorasi," ucap dia.


"Kalau korban mau, maka lihat, oh ketentuan pidananya ancaman pidananya tidak lebih dari 5 tahun. Kemudian, ini bukan untuk baru pertama kali, kalau restorative itu pada penyidikan atau penuntutan maka harus saling memberi tahu dan tadi yang dikatakan Pak Menteri, harus ada penetapan pengadilan. Mengapa ada penetapan pengadilan? Sekali lagi, supaya teregister. Karena untuk kedua kali sudah tidak boleh," pungkasnya.

Sadap Tanpa Izin Pengadilan

Eddy Hiariej kemugian juga menegaskan narasi penyadapan bisa dilakukan tanpa izin pengadilan merupakan hoaks. Dia menyebutkan penyadapan tidak diatur detail dalam KUHAP karena harus ada aturan tersendiri.


"Kalau bahasa di publik mengatakan bahwa nanti bisa menyadap tanpa izin pengadilan itu hoaks. Itu tidak benar. Itu distorsi informasi kepada publik," kata Eddy dalam konferensi pers di Kemenkum, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dia mengungkit putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan penyadapan harus diatur dalam peraturan tersendiri. "Putusan MK waktu itu mengatakan terkait penyadapan yang dilakukan pada tindak pidana korupsi, dilakukan pada terorisme dan beberapa tindak pidana lainnya, harus diatur dengan undang-undang tersendiri. Itu sebabnya mengapa KUHAP itu tidak mengatur mengenai penyadapan secara detail, karena perintah MK undang-undang tersendiri," tuturnya.


Urusan penyadapan itu dikecualikan terhadap tindak pidana korupsi dan terorisme. Sebab, penyadapan terhadap tindak pidana itu sudah ada aturannya.


"Maka pertanyaan begini. Sebelum ada undang-undang penyadapan, boleh tidak penyidik melakukan penyadapan? Tidak boleh. Boleh tidak penuntut umum melakukan penyadapan? Tidak boleh karena harus diatur dengan undang-undang tersendiri. Ini except kecuali terhadap korupsi atau terorisme," sebutnya.


Kajian Komunisme Tak Dipidana

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menjelaskan pasal 188 kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru di mana kajian terhadap ideologi Komunisme, Marxixsme, atau Leninisme tidak dipidana. Pidana hanya bisa dilakukan jika ada bentuk melawan ideologi Pancasila.


"Kemudian yang pasal 188 ini soal penyebaran ideologi komunis. Ini juga bukan pasal baru. Ini pasal yang lama, bahkan ada yang baru, yang baru itu seperti yang disebutkan yang terakhir kalau tujuannya adalah untuk kajian itu tidak dipidana," kata Supratman dalam konferensi pers di Kemenkum, Senin (5/1/2026).


Menkum menyebut aturan terkait komunisme ini bukan hal baru. Larangan terhadap penyebar luasan paham Komunisme telah ada sebelum KUHP baru.


"Jadi ini bukan sesuatu yang baru bahwa kita sudah bersepakat ideologi kita adalah ideologi Pancasila, kita sudah tahu ajaran komunisme tidak boleh disebarluaskan karena itu bertentangan dengan Pancasila. Saya rasa tidak ada masalah dengan hal ini," kata dia.


Dalam kesempatan yang sama, Tim Penyusun KUHP, Albert Aries, menjelaskan adanya frasa 'ideologi lainnya' dalam pasal tersebut berarti semua ideologi yang menentang Pancasila. Sebab Pancasila sendiri sudah menjadi norma dasar bernegara.


"Paham lain itu adalah semua paham ideologi politik yang pada intinya adalah menentang Pancasila, kita tau bahwa Pancasila itu sudah final sebagai ideologi dan norma dasar bernegara," kata dia.


Tindakan yang dapat dipidana terkait penyebaran ideologi ini jika membentuk kelompok untuk menentang Pancasila. Sedangkan jika melakukan kajian tidak dipidana.


"Tadi bisa dibaca di dalam penjelasan (pasal) 188, intinya adalah membentuk gerakan kelompok untuk menentang Pancasila, yang saya pikir dalam konteks NKRI satu-satunya pasal di undang-undang dasar yang nggam boleh diubah adalah NKRI, kalau Pancasila terganggu sudah pasti NKRI juga akan terganggu," sebutnya

Senin, 05 Januari 2026

Puncak Arus Balik Nataru, 196 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta Hari Ini



 Puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi hari ini. Total 196 ribu kendaraan akan mengarah kembali ke wilayah Jabotabek hari ini.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan 196 ribu kendaraan itu diprediksi melintas melalui empat gerbang tol Utama menuju Jabotabek. Proyek lalu lintas akan naik 9,75 persen dari lalu lintas normal atau berjumlah 179.147 ribu kendaraan.


"Jasa Marga memprediksi puncak arus kembali ke wilayah Jabotabek akan terjadi pada hari ini, yakni Minggu (4/1). Untuk itu, kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi layanan operasional, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan lancar," kata Rivan dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).

Data Jasa Marga menunjukkan 509.351 kendaraan telah kembali ke Jakarta di periode arus balik libur Nataru sejak 1 Januari silam. Angka itu merupakan jumlah kumulatif arus lalu lintas dari empat gerbang tol (GT), mulai dari Gerbang Tol Cikupa, Gerbang Tol Ciawi, Gerbang Tol Cikampek Utama dan Gerbang Tol Kalihurip Utama.


Rivan mengatakan dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, tepatnya di jalan Tol Jakarta-Cikampek, terdapat 119.455 kendaraan telah kembali ke Jakarta di momen arus balik libur Nataru. Sementara lalu lintas yang mengarah ke Jakarta dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 120.408 kendaraan.


"Total lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 239.863 kendaraan, meningkat sebesar 38,39 persen dari lalin normal," katanya

Jumlah kendaraan kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa di periode arus balik libur Nataru telah mencapai 138.829 kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi mencapai 130.659 kendaraan.


Secara keseluruhan, Jasa Marga mencatat 2.657.327 kendaraan kembali menuju wilayah Jabotabek pada 17 hari periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yaitu mulai Kamis, 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB sampai Minggu, 4 Januari 2026 pukul 06.00 WIB di empat gerbang tol utama. Pada periode yang sama, untuk kendaraan yang meninggalkan Jabotabek tercatat 2.804.251 kendaraan atau naik sebesar 10,4 persen dari lalu lintas normal.


"Jasa Marga juga melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian dan mendukung rencana rekayasa lalu lintas yang diperlukan sesuai diskresi Kepolisian," ujar Rivan.

Minggu, 04 Januari 2026

Ketika Jalan Aceh Kembali Terbuka, Sinergi Pemerintah dan Warga dalam Membuka Akses Transportasi

 


Keceriaan para warga kembali menyapa hari itu, kala terdengar suara mesin alat berat memecah kesunyian di sebuah ruas jalan yang sempat hilang ditelan banjir Sumatra. Lumpur masih menempel di sepanjang jalan, sementara sisa kayu berserakan di sana-sini, membuat keadaan makin semrawut.

Bagi saya, keadaan ini memang sangat menyentuh hati. Pemilik hati yang lemah ini sempat merasa putus asa. Namun, bagi sebagian besar warga Aceh yang mengalami masa pascabencana, suara itu bukan sekadar bunyi mesin yang bekerja, melainkan tanda kehidupan yang mulai bergerak kembali. Secercah harapan indah muncul bahwa esok yang ceria pasti akan hadir.


Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu lalu memang sempat melumpuhkan segalanya. Jalan terputus, jembatan ambruk, dan jalur transportasi lumpuh. Aktivitas warga terhenti; anak-anak tidak bisa bersekolah, para pekerja tidak dapat mencari nafkah, dan akses menuju rumah sakit menjadi perjuangan panjang yang penuh risiko.


Di tengah situasi darurat itu, kehadiran tim Bina Marga menjadi titik balik. Dengan kerja cepat, terkoordinasi, dan tanpa banyak sorotan, mereka bergerak membuka kembali akses yang tertutup. Jalan demi jalan dibersihkan, jembatan darurat dibangun, dan jalur transportasi kembali disambungkan. Hal ini tentu saja menghubungkan kembali harapan warga yang sempat terputus.


Jalan Terputus, Kehidupan pun Ikut Terhenti

Bagi masyarakat di daerah terdampak, jalan bukan hanya sarana untuk berjalan, melainkan nadi kehidupan. Ketika jalanan putus, hidup rasanya benar-benar terisolasi. Membeli kebutuhan sehari-hari ke pasar tidak bisa, berangkat bekerja atau sekolah pun tidak mungkin dilakukan.

Bahkan, untuk membeli obat saja, warga harus memutar sangat jauh. Banjir tidak hanya merusak rumah dan lahan, tetapi juga memutus akses dasar yang menentukan keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.


Gerak Cepat Bina Marga: Bekerja Saat Banyak Orang Masih Bertahan

Tak lama setelah banjir surut, tim Bina Marga langsung turun ke lapangan. Dengan peralatan yang ada di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, mereka memulai pekerjaan dari titik-titik terparah.

Pembersihan material banjir, perbaikan badan jalan, pemasangan jembatan darurat, hingga penguatan struktur tanah dilakukan secara simultan. Mereka tidak menunggu situasi benar-benar ideal karena waktu bagi warga jauh lebih berharga. Pemerintah menyadari bahwa masyarakat sangat bergantung pada akses jalan ini. Prioritasnya adalah membuka jalur secepat mungkin agar aktivitas warga bisa kembali berjalan, meski dengan kondisi darurat terlebih dahulu.


Pekerjaan dilakukan siang dan malam. Di beberapa lokasi, petugas harus berhadapan dengan lumpur tebal, arus sungai yang masih deras, dan risiko longsor susulan. Namun, semangat mereka hanya satu: jalan harus kembali terbuka.

Sinergi di Lapangan: Saling Bahu-membahu

Pemulihan pascabencana bukan hanya soal alat berat, melainkan juga tentang sinergi. Di berbagai titik, warga turut membantu proses pembersihan. Ada yang menyingkirkan kayu, ada yang memasak untuk para pekerja, ada pula yang sekadar memberi semangat.

Koordinasi antara Bina Marga, pemerintah daerah, aparat setempat, dan relawan berjalan intens. Setiap hambatan di lapangan dicari solusinya bersama. Pendekatan ini membuat proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Hal ini juga untuk memastikan akses transportasi kembali tersambung agar mobilitas warga tidak terisolasi dan penyaluran bantuan dapat berlangsung tanpa hambatan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu agar proses pemulihan berjalan efektif di tengah kondisi darurat.


Saat Jalan Dibuka, Kehidupan Perlahan Kembali

Momen paling mengharukan terjadi saat kendaraan pertama melintas di jalan yang baru dibuka. Tidak ada peresmian besar, namun senyum warga berbicara banyak. Anak-anak kembali mengenakan seragam sekolah, para petani mulai mengangkut hasil kebun, dan pedagang kembali membuka lapak.

Ambulans serta kendaraan medis bisa melintas tanpa harus memutar jauh. Bagi warga, jalan yang kembali terbuka bukan hanya sarana fisik, melainkan simbol bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi bencana.


Harapan yang Tumbuh di Tengah Pemulihan

Pemulihan belum sepenuhnya selesai. Masih ada jalan yang perlu diperkuat, jembatan permanen yang menunggu pembangunan, dan luka-luka emosional yang butuh waktu untuk pulih. Namun, satu hal yang pasti: harapan sudah tumbuh.

Banjir mengajarkan tentang rapuhnya kehidupan, tetapi juga tentang kuatnya solidaritas. Kerja cepat Bina Marga menjadi contoh bahwa kehadiran negara di saat krisis bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata.

Jalan sebagai Simbol Kebangkitan

Di Aceh, jalan-jalan yang kembali terbuka kini menyimpan kisah. Kisah tentang air yang menghancurkan, tangan-tangan yang bekerja tanpa lelah, dan masyarakat yang memilih bangkit bersama. Bencana boleh datang tanpa permisi, tetapi harapan selalu menemukan jalannya sendiri melalui bangunan rusak yang diperbaiki, jembatan yang runtuh kembali disambungkan, dan sinergi yang saling menguatkan. Sebab, ketika jalan kembali terbuka, kehidupan pun menemukan jalannya kembali.